MAKALAH RETORIKA Tentang Jenis-Jenis Pidato Dilihat Dari Tujuan Oleh : FIRDAUS BIN MUSA : 207. 079 SYAHIDIN : 207. Dosen Pembimbing : Drs. Zulhasan Latif, M.Ag JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) IMAM BONJOL PADANG 1430 H / 2009 M KATA PENGANTAR Puji syukur marilah sama-sama kita ucapkan kepada Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan nikmatnya kepada kita semua. Salawat beriringan salam kepada junjungan kita dan nabi Muhammad saw yang mana hasil perjuangan beliau dapat kita rasakan sampai saat sekarang ini. Penulis sebagai pemakalah akan mencoba membahas melalui tampilan makalah ini yang berjudul “jenis-jenis pidato dilihat dari tujuan”. Dan penyusunan Makalah ini tidak terlepas dari bimbingan dan arahan dari dosen pembimbing dan tanpa mengeculikan kritikan pedas dari teman-teman. Penulis menyadari bahwa pembuatan Makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rethorika adalah seni berbahasa salah satu dari pembahasan rethorika adalah pidato, karena pidato bukanlah yang baru maka dari masa kemasa pidato telah mengalami perkembangan, ada yang namanya pidato adat, pidato negara, dan pidato hari besar, akan tetapi dari sekian banyak macam pidato ada beberapa hal yang mempunyai persamaan, salah satu diantaranya ialah tujuannya, karena itu pemakalh merasa tertarik untuk mengangkat judul ini sebagai bahan perkulihan di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah, disamping juga tuntutan dosen yang mengajar. B. Tujuan Dan Kegunaan Sebagai mana yang telah pemakalah kemukakan sebelumnya bahwa tujuan pemakalah menghadirkan pembahasan ini adalah; Sebagai bahan tugas kuliah rethorika Bagaimana kita sebagai orang yang akan berpidato mengetahui persyaratan menjelang tampil. Adapun kegunaan adalah bagaimana ini sebagai bahan rujukan untuk mengetahui sebagian kecil dari tujuan pidato. BAB II PEMBAHASAN JENIS-JENIS PIDATO DILIHAT DARI TUJUAN A.Pengertian Pidato Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu pidato kenagarian, pidato menyambut hari besar, dll. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. B.Jenis-Jenis Pidato Berdasarkan pada tidaknya persiapan, sesuai dengan cara yang dilakukan waktu persiapan, kita dapat membagi jenis podato kedalam empat macam, yaitu: Impromptu, Manuskrip, Memoriter, dan Ekstempore Pidato Impromptu adalah Pidato yang dilakukan secara tiba-tiba, spontan, tanpa persiapan sebelumnya. Apabila kita menghadiri sebuah acara pertemuan, tiba-tiba kita dipanggil untuk menampilkan, Maka pidato yang kita lakukan disebut Impromptu. Bagi juru pidato yang berpengalaman, impromptu memiliki beberapa keuntungan. impromtu lebih dapat mengunkapkan perasaan pembicara yang sebenarnya, karena pembicara tidak memikirkan lebih dulu pendapat yang disampaikan, gagasan dan pendapat datang secara spontan, sehingga tampak segar dan hidup, dan impromptu memungkinkan terus untuk berpikir. Tapi bagi juru pidato yang masih belum berpengalaman keuntungan diatas tidak akan tampak, bahkan dapat mendatangkan kerugian sebagai gerikut: Impromtum dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah karena dasar pengetahuan yang tidak memadai, Impromptu mengakibatkan penyampaian yang tersendat-sendat dan tidak lancar, gagasan yang disampaikan biasanya acak-acakan dan ngaur, demam panggung. Pidato Manuskrip adalah Pidato dengan naskah. Juru pidato membacakan pidato dari awal sampai akhir. Pidato manuskrip perlu dilakukan jika isi yang disampaikan tidak ada kesalahan. Misalnya ketika kita dimintak untuk melaporkan keadaan keuangan, beberapa pemasukan, dari mana saja sumbernya, dan beberapa pengeluaran serta untuk apa uang dikeluarkan, kita perlu menuliskannya dalam bentuk naskah dan baru kemudian membacakannya. Keuntungan pidato manuskrip yaitu kata-kata dapat dipilih sebaik –baiknya seinga dapat menyampaikan arti yang tepat, pernyataan dapat dihemat , karena manuskrip dapat disusun kembali, kepasihan bicara dapat dicapai karena kata-kata sudah disiapkan, hal-hal yang ngaur dapat atau menyimpang dapat dihindari, manuskrip dapat diterbitkan atau diperbanyak. Kerugian pidato manuskrip yaitu komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung kepada mereka. pembicara tidak dapat melihat pendengar dengan baik karena ia lebih berkonsentrasi pada teks pidato, seinga akan kehilangan gerak dan bersipat kaku. Umpan balik dari pendengar tidak dapat mengubah , memperpendek atau memperpanjang pesan. Pembuatanya lebih lama. Pidato Memoriter adalah Pidato yang ditulis dalam benyak naskah kemudian dihapalkan kata demi kata, seperti anak madrasah menyampaikan nasihat pada acara latihan. Keuntungannya (jika hapal), pidato kita akan lancar. Kerugiannya kita akan berpidato secara datar dan monoton, sehinga tidak akan mampu menarik perhatian hadirin. Pidato Ekstempore adalah Pidato yang paling baik dan paling sering digunakan