9/09/2013

CATATAN FACEBOOKKU BAGIAN V

HATI-HATI GROUP BAND PUNYA MISI YAHUDI DAN NASRANI, MAJUSI

13 Juli 2011 pukul 8:31
beberapa hari yang lalu saya menyaksikan dialog di metro TV, dalam program mata najwa, acara tersebut dialog dengan penyanyi dan group band yang adadi indonesia, dari acara tersebut ada yang perlu direnungkan, dimana ada group band yang sengaja diorbitkan dan di angkat (bloup up) oleh lembaga tertentu dengan syarat mau memakai simbol2 atau atribut2 tertentu, buka2an, terang2an, baik pakaian maupun isi nyanyi (fulgar) cara lainnya dengan mendanai acara2 panggung dan memberikan penghargaan, guna untuk memulai mengatur strategi program jangka panjang dimana ketika penyanyi atau group band tersebut di idolakan, maka mereka akan membuat semacam aksi dukungan terhadap kaum yang termajinalkan (menurut mereka), diantaranya dukungan terhadap homo seksual, lesbian, pemakai narkoba, dan partai tertentu yang pro terhadap aksi mereka, otomatis fans artis atau group band yang diorbitkanpun akan ikut2an sebab mereka menganggap, idola mereka saja telah mendukung apalagi mereka, dan saya khawatir kalau2 diantara kita, family, tetangga kita yang telah masuk pda jebakan tersebut, maka berhati2lah dengan program manis tetapi menjerumuskan, ini hanya sebagai peringatan waspada, sebagai muslim nasihat menasihati itu adalah perintah wajib

MENGENANG ZAINUDIN MZ

6 Juli 2011 pukul 21:38
Ketika saya menonton tausyah Zainudin Mz hari minggu tanggal 03 juli 2011 di TV One, ada kata2nya yang menarik disaat ia berkelakar, dimana ia bilang, sekarang yang din…din…sedang ramai nih, nazarudin, syarifudin, untung zainudin belum? Ini kata2 yang menarik bagi saya pribadi tapi tidak bagi yang lain mungkin, sebab yang dua orang tersebut tersebar berita buruknya, sedang pak zainudin mz dua hari sesudahnya tersebar juga beritanya, namun beritanya tidak sedikitpun yang terdengar akan aibnya, walaupun dimasa ia hidup ada berita tentang aibnya, rupanya hanya fitnah dan alhmadulillah hilang beritanya karena beliau menyikapi dengan bijak, kalaupun benar2 ada khilafnya hal itu wajar karena ia manusia biasa, yang patut direnungkan adalah dua orang yang memakai kata din dibelakang namanya tersebut meski artinya indah tapi tidak jadi jaminan indah pula sikap kesehariannya contoh nyata bisa disaksikan dalam layar kaca,masyarakat pun memandang mereka….sedang meninggalnya beliau (dua hri setelah mengatakan untung zainudin belum), masyarakat terasa sangat kehilangan, hal ini lantaran kiprah beliau semasa hidup yakni dekat dengan umat, konsekwen dengan islam, dan lain2, jadi bila mana kita ingin dikenang walaupun sudah tiada maka sama2 kita mulai berbuat yang terbaik buat agama, itu baru manusia yang memberikan penghargaan, apakah kita tidak menginginkan penghargaan dari allah swt, dan saya salut terhadap tv one yang sering menayangkan akan ceramah dan berita terkait telah wafatnya beliau, namun sering saya saksikan presenter tv one tidak menutup aurat saat yang diwawancarai adalah ustadz atau ulama, seolah-olah tidak menghormati ustadz dan ulama, dan tidak hanya itu pertanyaan yang diajukan terkadang menohok dan memojokkan para ustadz termasuk zainudin mz saat dialog tokoh, yang dalam asumsi saya menyamakan ratakan saja cara bertanya ke ustadz dengan keselebritis, dan Alhamdulillah pagi hari ustadz yusuf Mansur tepatnya tanggal 08 juli 2011 beliau memberikan masukan dengan bijak, hanya saja kita berdo’a semoga pengambil kebijakan di tv apapun menyarankan presenternya untuk menutup aurat,