oleh juru pidato yang berpengalaman dan manhir. Juru pidato hanya menyiapkan garis-garis besar(out-line)dan pokok-pokok bahasan penunjang (supporting points) saja. Tetapi pembicara tidak berusaha mengigat atau menghapalkan kata demi kata Keuntungan pidato ekstempore adalah komunikasi pendengar dan pembicara lebih baik karena pembicara berbicara langsung kepada pendengar atu khlayaknya, pesan dapat fleksibel untuk diubah sesuai dengan kebutuhan dan penyajiannya lebih spontan. B. Menentukan tujuan Ada dua macam tujuan :Tujuan umum dan Tujuan khusus. Tujuan umum pidato biasanya dirumuskan dalam tiga hal: Memberitahukan (Informative), Mempengaruhi (Persuasif), dan Menghibur (Rekreatif) Pidato Informative Pidato tersebut biasanya ditunjukan untuk menambah pengetahuan pendengar. Komunikasi diharapkan memperoleh penjelasan, menaruh minat dan memiliki pengertian tentang persoalan yang dibicarakan. Pidato Persuasive Pidato ini ditunjukan agar oranng mempercayai sesuatu melakukannya atau terbakar semangat dan antusiasmenya. Keyakinan, tindakan dan semangat adalah bentuk reaksi yang diharapkan. Pidato Rekreatif (untuk menghibur). Pidato paling sukar dan diketahui hasilnya. Perhatian, kesenagan dan humor adalah reaksi pendengar yang diharapkan. Bahasanya bersipat enteng, segar dan mudah dicerna.untuk menyampaikan pidato rekreatif, orang bukan saja memerlukan ekting yang menawan, tetapi juga kecerdasan untuk membangkitkan tertawa. 1. Mengembangkan bahasan Bila topik yang baik telah ditemukan, kita memerlukan keterangan untuk menunjang topok tersebu. Keterangan penunjang (supporting points) dipergunkan untuk memperjelas uraian, memperkuat kesan, menambah daya tarik dan mempermudah pengertian. A.R. Sjahab mengembangkan bahasan dengan mengunakan penjelasan contoh dan ilustrasi hipotesis.. Pengembangan bahasan dapat dikelompokan dalam enam macam: 1. Penjelasan Penjelasan yang sempurna selalu menyertakan keterangan penunjang lainnya. Dalam pidato informative, seluruh uraian merupakan penjelasan. Dalam arti terbatas, disini penjelasan berarti keterangan yang sederana dan tidak terinci. 2.Contoh Contoh dapat mengkongkretkan gagasan, sehinga lebih mudah dipahami. Contoh dapat berupa ceritayang terinci dan ini kita sebut ilustrasi. 3.Analogi Anlogi ialah perbandingan antara dua hal atau lebih untuk menunjukan persamaan atau perbedaan. Ada dua macam analogi: harfiyah dan kiasan. Analogi harfiyah (literal analogy) ialah perbandingan diantara objek- onbjek dari kelompok yang sama, karena adanya persamaan dalam beberapa aspek tertentu. Kiasan adalah membandingkan antara manusia dan monyet secara biologis. Objek-objek yang diperbandingkan tidak termasuk kelompok yang sama. 4.Testimoni. Testimono ialah peryataan ahli yang kita kutip untuk menunjang pembicaraan kita. Pendapat itu dapat kita ambil dari pidato, karangan, artikel makalah, laporan dan sebagainaya. Termasuk testimony ialah kutipan dari kitap suci, undang-undang atau hasil sastra. Testimoni dapat dipergunakan untukmmemperlengkap keterangan, seperti ketika kita mengutip ketika kita mengutip penelitian kuncaraninggrat untuk membahas masyarakat desa atau untuk membantu menjelaskan pokok pewrsoalan. 5.Statistik Statistic adalah angka- angka yang dipergunakan untuk menunjukan perbandingan kasus dalam jenis tertentu. Statistic diambil untuk menimbulkan kesan yang kuat, memperjelas dan meyakinkan. 6. Perulangan Perulangan dapat menimbulkan pesan yang kuat, sehinga email dofivat memasukannya sebagai salah satu cara untuk mengerakkan massa. Dalam periklanan, jutaan rupiah dikeluarkan hanya untuk mengulang pesan yang sama. Perulangan bukan hanya sekadar menyebut kembali kata-kata yang telah diucapkan, tetapi juga menyebutkan gagasan yang sama dengan kata-kata yang berbeda. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1..Pengertian Pidato Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu pidato kenagarian, pidato menyambut hari besar, dll. 2.Jenis-Jenis Pidato Impromptu Manuskrip Memoriter Ekstempore 3..Tahap Persiapan Pidato Memilih topic dan tujuan Mengembangkan bahasan Menurut pemakalah (analisis ) pidato dilihat dari tujuan itu tergantung dari tujuan awal orang yang berpidato, namun secara umum telah terdapat dalam makalah kami B.SARAN. Kami telah mencoba merangkai kata-kata sebaik mungkin, Namun sekiranya kalau ada susunan kata yang menyebabkan pembaca yang budiman tersinggung, dengan hati yang jernih Mohon maaf kami minta, seterusnya kami juga berharap banyak kritik dan saran dari saudara/I pembaca, guna untuk meningkatkan penulisan dan isi dari Makalah kami, atas kritik dan saran yang saudara berikan sebelumnya Pemakalah ucapkan ribuan terima kasih, dan semoga hidayah Allah SWT selalu menyertai pemakalah dan pembaca serta membalas semua kebaikan yang telah saudara berikan dengan berlipat ganda amin-amin yaa rabbal ‘alamin..