Terakhir saya ungkapkan buat Almarhum Zainudin MZ
Engkau beringin yang rimbun
Hari panas menjadi terasa sejuk
Karena daun beringinnya yang rimbun
membawa teduh buat hati yang gersang dengan tawa
walaupun kini beringin itu sudah tak lagi memberi keteduhan
namun akarnya masih bisa dijadikan penyubur tanah
dan insya allah walau akar itu tidak sesegar saat ia berdiri kokoh dengan kerimbunanmu
tapi saya yakin ia akan menjadi jembatan tuk mengenangmu

CATATAN FACEBOOKKU BAGIAN III

ANDAI PENUMPANGKU GADIS PENGGENGSI TENTU AKU KAN CEPAT KAYA

14 Juli 2011 pukul 17:09
Seorang sopir angkot berkomentar saat ia mendengar celoteh penumpang ibu-ibu yang berada dibangku belakang, awalnya ada dua orang anak gadis yang sedang menunggu mobil angkot, dari wajahnya ia tidaklah kelihatan terburu-buru, nilai wajahnya diatas delapan, lebih kurang tiga menit ada terdengar dari bangku belakang orang yang menghentikan mobil “kiri ciek da…” sopir angkotpun menghentikan mobilnya, tidak disangka yang turun adalah dua gadis yang baru saja menstop mobil tadi, setelah angkot jalan, ada si ibu-ibu berceloteh, dasar anak gadih kini, dakek itu jo angkot lo…, tiba-tiba sopir angkot menyela, kalau bagi kami buk ancak mah bia capek kayo, bayangkan kalau ado penumpang yang taka itu agak duo puluah urang, lah dapek setoran mah buk, penumpang lainpun tersenyum-senyum mendengar penuturan sopir angkot tersebut, dihari lain ada penumpang gemuk yang men stop mobil, jarak yang akan ia tempuh diujung pemberhentian mobil, namun bangku panjang yang seharusnya bisa teruntuk buat lima orang dengan naiknya dia hanya bisa diisi empat orang, maka sopir angkotpun berkomentar, wah susah kalau dapek penumpang gadang kompor (gendut), bangku yang harus untuk duo urang di pakai untuak inyo surang, ongkosnyo samose untuak surang urang, kalau banyak nan taka iko bisa tekor awak dek nyo mah”
Menarik memang dari dua hal permasalahan yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya, dengan adanya kenyataan yang terjadi dilapangan ini, tentu ada pelajaran yang bisa kita petik sebagai muslim, dalam hal ini saya serahkan saja pada pembaca untuk mengambil kesimpulan masing-masing, dan saya menyajikan ini tidak ada maksud menghinakan ciptaan allah swt, wassalam

TEORI siapa yang SEDANG KITA TELAN

13 Juli 2011 pukul 12:20
TEORI siapa yang SEDANG KITA TELAN, semakin banyak penduduk maka kemiskinan makin meningkat, lalu buru2 kita SYIARkan KB, banyak anak K.O dua anak O.K, sedang nabi sendiri menyatakan"aku senang umatku banyak" dan dalil lain menyatakan setiap anak yang dilahirkan ke muka bumi ini, sudah ada jatah rezkinya dari Allah. Lagi pula, Allah telah menjadikan bumi ini sebagai tempat untuk mendapatkan penghidupan. Bumi memberikan makanan yang sangat berlimpah, bahkan meski untuk 10 kali lipat penduduk bumi yang ada sekarang ini. Teori-teori barat yang umumnya pesimistis dan ketakutan dengan ledakan penduduk, lebih merupakan sebuah politik perang urat syaraf ketimbang menyuguhkan fakta sesungguhnya. Inilah yang selama ini dikritisi oleh para ulama