6/22/2009
Jenis-Jenis Pidato Dilihat Dari Tujuan
MAKALAH RETORIKA Tentang Jenis-Jenis Pidato Dilihat Dari Tujuan Oleh : FIRDAUS BIN MUSA : 207. 079 SYAHIDIN : 207. Dosen Pembimbing : Drs. Zulhasan Latif, M.Ag JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM (KPI) FAKULTAS DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) IMAM BONJOL PADANG 1430 H / 2009 M KATA PENGANTAR Puji syukur marilah sama-sama kita ucapkan kepada Allah swt yang telah melimpahkan rahmat dan nikmatnya kepada kita semua. Salawat beriringan salam kepada junjungan kita dan nabi Muhammad saw yang mana hasil perjuangan beliau dapat kita rasakan sampai saat sekarang ini. Penulis sebagai pemakalah akan mencoba membahas melalui tampilan makalah ini yang berjudul “jenis-jenis pidato dilihat dari tujuan”. Dan penyusunan Makalah ini tidak terlepas dari bimbingan dan arahan dari dosen pembimbing dan tanpa mengeculikan kritikan pedas dari teman-teman. Penulis menyadari bahwa pembuatan Makalah ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Rethorika adalah seni berbahasa salah satu dari pembahasan rethorika adalah pidato, karena pidato bukanlah yang baru maka dari masa kemasa pidato telah mengalami perkembangan, ada yang namanya pidato adat, pidato negara, dan pidato hari besar, akan tetapi dari sekian banyak macam pidato ada beberapa hal yang mempunyai persamaan, salah satu diantaranya ialah tujuannya, karena itu pemakalh merasa tertarik untuk mengangkat judul ini sebagai bahan perkulihan di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah, disamping juga tuntutan dosen yang mengajar. B. Tujuan Dan Kegunaan Sebagai mana yang telah pemakalah kemukakan sebelumnya bahwa tujuan pemakalah menghadirkan pembahasan ini adalah; Sebagai bahan tugas kuliah rethorika Bagaimana kita sebagai orang yang akan berpidato mengetahui persyaratan menjelang tampil. Adapun kegunaan adalah bagaimana ini sebagai bahan rujukan untuk mengetahui sebagian kecil dari tujuan pidato. BAB II PEMBAHASAN JENIS-JENIS PIDATO DILIHAT DARI TUJUAN A.Pengertian Pidato Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu pidato kenagarian, pidato menyambut hari besar, dll. Pidato yang baik dapat memberikan suatu kesan positif bagi orang-orang yang mendengar pidato tersebut. Kemampuan berpidato atau berbicara yang baik di depan publik / umum dapat membantu untuk mencapai jenjang karir yang baik. B.Jenis-Jenis Pidato Berdasarkan pada tidaknya persiapan, sesuai dengan cara yang dilakukan waktu persiapan, kita dapat membagi jenis podato kedalam empat macam, yaitu: Impromptu, Manuskrip, Memoriter, dan Ekstempore Pidato Impromptu adalah Pidato yang dilakukan secara tiba-tiba, spontan, tanpa persiapan sebelumnya. Apabila kita menghadiri sebuah acara pertemuan, tiba-tiba kita dipanggil untuk menampilkan, Maka pidato yang kita lakukan disebut Impromptu. Bagi juru pidato yang berpengalaman, impromptu memiliki beberapa keuntungan. impromtu lebih dapat mengunkapkan perasaan pembicara yang sebenarnya, karena pembicara tidak memikirkan lebih dulu pendapat yang disampaikan, gagasan dan pendapat datang secara spontan, sehingga tampak segar dan hidup, dan impromptu memungkinkan terus untuk berpikir. Tapi bagi juru pidato yang masih belum berpengalaman keuntungan diatas tidak akan tampak, bahkan dapat mendatangkan kerugian sebagai gerikut: Impromtum dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah karena dasar pengetahuan yang tidak memadai, Impromptu mengakibatkan penyampaian yang tersendat-sendat dan tidak lancar, gagasan yang disampaikan biasanya acak-acakan dan ngaur, demam panggung. Pidato Manuskrip adalah Pidato dengan naskah. Juru pidato membacakan pidato dari awal sampai akhir. Pidato manuskrip perlu dilakukan jika isi yang disampaikan tidak ada kesalahan. Misalnya ketika kita dimintak untuk melaporkan keadaan keuangan, beberapa pemasukan, dari mana saja sumbernya, dan beberapa pengeluaran serta untuk apa uang dikeluarkan, kita perlu menuliskannya dalam bentuk naskah dan baru kemudian membacakannya. Keuntungan pidato manuskrip yaitu kata-kata dapat dipilih sebaik –baiknya seinga dapat menyampaikan arti yang tepat, pernyataan dapat dihemat , karena manuskrip dapat disusun kembali, kepasihan bicara dapat dicapai karena kata-kata sudah disiapkan, hal-hal yang ngaur dapat atau menyimpang dapat dihindari, manuskrip dapat diterbitkan atau diperbanyak. Kerugian pidato manuskrip yaitu komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung kepada mereka. pembicara tidak dapat melihat pendengar dengan baik karena ia lebih berkonsentrasi pada teks pidato, seinga akan kehilangan gerak dan bersipat kaku. Umpan balik dari pendengar tidak dapat mengubah , memperpendek atau memperpanjang pesan. Pembuatanya lebih lama. Pidato Memoriter adalah Pidato yang ditulis dalam benyak naskah kemudian dihapalkan kata demi kata, seperti anak madrasah menyampaikan nasihat pada acara latihan. Keuntungannya (jika hapal), pidato kita akan lancar. Kerugiannya kita akan berpidato secara datar dan monoton, sehinga tidak