SALAH SIAPA SIH !!! DIKAMPUS INI

Penulis : Firdaus bin Musa


Istilah mahasiswa adalah istilah yang menunjukkan lebih istemewa ketimbang kata siswa yang melekat pada pelajar SMA, SMP, dan SD (itu menurutku aja lho…), masalahnya kata maha sebelum kata siswa biasa dipakai untuk sang khaliq, sebut saja maha suci, maha agung, dll disitu saya berkesimpulan mahasiswa itu lebih teratas dari telur menetas (ah… kok bawa-bawa telur mentas sih…!)
Namun aku tak tahu dalam aplikasinya dimana sih letak ke istimewaan mahasiswa tersebut, mungkin cerita berikut bisa menggambarkan letak, keistimewaan mahasiswa :
Dalam kampus AaBah (Antah Barantah ) ada beberapa mahasiswa yang kuliah sama dosen, diketahui dosen tersebut super sibuk (asal jangan sibuk ….), ketika mahasiswa ini telah ujian dan menyerahkan tugas akhirnya (tidak jarang skripsi juga demikian, sudah diserahkan, dosenpun tidak begitu menghargai tempat menaruhnya), beberapa minggu kemudian, lalu iapun akan mendaftar ulang pada semester berikutnya, di saat ia melihat nilai yang belajar dengan dosen super sibuk tidak keluar dikantor ketua jurusan, didapati tidak ada, lalu ditanyalah sama dosen super sibuk, dosen super sibukpun pun berkilah dengan mengatakan bahwa tugas dan nilainya lupa ditaruh, sehingga beliaupun menyuruh agar mahasiswa ujian dan membuat tugas kembali, maka mahasiswapun pulang dengan wajah kecewa, disaat menunggu mobil iapun melihat teman2nya berkumpul, maka iapun ikut mancogok an kapalo "ikut bergabung" lalu iapun curhat pada temannya tersebut, ternyata dari beberapa temannya tersebut, juga mengalami hal yang sama, pada dosen yang sama pula lagi, dan mereka beda jurusan, namun kasusnya sama, lalu mahasiswa (yang kecewa tadi) menarik kesimpulan sendiri yakni "Dosen super sibuk, menambah bobroknya Institusi (kayak penelitian skripsi ilmiah aja, pakai menarik kesimpulan segala…) padahal yang salah individu, kenapa yang jelek institusinya, ya gak buk, ya gak pak, iyakan aja dulu pak, biar saya tidak menangis…hi…hi…hi… (mungkin ini ke istimewaan mahasiswa, paling mudah baginya menemukan penelitian baru), kalau pelajar mungkin gak pernah kepikir sejauh itu, semoga dosen-dosen yang membaca tulisan ku ini bisa intropeksi diri, termasuk aku dan mahasiswa juga lho…(wassalam)

SALAH SIAPA SIH !!! DIKAMPUS INI

22 Juli 2011 pukul 11:59
Oleh : Firdaus bin Musa

Istilah mahasiswa adalah istilah yang menunjukkan lebih istemewa ketimbang kata siswa yang melekat pada pelajar SMA, SMP, dan SD (itu menurutku aja lho…), masalahnya kata maha sebelum kata siswa biasa dipakai untuk sang khaliq, sebut saja maha suci, maha agung, dll disitu saya berkesimpulan mahasiswa itu lebih teratas dari telur menetas (ah… kok bawa-bawa telur mentas sih…!)
Namun aku tak tahu dalam aplikasinya dimana sih letak ke istimewaan mahasiswa tersebut, mungkin cerita berikut bisa menggambarkan letak, keistimewaan mahasiswa :
Dalam kampus AaBah (Antah Barantah ) ada beberapa mahasiswa yang kuliah sama dosen, diketahui dosen tersebut super sibuk (asal jangan sibuk ….), ketika mahasiswa ini telah ujian dan menyerahkan tugas akhirnya (tidak jarang skripsi juga demikian, sudah diserahkan, dosenpun tidak begitu menghargai tempat menaruhnya), beberapa minggu kemudian, lalu iapun akan mendaftar ulang pada semester berikutnya, di saat ia melihat nilai yang belajar dengan dosen super sibuk tidak keluar dikantor ketua jurusan, didapati tidak ada, lalu ditanyalah sama dosen super sibuk, dosen super sibukpun pun berkilah dengan mengatakan bahwa tugas dan nilainya lupa ditaruh, sehingga beliaupun menyuruh agar mahasiswa ujian dan membuat tugas kembali, maka mahasiswapun pulang dengan wajah kecewa, disaat menunggu mobil iapun melihat teman2nya berkumpul, maka iapun ikut mancogok an kapalo "ikut bergabung" lalu iapun curhat pada temannya tersebut, ternyata dari beberapa temannya tersebut, juga mengalami hal yang sama, pada dosen yang sama pula lagi, dan mereka beda jurusan, namun kasusnya sama, lalu mahasiswa (yang kecewa tadi) menarik kesimpulan sendiri yakni "Dosen super sibuk, menambah bobroknya Institusi (kayak penelitian skripsi ilmiah aja, pakai menarik kesimpulan segala…) padahal yang salah individu, kenapa yang jelek institusinya, ya gak buk, ya gak pak, iyakan aja dulu pak, biar saya tidak menangis…hi…hi…hi… (mungkin ini ke istimewaan mahasiswa, paling mudah baginya menemukan penelitian baru), kalau pelajar mungkin gak pernah kepikir sejauh itu, semoga dosen-dosen yang membaca tulisan ku ini bisa intropeksi diri, termasuk aku dan mahasiswa juga lho…(wassalam)

CATATAN FACEBOOKKU BAGIAN 2

AKU LELAH DENGAN SEMUA INI

9 Agustus 2011 pukul 15:07
ketika kita merasa sudah selesai dari persoalan yang satu, lalu berharap tidak akan datang lagi persoalan baru, ternyata persoalan baru itu malah begitu menyandung pemikiran, shg kita berkata " aku lelah dengan semua ini" maka kitapun mencari solusinya kesana kemari, ternyata solusinya adalah kekurangan ikhlasnya kita dalam menerima persoalan dan kehendak allah swt, maka coba pegang dada kita seraya berucap, ya allah jika ini beban derita yang engkau titipkan padaku, maka segerakanlah engkau cabut, namun jika engkau masih mengujiku, maka teguhkanlah hambamu dalam memikulnya

TVRI NASIONAL SUDAH BERANI

22 Juli 2011 pukul 11:56
Beberapa bulan ini acara di TVRI Nasional begitu menarik, karena info dan programnya sudah mulai berani, berani maksudnya sudah mulai kritis, tidak seperti sebelumnya yang masih menjadi perpanjangan tangan penguasa semata, seperti adanya berita nasional yang mengkritisi kinerja kabinet bersatu selama dua periode, dialog interaktif dan kajian ke agamaan yang diadakan pagi hari, dan berita internasional terkait bangrutnya amerika (Jum'at jam 08.00. Tanggal, 23/07/2011), lantaran hutangnya sudah diatas batas wajar. Dan masih banyak lagi yang lain, namun ada kekhawatiran kita nantinya, dimana TVRI nasional menjadi televisi komersial (mencari rating tertinggi, dengan mengutamakan menampilan iklan), yang mengeruk keuntungan material, karena TVRI selama ini kenapa acaranya tidak begitu berbobot lantaran minimnya keuangan untuk pengelolaan mata acara yang dianggarkan oleh pemerintah. (Sumber di rahasiakan)
Kita berharap TVRI nasional konsekwen dalam mengisi mata acaranya, yakni mendidik, mencerdaskan, seimbang, dan akurat.
Dan tidak seperti televise swasta demi mengejar rating sudah berani membuat mata acara Fulgar dan menampilkan berita Sara, khusus berita sara banyak televise swasta tidak seimbang dalam memperoleh informasinya, sebab banyak narasumber yang diminta pendapatnya, jika narasumber tersebut dapat menambah islam dan umat islam makin tersudut, contoh kasus penangkapan yang statusnya masih terduga teroris bagaikan batu yang dilempar ke lubuk setelah ditangkap tidak tahu kemana di tempatkan, dan jika tersangka tersebut rupanya tidak terbukti namanya sudah tercemar tidak pernah ditolong klasifikasi, padahal saat penangkapan televise ikut memburukkan citranya, shg dalam pikiran masyarakat setiap yang berjenggot adalah teroris, yang pakai gamis teroris, yang ada pengajian dimesjid dengan halqah teroris, jangan-jangan inilah pemicu kenapa yang dianggap teroris tersebut menjadikan kantor2 tetelevisi sebagai target pem boman berikutnya, wallahu'alam