akan mampu menarik perhatian hadirin. Pidato Ekstempore adalah Pidato yang paling baik dan paling sering digunakan oleh juru pidato yang berpengalaman dan manhir. Juru pidato hanya menyiapkan garis-garis besar(out-line)dan pokok-pokok bahasan penunjang (supporting points) saja. Tetapi pembicara tidak berusaha mengigat atau menghapalkan kata demi kata Keuntungan pidato ekstempore adalah komunikasi pendengar dan pembicara lebih baik karena pembicara berbicara langsung kepada pendengar atu khlayaknya, pesan dapat fleksibel untuk diubah sesuai dengan kebutuhan dan penyajiannya lebih spontan. B. Menentukan tujuan Ada dua macam tujuan :Tujuan umum dan Tujuan khusus. Tujuan umum pidato biasanya dirumuskan dalam tiga hal: Memberitahukan (Informative), Mempengaruhi (Persuasif), dan Menghibur (Rekreatif) Pidato Informative Pidato tersebut biasanya ditunjukan untuk menambah pengetahuan pendengar. Komunikasi diharapkan memperoleh penjelasan, menaruh minat dan memiliki pengertian tentang persoalan yang dibicarakan. Pidato Persuasive Pidato ini ditunjukan agar oranng mempercayai sesuatu melakukannya atau terbakar semangat dan antusiasmenya. Keyakinan, tindakan dan semangat adalah bentuk reaksi yang diharapkan. Pidato Rekreatif (untuk menghibur). Pidato paling sukar dan diketahui hasilnya. Perhatian, kesenagan dan humor adalah reaksi pendengar yang diharapkan. Bahasanya bersipat enteng, segar dan mudah dicerna.untuk menyampaikan pidato rekreatif, orang bukan saja memerlukan ekting yang menawan, tetapi juga kecerdasan untuk membangkitkan tertawa. 1. Mengembangkan bahasan Bila topik yang baik telah ditemukan, kita memerlukan keterangan untuk menunjang topok tersebu. Keterangan penunjang (supporting points) dipergunkan untuk memperjelas uraian, memperkuat kesan, menambah daya tarik dan mempermudah pengertian. A.R. Sjahab mengembangkan bahasan dengan mengunakan penjelasan contoh dan ilustrasi hipotesis.. Pengembangan bahasan dapat dikelompokan dalam enam macam: 1. Penjelasan Penjelasan yang sempurna selalu menyertakan keterangan penunjang lainnya. Dalam pidato informative, seluruh uraian merupakan penjelasan. Dalam arti terbatas, disini penjelasan berarti keterangan yang sederana dan tidak terinci. 2.Contoh Contoh dapat mengkongkretkan gagasan, sehinga lebih mudah dipahami. Contoh dapat berupa ceritayang terinci dan ini kita sebut ilustrasi. 3.Analogi Anlogi ialah perbandingan antara dua hal atau lebih untuk menunjukan persamaan atau perbedaan. Ada dua macam analogi: harfiyah dan kiasan. Analogi harfiyah (literal analogy) ialah perbandingan diantara objek- onbjek dari kelompok yang sama, karena adanya persamaan dalam beberapa aspek tertentu. Kiasan adalah membandingkan antara manusia dan monyet secara biologis. Objek-objek yang diperbandingkan tidak termasuk kelompok yang sama. 4.Testimoni. Testimono ialah peryataan ahli yang kita kutip untuk menunjang pembicaraan kita. Pendapat itu dapat kita ambil dari pidato, karangan, artikel makalah, laporan dan sebagainaya. Termasuk testimony ialah kutipan dari kitap suci, undang-undang atau hasil sastra. Testimoni dapat dipergunakan untukmmemperlengkap keterangan, seperti ketika kita mengutip ketika kita mengutip penelitian kuncaraninggrat untuk membahas masyarakat desa atau untuk membantu menjelaskan pokok pewrsoalan. 5.Statistik Statistic adalah angka- angka yang dipergunakan untuk menunjukan perbandingan kasus dalam jenis tertentu. Statistic diambil untuk menimbulkan kesan yang kuat, memperjelas dan meyakinkan. 6. Perulangan Perulangan dapat menimbulkan pesan yang kuat, sehinga email dofivat memasukannya sebagai salah satu cara untuk mengerakkan massa. Dalam periklanan, jutaan rupiah dikeluarkan hanya untuk mengulang pesan yang sama. Perulangan bukan hanya sekadar menyebut kembali kata-kata yang telah diucapkan, tetapi juga menyebutkan gagasan yang sama dengan kata-kata yang berbeda. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1..Pengertian Pidato Pidato adalah suatu ucapan dengan susunan yang baik untuk disampaikan kepada orang banyak. Contoh pidato yaitu pidato kenagarian, pidato menyambut hari besar, dll. 2.Jenis-Jenis Pidato Impromptu Manuskrip Memoriter Ekstempore 3..Tahap Persiapan Pidato Memilih topic dan tujuan Mengembangkan bahasan Menurut pemakalah (analisis ) pidato dilihat dari tujuan itu tergantung dari tujuan awal orang yang berpidato, namun secara umum telah terdapat dalam makalah kami B.SARAN. Kami telah mencoba merangkai kata-kata sebaik mungkin, Namun sekiranya kalau ada susunan kata yang menyebabkan pembaca yang budiman tersinggung, dengan hati yang jernih Mohon maaf kami minta, seterusnya kami juga berharap banyak kritik dan saran dari saudara/I pembaca, guna untuk meningkatkan penulisan dan isi dari Makalah kami, atas kritik dan saran yang saudara berikan sebelumnya Pemakalah ucapkan ribuan terima kasih, dan semoga hidayah Allah SWT selalu menyertai pemakalah dan pembaca serta membalas semua kebaikan yang telah saudara berikan dengan berlipat ganda amin-amin yaa rabbal ‘alamin..