REMAJA ASET MASA DEPAN, JADILAH KAMU ASET BERHARGA

21 Agustus 2011 pukul 8:22
Fakta membuktikan, tingkatan usia yang disayang oleh kebanyakan orang adalah remaja, demi remaja agar tidak rusak kelak Pemerintah kerepotan membendung dengan aturan dalam rangka mengantisipasi keluyuran, demi remaja agar tidak menjadi sampah masyrakat dimasa depan, dari sekarang disiapkan aturan yang agak mengikat, sebab remaja sekarang adalah pengelola negeri yang akan datang, namun sayang remaja sendiri tidak sayang pada dirinya, malah menjebloskan diri pada perbuatn yang sia2 (pacaran, begadang, nongkrong tak karuan, dan berpariwisata setiap saat)

lalu remaja yang mana yang bisa jadi tumpuan masa depan, kalau sekrang saja waktunya di isi dengan tidak bermakna ditengah kesehariannya, remaja yang bagaimna bisa didambakan, kalau waktunya tak pernah mencerminkan persiapan kemajuan masa depan, andai yang tua bisa melukiskan penyesalannya lewat untaian kata2 telah terbuat satu kita penyesalan setebal ratusan ribu jilid, tapi mereka tak kuasa, kini ia hanya meratapi penyesalan sepanjang hari, lalu maukah remaja sekrang menjad bagiani penambah buku catatan penyesalan.

dana yang dikeluarkan kebanyakan adalah untuk menghindari rusaknya remaja, tapi sayangs eribu kali sayang remaja sudah menajdi komoditi untuk diperjual belikan, baik fisik maupun harga dirinya, mereka mengira harta dan terkenal akan mengekalkan diri dimata tuhan

SEDIAKAN UANG SEBELUM BABUKO BASAMO?