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
00.17
0
komentar
TUNTUTAN GURU
TUNTUTAN GURU Guru yang dapat berperan sebagai pembimbing yang baik tidak akan menimbulkan pertentangan : 1. Mengajar mata pelajaran, yaitu guru yang : a. Dapat menimbulkan minat dan semangat belajar siswa-siswa melalui mata pelajaran yang di ajarkan. b. Memiliki kecakapan untuk memimpin c. Dapat menghubungkan materi pelajaran dengan pekerjaan-pekerjaan praktis. 2. Hubungan siswa dengan guru, yaitu guru yang : a. Dicari oleh siswa yang memperoleh nasihat dan bantuan b. Mencari kontak dengan dengan siswa diluar kelas c. Memimpin kegiatan kelompok d. Memilih minat dalam pelayanan sosial e. Membuat kontak dengan orang tua siswa 3. Hubungan guru dengan guru, yaitu guru yang : a. Menunjukkan kecakapan bekerja sama dengan guru lain b. Tidak menimbulkan pertentangan c. Menunjukkan kecakapan untuk diri sendiri d. Menunjukkan kepemimpinan yang baik dan tidak mementingkan diri sendiri 4. Pencatatan dan penelitian, yaitu guru yang : a. Mempunyai sikap ilmiah objektif b. Lebih suka mengukur dan tidak menebak c. Berminat dalam masalah-masalah penelitian d. Efesien dalam pekerjaan-pekerjaan tulis menulis e. Melihat kesempatan untuk penelitian dalam kegiatan-kegiatan tulis menulis 5. Sikap profesional, yaitu guru yang : a. Sukarela untuk melakukan pekerjaan ekstra b. Telah menunjukkan dapat menyesuaikan diri dan sabar c. Memiliki sifat yang konstruktif dan rasa tanggung jawab d. Berkemauan untuk melatih diri e. Memiliki semangat untuk memberikan layanan kepada siswa, sekolah dan masyarakat. Jadi, dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa guru yang mampu menghadapi tuntutan kualitas adalah guru yang tidak menimbulkan pertentangan. Baik dalam hal mengajar mata pelajaran, hubungan siswa dengan guru, hubungan guru dengan guru, pencatataatau penelitian maupun yang berhubungan dengan sikap profesional. Tetapi sebaliknya guru yang tidak mampu menghadapi tuntutan kualitas adalah guru yang selalu menimbulkan pertentangan atau yang tidak dapat menerapkan hal-hal yang berhubungan dengan tuntutan kualitas tersebut. Model-Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam 1. Model Pembelajaran Glaser Model Pembelajaran Glaser dikembangkan oleh Robert Glaser, ia mengembangkan suatu model pengajaran yang membagi PBM dalam 4 komponen atau tahapan, yaitu : a. Instruktional objektives ialah tujuan pengajaran semua kualifikasi yang diharapkan dimiliki peserta didik bila ia telah selesai mengikuti kegiatan belajar mengajar tertentu. Tujuan harus dirumuskan dalam rumusan yang spesifik dan operasional. b. Entering behavior, bagian ini harus mengambarkan tingkat kemampuan peserta didik sebelum pengajaran dimulai. Untuk ini perlu diadakan pretest. Bagian ini juga harus menjelaskan juga apa-apa yang telah dipelajari oleh peserta didik sebelumnya, kemampuan intelektualnya, kesediaan motivasinya, determinan sosial yang mempengaruhi situasi belajarnya. Dengan demikian kegiatan pretest tidaklah dimaksudkan sekedar mengetahui kemampuan peserta didik sebelum pengajaran dimuali, tetapi mencakup penyelidikan yang lebih luas dari pada pelajaran yang akan diajarkan. c. Intruktional procedure, bagian ini berkenan dengan perencanaan PBM. Bagian ini harus menjelaskan langkah-langakah interaksi dilakukan dalam rangka mencapai tujuan yang telah dirumuskan. Sesungguhnya pada bagian inilah terletak puncak kerumitan pengajaran. d. Performance assesment, yaitu bagian atau tahapan evaluasi untuk mengetahui apakah proses belajar mengajar itu tercapai. Evaluasi dalam model glaser lebih ditekankan pada kegunaan sebagai upaya mencarai keterangan dalam memperbaiki rencana pengajaran, bukan sebagai upaya untuk mengetahui prestasi peserta didik. Hasil evaluasi harus mempunyai nilai yang efektif dan efesien. Model Pengajaran Glaser ini memang dapat dianggap basic (dasar), dengan pengertian dari model ini dapat dikembangkan model-model lain. 2. Model Pembelajaran Unit Unit merupakan suatu kesatuan yang bulat, yang terdiri dari rangkaian bagian-bagian yang bersatu padu dan serasi sebagai seatu metode, unit adalah suatu cara guru mengajukan bahan pelajaran dimana guru bersama peserta didik menentukan bahan pelajaran (dalam bentuk unit) guna dipelajari oleh peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran. Metode ini diciptakan oleh HC. Marison. Dalam metode ini keaktifan guru menyajikan bahan pelajaran dan keaktifan peserta didik dalam belajar dapat diseimbangkan. Metode ini merupakan jalan keluar dari metode yang diciptakan oleh J.F. Herbart dan metode yang diciptakan oleh W.H. Kilpatrick Klan metode Herbart berpusat pada guru yaitu guru yang aktif sedangkan peserta didik pasif. Metode yang diciptakan oleh W.H Kilpatrick yaitu peserta didik lebih aktif dari pada guru. Dengan unit ini guru bersama peserta didik sama-sama merencanakan suatu unit, sama-sama mencari alat-alat yang diperlukan untuk memecahkan masalah-masalah, memberikan penilaian terhadap hasil yang dicapai dan sebagainya (sama-sama aktif). 