Penulis ; Firdaus Bin Musa

24 Agustus 2011 pukul 22:37
Banyak di antara kita sudah mengenal istilah sediakan payung sebelum hujan, beranjak dari sana sayapun mengambil kalimat lain, tapi lebih kurang sama maksudnya, sediakan uang sebelum berbuka bersama ( BUBAR), babuko basamo sering menjadi ajang untuk menjalin silaturrahmi, sekaligus saling berbagi, begitupun yang kami lakukan selaku mahasiswa semester akhir, rencana berbuka bersamapun direncanakan disalah satu rumah makan dikota padang, menjelang senja (06.00 wib) salah seorang yang mengkoordinir acara berbuka bersamapun saya telpon lantaran saya tidak tahu tempat babuko bersamanya, lalu dikatakan bahwa tempat berbuka bersamanya di……..sesuai dengan perjanjian sayapun sudah sampai ditempat yang dituju, setengah enam sudah berkumpul, padahal waktu itu hujan turun dengan lebatnya, sayapun tetap untuk memenuhi momen-momen berkumpul yang sudah lama tidak kami rasakan semenjak semester akhir habis, agar tempat tidak dipakai semua orang lalu sayapun masuk dan duduk terlebih dahulu.
Hari hujan, hppun habis bateray, keinginan untuk mengontak teman tidak bisa, rencananya sih akan ditanya jadi atau tidaknya berbuka bersama ?
Tunggu menunggu orangpun makin ramai, teman-teman belum juga pada datang, mau keluar nanti diambil bangku sama orang yang baru datang, tidak keluar malu duduk sendiri karena bangku masih kosong samping kiri kanan, persangkaan orang sudah dipesan.
Rupanya lebih kurang tujuh menit menjelang berbuka, saya berinisiatif saja untuk memesan minuman sekaligus sepiring nasi, lantaran tidak datang juga teman sudah satu jam lebih menunggu, saya pura-pura jadi anggota keluarga lain, caranya duduk pada bangku yang dipesan satu keluarga yang terdiri delapan orang, kebetulan ada dua bangku yang kosong, saat datang penjaga rumah makan, makanan apa yang dipesan sayapun bilang, samakan sajalah sama abang itu sambalnya (seolah-olah akrab dengan orang disebelah saya), padahal saya kenal dia saja tidak?
Pada saat saya makan bathin tidak tenang, sebab saya tidak mencek, cukup apa tidak uang yang dibawa? Rypanya setelah diperiksa didalam tas ada uang terselip . hatipun masih dag dig dug, karena merasa cukup apa tidak ya uangnya?
Pengalaman dulu saat jalan-jalan kepayakumbuh ada restoran menjelang padang panjang, saya berhenti makan dengan teman-teman, ternyata dalam aturan restoran tersebut ialah, semua masakan (sambal dan gulai) jenis apapun yang dibuat oleh pihak restoran diantar kemeja makan, nanti mana yang diambil, itu saja yang dibayar, walaupun yang diambil sedikit saja (sesendok kuah gulaisenyo) tetap dibayar, saya dan teman-teman yang tidak tahu aturan tersebut, memakai kebiasaan dirumah, yakni semua masakan yang ada didepan mata diambil semua, walaupun hanya sedikit-sedikit (untuk menghemat bayaran). Al-hasil banyak sambal yang tersisa dalam piring.
Eh ternyata saat membayar kena masing-masing kami 72.000, wah busye…t, restoran apa nih…!, babaiak sangkoselah kata salah seorang teman saya, mungkin dia jarang dapat pelanggan, akhirnya kita dijebak (itu buruak sangko namonyo mah frend sanggah ku dalam hati).
Teringat pengalaman tersebutlah hati saya bertambah jadi tidak menentu saat makan, selesai makan saya duduk sebentar lalu berangkat, rupanya setelah membayar makanan kekasir, bayarannya tidak terlalu mahal seperti yang saya kira, untung saja ya allah, kalau tidak cukup uang apa yang musti saya gadaikan?
Jadi saya kasih tahu pada teman-teman yang membaca tulisan saya ini
1. Saat mengadakan berbuka bersama pastikan dulu tempat
2. Pastikan Jam berapa berkumpul
3. Jangan lupa Membawa uang agak lebih.
4. Dan tanyakan harga dari yang kita pesan sebelum makan, jika tidak ingin terjebak pada peperangan bathin saat makan
Kebetulan saya saat berbuka tidak sempat lagi bertanya, lantaran saya sudah berada ditengah-tengah keluarga saya yang baru.

CATATAB FACEBOOKKU

 Penulis : Firdaus Bin Musa

MUHASABAH

11 September 2011 pukul 8:35
bayangkan jika kita buta, pandangan gelap gulita, bayngkan jika kita tak mampu mendengarkan suara, tak terdengar syahdunya alunan ayat-ayat suci-Nya, bayangkan jika mulut tak mengeluarkan suara, orang sekitar akan mencari teman yang bisa diajak bicara (tanpa menunggu isyarat yang rumit dari kita), lalu tinggallah kita dalam kesendirian, bayangkan jika kita lumpuh bisanya hanya bersimpuh atau mengeluh dikursi roda, bayangkan jika kita buta, tuli, bisu, dan lumpuh...?maka syukurilah apa yang sedang kita miliki, dengan menggunakannya sesuai dengan petunjuk sang maha pencipta (allah swt).