3. Model Pembelajaran Berprograma Metode Pembelajaran Programa adalah suatu bentuk pembelajaran dengan mempergunakan alat-alat yang bekerja serba otomatis atau kunci-kunci jawaban tertulis yang dibuat sedemikian rupa, sehingga peserta didik dapat mempelajari sendiri bahan-bahan yang telah tersusun secara sistematis yang menyebabkan peserta didik dapat berdialog dengan bahan-bahan tersebut atas tanggung jawab sendiri. Metode ini sebagai cara untuk menngujikan bahan pelajaran sudah mulai dikembangkan pada zaman Socrates. Socrates banyak membimbing peserta didiknya dengan cara berdialog yang mulai dengan fakta yang sederhana, akhirnya dilanjutkan dengan fakta yang agak sulit kemudian sampai kepada satu masalah atau pengetahuan dengan cara sistematis pula. Kemudian dikenal pula di beberapa universitas di Inggris, dimana cara mengajar dengan sistem tutor. 4. Model Pembelajaran Modul Modul adalah satu unit program belajar mengajar yang terkecil. Sifat-sifat khas yang terdapat dalam pembelajaran modul yaitu : a. Modul merupakan unit (paket) pengajaran terkecil dan lengkap b. Modul itu memuat rangkaian kegiatan belajar yang direncanakan dan sistematik. c. Modul memuat tujuan belajar (pengajaran) yang dirumuskan secara eksplisit dan spesifik. d. Modul memungkinkan peserta didik belajar sendiri secara bebas. e. Modul merupakan realisasi pengakuan perbedaan individual, merupakan salah satu perwujudan pengajaran individual. 5. Model Pembelajaran PPSI Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) merupakan salah satu pola dasar mengajar yang telah dipergunakan pemerintah sebagai pola dasar terpilih. Suatu sistem yang dijadikan pola untuk suatu interaksi belajar mengajar untuk suatu waktu tertentu. PPSI dengan sendirinya tidak dapat dipisahkan dari kurikulum yang berlaku, tujuan pendidikan dalam lembaga tertentu dan situasi dimana PBM itu berjalan. Sistem instruksional yaitu suatu kesatuan yang terorganisir, yang terdiri dari sejumlah komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan. Sistem ini terdiri atas beberapa komponen yaitu tujuan pengajaran materi, pengajaran, alal pengajaran, metode pengajaran, kegiatan belajar mengajar dan evaluasi pengajaran. Semua komponen ini harus bisa saling bekerja sama utnuk menciptakan situasi pengajaran yang mengisi perjumpaan guru dan peserta didik atau peserta didik dan guru dalam usaha mencaapi tujuan pengajaran. 6. Model Pembelajaran CBSA Cara belajar siswa aktif adalah cara mengajar dengan melibatkan aktifitas siswa secara maksimal dalam proses belajar baik kegiatan mental intelektual, kegiatan emosional maupun kegiatan fisik secara terpadu. CBSA juga dapat diartikan sebagai aktifitas pelajar sendiri, dimana pola atau sistem pembinaan iklim kegiatan belajar peserta didik tinggi dan aktif serta berhasil dengan baik secara tuntas. Kadar kegiatan yang tinggi dan peserta didik ini tidaklah berarti bahwa kegiatan mengajar guru akan menurun atau berkurang. Sudah barang tentu bahan pengajarannya adalah terprogram sedemikian rupa sehingga bahan tersebut sesuai dan bermanfaat bagi para peserta didik dalam kehidupannya baik sekarang maupun pada masa yang kan datang, sebagai individu dan juga sebagai anggota masyarakat. CBSA ini berdasarkan pola pengajaran yaitu dicari keseimbangan antara kepentingan peserta didik dan kepentingan masyarakat dalam proses belajar mengajar. Cara belajar yang menuntut keaktifan peserta didik dalam belajar serta yang diimbangi oleh kegiatan guru dalam PBM tersebut, maka konsep inilah yang dinamakan cara belajar siswa aktif atau student active learning. Karakteristik dari CBSA sebenarnya keterlibatan individu para peserta didik (pikir dan rasa) dalam kegiatan belajar mengajar yang berkaiatan dengan asimilasi kognitif dalam mencapai pengetahuan (knowledge), pembentukan sikap (attitude) dan ketermpilan (skill) melalui kebiasaan (habit) dan latihan (training). 7. Model Pembelajaran Tuntas Belajar tuntas merupakan model pembelajaran yang dapat dilaksanakan di dalam kelas, dengan asumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta didik akan mampu belajar dengan baik dan memperoleh hasil belajar secara maksimal terhadap seluruh bahan yang dipelajari. Oleh karena itu, maka model belajar tuntas akan terlaksana apabila siswa menguasai semua bahan pelajajran yang disajikan secara penuh dan bahan pengajaran dibetulkan secara sistematis. Dalam proses pembalajaran dimungkinkan bagi guru untuk menetapkan tingkat penguasaan yang diharapkan dari setiap peserta didik dengan menyediakan berbagai kemungkinan belajar dan meningkatkan mutu pembelajaran. Guru harus mampu meyakinkan bahwa setiap peserta didik dapat mencapai penguasaan penuh dalam belajar. 8. Model Pembelajaran Inquiry Inquiry pada dasarnya adalah cara menyadari apa yang dialami. Strategi inquiry memberi peluang kepada peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran. Ia lebih banyak ditantang untuk mencari, melakukan dan menentukan sendiri. Ia lebih produktif, bukan reproduktif. Ia bukan mengulang apa yang pernah disampaikan, kalau perlu ia mencoba mencari sendiri. Fokus pembelajaran adalah pola peserta didik dengan gaya belajarnya. Ia akan mempu meyerap sesuatu, ia akan mau dan mampu mencari sesuatu, ia akan bersemangat mencari sesuatu yang baru kalau semuanya itu sesuai dengan dirinya sesuai dengan gaya belajarnya. Tugas guru dalam konteks ini adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan terjadinya kegiatan pembelajaran. 9. Model Pembelajaran Konstruktivisme Model pembelajaran konstruktivisme memperlihatkan bahwa pembelajaran merupakan proses aktif dalam membuat sebuah pengalaman menjadi masuk akal, dan proses ini sangat di pengaruhi oleh apa yang sudah diketahui orang sebelumnya. Karena itu, dalam setiap kegiatan pembelajaran guru harus memperoleh atau sampai pada persamaan pemahaman dengan peserta didik. Orang selalu belajar dengan cara membuat apa yang dialaminya masuk akal. Kita baru dikatakan telah belajar tentang sesuatu ketika sesuatu itu adalah masuk akal bagi kita. Pembelajaran adalah proses aktif menkonstruksi (membangun sesuatu dalam fijkiran) atau merangkum satu kerangka konsep. Dengan model pembelajaran konstruksi maka peristiwa-peristiwa yang dialami manusia menjadi masuk akal bagi dirinya masing-masing. 10. Model Pembelajaran Problem Solving Problem atau masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Problem solving (pemecahan masalah) merupakan model pembelajaran dimana peserta didik dihadapkan pada suatu kondisi bermasalah. Untuk itu ia harus menemukan sejumlah strategi untuk dapat memecahkan masalah tersebut. Dalam hal ini siswa harus memiliki kemampuan mengaplikasikan hukum-hukum dan mengaitkannya dengan lingkungan kemudian memanipulasinya. Aktivitas memecahkan masalah membutuhkan operasi-operasi kognitif yang kompleks dan abstrak meliputi semua kemampuan belajar sebelumnya. Begitu seseorang belajar problem-problem solving maka ia akan lebih kreatif memecahkan permasalahan hidup yang dimilikinya. Dengan demikian jelaslah bahwa dalam pemecahan masalah (problem solving) terdapat dua pola atau kerangka berfikir kreatif dan berpikir logis.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
00.16
0
komentar
Surat Permohonan Aktif Kuliah
Padang, 09 Juni 2009 No : Istimewa Lamp : 2 Berkas Hal : Surat Permohonan Aktif Kuliah Yth. Bapak Dekan Fak. Syari’ah IAIN Imam Bonjol Padang Di Tempat Assalamu’alaikum, Wr. Wb Dengan hormat. Do’a dan harapan saya, semoga Bapak berada dalam lindungan Allah SWT serta dalam keadaan sehat dan sukses dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Amiin. Saya yang bertanda tangan dibawah ini: Nama : ARIANI ROZA NIM : 307.302 Fakultas : Syari’ah Jurusan : Al Ahwal Asy Syaksiyyah Semester : Empat (IV) Alamat : Bandes Memohon kepada Bapak untuk dapat mengeluarkan surat keterangan aktif kuliah, sebagai syarat untuk beasiswa. Sebagai bahan pertimbangan, berasama ini saya lampirkan syarat-syarat sebagai berikut: 1. Blanko Bank Uang Semester Empat (IV) 2. Formulir pendaftaran ulang semester empat (IV) Demikian surat permohonan ini saya buat, besar harapan saya semoga Bapak dapat mengabulkannya. Atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb Saya yang memohon, ARIANI ROZA BP. 307.302
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
00.15
0
komentar
AMAR MA’RUF DAN NAHI MUNKAR
TUGAS RETHORIKA (NASKAH PIDATO) Tentang AMAR MA’RUF DAN NAHI MUNKAR Oleh : Firdaus bin Musa 207.079 Dosen Pembimbing : 1. Drs. Zulhasan latif. MA 2. Dra. Irta Sulastri.M.Si JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) IMAM BONJOL PADANG 2009 M/1430 H “AMAR MA’RUF DAN NAHI MUNGKAR” Puji dan syukur marilah kita ucapkan kehadirat Allah SWT. yang kasihnya tiada terbilang dan sayangnya untuk yang senantiasa berjuang. Do’a dan keselamatan Marilah kita mohonkan kepada Allah SWT untuk junjungan kita nabi Muhammad SAW, buah hati siti Aminah, belahan jantung siti Khadijah, orang yang terkenal di seluruh Jazirah, terukir namanya dilembaran sejarah, perintis jalan menuju khairu ummah, berupa Allahumma sholli ‘Ala Muhammad’ Wa ‘ala ali Muhammad. Kita sudah sama-sama maklum, dalam kehidupan ini manusia mempunyai keinginan yang berbeda satu sama lain, keinginan ini berbeda dan lahir karena Allah SWT, membekali masing-masing kita nafsu , Namun perlu dicamkan nafsu bagaimana yang Allah inginkan dan nafsu apa yang ada pada diri kita sekarang? Allah SWT Berfirman dalam Qs: Yusuf ayat 53 • • • Artinya Sesungguhnya nafsu itu seluruh menyuruh kepada kejahatan, (Illaa maa ra’himaa rabii) kecuali nafsu yang dirahmati Tuhanku.(Allah SWT ) Hadirin yang berbahagia, Dari ayat ini jelaslah bahwa, Allah SWT tidak memberikan nafsu Mutmainnah secara langsung pada diri manusia, karena itu manusia diberikan akal dan dituntun dengan wahyu untuk memperoleh nafsu Mutmainnah, dan bukan nafsu yang Sayyi ah ( lawwmah ), artinya kita perlu mengarahkan nafsu itu sesuai dengan keinginan Allah SWT, bukan keinginan shetan, dan sejenis taghut lainnya. dari sini kita bisa menarik hikmah bahwa nafsu mendorong kepada kejahatan bila mana kita tidak memakai aturan Allah SWT, akibat dari nafsu ini tidak hanya dirasakan bagi orang yang memperturutkanya, akan tetapi juga berimbas bagi orang yang menyadari bagaimana akibat dari nafsu (orang-orang sholeh ), Maka tugas kitalah yang untuk mengendalikannya, caranya dengan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar, tapi apakah cukup dengan berkutbah dan ceramah saja kita merealisasikannya, tentu tidak, Nah inilah yang akan kita kupas dalam waktu yang singkat ini. Kaum muslimin yang dirahmati Allah, Sebelum kami mengemukakannya terlebih dahulu kami memamaparkan Ilustrasi dari orang yang tidak mau ikut terlibat dalam Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar” Ibarat sebuah kapal yang bertingkat dua, ketika orang yang berada ditingkat satu ingin mengambil air laut, tentu dia harus ketingkat dua dulu , andaikan saja ia berfikir ,Ah Ngapain saya repot-repot ke atas untuk ngambil air, bukankah cukup saya lobangi saja ini, keinginan saya bisa terwujud”, coba kita fikir andaikan ini tidak kita cegah yang jadi korban bukan hanya orang melobangi, akan tetapi juga orang bagi orang yang ada dalam kapal itu semua juga akan merasakan akibatnya, oleh karena itu sebagai orang yang