PANTASKAH KITA DIPANGGIL TELAH SUCI KEMBALI?

29 Agustus 2011 pukul 7:53
siapakah yang berhak menyatakan diri kita sudah suci atau belum? hanya allah saja, sedang diri kita bisanya cuma menyadari pantaskah disebut sudah suci, sedang amalan menuju kesucian belum kita lakukan sebanyak mungkin karena allah, idul fitri tidak layak kita dapatkan sebagai hari kemenangan jika kita saja tidak sepenuh hati berjihad melawan hawa nafsyu sebelum ini, namun ini belum terlambat, mari kita isi hari idul fitri, sekedar untuk mempertahankan pahala kita yang masih tersisa, jangan datangi tempat maksiat, apalgi berbuat maksiat
INGAT...!!! shetan selama bulan telah diberi kesempatan untuk mengatur strategi bagaimana menjerumuskan kita kembali, jendral2 shetan sedang mempersiapkan pasukan yang tangguh untuk merusak kita, permainan dan pergi hura2 adalah media ampuh untuk menyedot dosa, sekaligus menghapus pahala kita, sekarang terserah  kita mau atau tidak untuk tidak terjebak pada godaan2 ini, kita tidak tahu saat dan sedang mengapa kita mati, namun perlu di ingat alangkah ruginya kita, jika kita sedang berada ditempat maksiat, melakukan maksiat, inilah yang disebut mati su'ul khatimah, bukan berati kita tidak boleh mencari hiburan, namun ingat allah dan malaikatnya mengawasi kita, jangan lupa sholat, dan hemat saat jalan2, wassalam

APAKAH PUASA KITA PERALIHAN JADWAL MAKAN SAJA?

21 Agustus 2011 pukul 15:39
kesimpulan yang tepat bila kita berhasil mengambil hikmah bahwa puasa mampu memisahkan mana orang yang tamak dan hemat, orang rakus biasanya puasa hanyalah perpindahan waktu makan saja, dari jam 08 pada jam setengah lima pagi, dari jam 12 siang pada jam 06.30 sedang orang yang hemat puasanya lebih berdampak pada pandainya mengatur keuangan didalam bulan ramadhan dan diluar ramadhan, pertanyaannya jika umat islam lebih banyak mengeluarkan uang dalam ramadhan untuk makanan saja apakah tergolong orang yang rakus? jawab saja ya! wallahu'alam

Hati-hati dengan Sebuah istilah!!!

28 Agustus 2011 pukul 8:29
Terkadang kita begitu mudah mencat sesama muslim dengan sebutan teroris, padahal sebuah kata punya maksud dan tujuan, jika kata teroris di kempar kesesama muslim, tepatkah? bisa ya? bisa tidak? namun kenapa kata tersebut sering hanya ditujukan buat orang yang menginginkan perubahan total dalam sistem aturan kehidupan bernegara? dan siapa semula pencetak kata teroris? maka dia juga yang mengendalikannya sesuai dengan maksud dan tujuannya, dan alangkah hinanya seorang muslim yang berani berkata teroris, tanpa melihat alasan mereka berbuat, tanpa menanyakan apakah benar ia pernah melakukan.
kita semua tentu tidak setuju dengan teror menteror, tapi kenyataanya jangankan orang lain, diri sendiri kita teror dengan memasukkan benda tak baikdalam tbuh (rokok), miras, dan sebagainya, kita senangnya menghardik adik, anak sendiri, kita sakiti orang sekitar dengan tindak kita, tanpa alasan yang benar ini adalah sebuah teror perasaan yang sangat lama diobati, makanya wajar jika teror menteror sering terjadi teror, karena sedari dini sudah diajarkan teror menteror (baca: tekanan bathin)