beriman Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar adalah suatu kewajiban bagi masing-masing kita hal ini dipertegas lagi oleh nabi; من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فان لم يستطع فبلسانه وان لم يستطع فبقلبه وذلك اضعف الايمان Artinya Barang siapa melihat kemungkaran, maka ubahlah \ cegahlah dengan tangan (kekuasaan ), kalau tidak kuat (tidak memiliki) dengan tangan (kekuasaan ), Maka cegahlah dengan lisannya, kalau tidak mampu juga dengan lisan (nasihat ), maka ingkari dengan hati, itu adalah selemah-lemah iman (HR Muslim ) Hadits ini mengandung arti bahwa kita tidak boleh bersifat pasif atau berdiam diri terhadap kemungkaran dan kemaksiatan yang ada didepan mata, hadits ini juga mengajarkan orang yang lebih besar peluangnya untuk membasmi secara besar-besaran kemungkaran pertama sekali ialah para penguasa, kalaupun ada individu itu hanya sebatas membenci baik dengan lisan (dengan memberi nasihat ), maupun dengan hati (tidak ikut terlibat dengan orang berbuat munkar ). Kaum muslimin yang dirahmati Allah swt, dalam al-qur’an Allah menjelaskan juga • • Artinya Jagalah oleh kalian siksa Allah yang tidak hanya diberikan kepada orang-orang zhalim saja dari kalian, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah sangat dahsyat siksaan_Nya.(Al-Anfaal :25 ) Juga dalam Qur’an Surat As-Sajdah ayat 21 Allah juga mengingatkan • Artinya; Dan sesungguhnya kami akan merasakan kepadfa mereka orang yang durhakasebagian dari siksa yang dekat (didunia )sebelum siksa yang maha dahsyat (diakhirat )supaya mereka kembali( kejalan yang benar, dan bertobat) Nabi saw bersabda ما من قوم عملوا بالمعا صي وفيهم من يقدر انينكر عليهم فلم يفعل الا يوشك ان يعمهم الله بعذاب من عنده. (الاحياء : ص 304) Tiada sesuatu kaum yang mengerjakan kemaksiatan sedangkan diantara mereka ada yang mampu mencegahnya \melarangnya, maka tidak akan lama lagi Allah swt akan menurunkan siksaan yang menyeluruh kepada mereka semuanya.( kitab Ihya ‘ulumuddin Juz II Halaman 304 ) Hadirin yang terhormat Firman Allah SWT dan hadits nabi tersebut mengandung makna : 1. Apabila Allah menurunkan azab dan musibah tidak hanya kepada orang berbuat zhalim saja, melainkan menyeluruh. 2. Allah akan menurunkan sebagian kecil dari azab-Nya, agar orang yang berbuat maksiat itu menyadari dan bertaubat kepada Allah SWT. 3. Diturunkan azab oleh Allah swt, apabila banyak perbuatan maksiat yang dibiarkan. Jadi saudara-saudara wajar saja Allah swt bertubi-tubi memberikan azab dan musibah kepada kita, karena kita telah membiarkan berlarut-larut kemaksiatan meraja lela, dan yang amat kita sayangkan adalah pemimpin yang tidak mau tahu dengan kemaksiatan ini. Kami menghimbau terutama sekali untuk diri kami pribadi, kemudian karib kerabat dan handai tolan, Marilah sama-sama kita cegah dan hindari kemaksiatan, Mumpung Allah masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, jangan ada lagi dipikiran kita itukan anak si anu, itukan salah si anu, atau aku segan serta alas an-alasan lain, mudah-mudahan pidato ini bisa merubah pola pikir dan perbuatan kita untuk selanjutnya, kami akhiri Wabillahi taufiq walhidayah wassala mu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
00.13
0
komentar
MENCARI CINTA SEJATI
kisah seorang perjaka sedang jatuh cinta pada seorang gadis , gadis itu menyandang gelar ratu kecantikan sejagad sekaligus menjadi primadona dikampus dan bungan desa wajahnya elok seperti bulan purnama dimalam hari, mukanya berseri bukan lantaran pakai kosmetik yang mudah pudar, sorot matanya bagai matahari membakar kulit, bibirnya merekah seperti buah delima,tubuhnya tinggi semampai ,jika berjalan lemah gemulai seperti macan yang sedang kelaparan, senyumnya mempesona yang tadinya mendung menjadi cerah, udara yang tadinya diam menjadi bergerak kencang,air yang mempet diselokan menjadi mengalir,bahkan semut-semut yang ikut berjalan ikut menyaksikan dengan barisan rapi dan teratur,sekejap saja kita mengedipkan mata terasa rugi sekali,sang pejaka benar-benar dibuat kesengsem dan kasmaran,malam harinya tidak dapat tidur bahkan gerak geriknya menjadi salah tingkah ia tidak akan melakukan aktifitas apapun sebelum mendapatkan cintanya, dsang perjaka mulai menunjukkan kepiwaiannyadalam bercinta, segala macam jurus akan ia coba jurus pertama ia menulis surat cinta dengan beribu sususnan tutur kata rayuan maut, ia juga kirim sms dengan kartu yang bermoto”tak hanya bicara” untung tidak dapat diraih malang tidak dapat ditolak ,begitulah pepatah yang dapat menggambarkan usaha sang perjaka, dalam menggaet cinta sang gadis, entah sihir apa yang merasukinya sehingga sang gadis begitu saja menerima cintanya , keduanya sepakat akan bertemu disalah satu kafe ternama diibukota untuk mengikat janji.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
00.12
0
komentar
NILAI DIDIKAN SHUBUH
NILAI DIDIKAN SHUBUH
MADRASAH DINIYYAH AWALIYYAH
AL-JADID PADANG AREA
Nama : Minggu ke :
Kelas :
| No. | Penilaian | Nilai | Keterangan |
| 1 | AKHLAK | | |
| 2 | HAFALAN | | |
| 3 | DISIPLIN | | |
| 4 | SHOLAT BERJAMAAH | | |
| 5 | KERAPIAN | | |
| 6 | KEHADIRAN | | |
| | JUMLAH | | |
Dengan ini kami selaku pihak pengurus MDA Masjid Al-Jadid Padang Area serta jajarannya mengeluarkan Nilai didikan shubuh, oleh karena itu sebagai bukti di bawah ini kami bertanda tangan;
Diketahui Diketahui
Kepala MDA Wali Kelas
……………………… …………………..
Wali Murid Santri
………………………………
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
00.11
0
komentar