3/19/2016
APA YANG BARU BISA KAMU LAKUKAN
Oleh : Firdaus Bin Musa
Pertanyaan
…apa baru yang kamu bisa buat kampus ? itulah bunyi pertanyaan yang pernah diskusi disaat saya di dunia maya, sejenak kujawab dengan bahasa yg mudah2an benar dimata Allah, yakni Merubah
pandangan masyarakat kampus dalam memandang persoalan yang terjadi sekarang
dalam perspektif islam, kalau diperinci orangnya siapa saja tentu tidaklah
mungkin, bisa jatuh pada ria dan sum'ah, pergerakan disini bukanlah menjadikan
masyarakat hidup dari miskin jadi mapan, hal itu adalh tugas pemerintah
harusnya, tapi dari lupa menjadi lebih mengingatkan kembali yang terlupakan,
sebenarnya arah pertanyaannya antum bagusnya adalah apakah saya mau bergabung
dan sayapun apa baru yang baru bisa saya lakukan? rugi rasanya jika tidak? oh
iya jangan terkotomi dengan fatwa yang sempit,atau curiga mencurigai inilah
yang akan memperlambat pertolongan allah swt, seharusnya kita saling bertatap
muka kemudian mendudukkan semua hal yang mengganjal pikiran, jika tidak mau ya disitulah
awal selama ini kita sering bertanya, seperti bisanya baru apa? apa saja? dll,
mustinya kita saling diskusi , kemudian menggali hukum yang insya allah
memuaskan (sesuai dengan akal, tidak menonjolkan nafsyu, memuaskan hati, dan
terpenting dari itu tidak bertentangan dengan syara')
Muslimah Hizbuttahrir Tetaplah Istiqamah dengan HijabMu (Jilbab) 09/06/2011
saya
begitu salut dengan beberapa orang wanita sebut saja panggilan khusus baginya
adalah akhwat, nisa' atau sebutan yang berbeda lainnya dari istilah yang biasa
dipakai oleh masyarakat indonesia umumnya, padahal itu bahasa arab doang (maaf
ini bukan cari perhatian), dan ada juga yang bilang kata nisa memang kata
panggilan yang istimewa buat wanita, ya begitulah ditengah sulitnya sbg orang
tua agar anaknya menutup aurat, tapi mereka malahan dengan kesadaran sendiri ia
terlebih dahulu menutup aurat, difacebookpun begitu tinggi keinginan untuk
memamerkan wajah (fhoto) hampir2 saja akan menampilkan namun demi menjaga
celah2 orang untuk memfitnah keinginanpun ia tahan, semoga lebih banyak lagi
kebaikannya yang saya tidak tahu, dan allah menilai sebagai keikhlasan, namun
saya sendiri beum mampu sepenuhnya memperlihatkan identitas islam yang
sebenarnya saya tahu tapi belum juga saya praktekkan dalam kehidupan, ya allah
semoga engkau menitipkan buat mereka tokoh yang mulia esok "dibalik tokoh
mulia ada wanita mulia"
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
07.48
0
komentar
DALAM SISTEM KAPITALIS RAKYAT KECILPUN JADI BUAS
Oleh : Firdaus Bin Musa
Pasar
Raya Padang, itulah tempat yg saya lewati beberapa jam 6 lalu , diantara suara
gemerisik pedagang terdengarlah suara lantang yg tak karuan didekat warung
penjual mie pangsit, mendengar suara yg lantang namun tak karuan tsb membuat
saya penasaran, namun sentak saja saat menoleh kesana, saya melihat orang yg
sedang makan mie pada menunduk seolah tak menghiraukan yg sedang bernyanyi,
ternyata yg menyanyi itu adalah anak berkebutuhan khusus sambil memetik gitar dengan penuh percaya diri,
lagu yg dinyanyikannyapun tak karuan, sama sekali tak terdengar jelas lirik yg
ia nyanyikan, apalgi petikan gitarnya, amburadul nampaknya yg diandalkan hanya
keberaniannya, sesaat setelah menyaksikan hal tsb sayapun berfikir barangkali
ada yg mengendalikan anak tersebut sehingga ia mengemis dengan keadaannya.
Ia
yg tak biasa berkeliaran sebab mentalnya seperti itu, kenapa tiba2 ada dipasar
pikirku, ada orang tertentu dibelakangnya, yg jelas ia bukan orang yg
berkebutuhan khusus, inilah yg terjadi jika umat islam dihadapkan sistem
kapitalisme yg ada dipikiran mereka hanya uang dan uang, tak penting itu harus
mengorbankan anak yg cacat mental tsb, barangkali ada yg berkata, kalau memang
keadaannya memang miskin lalu harus gimana? kita musti berfikir lagi, rakyat
indonesia ini miskin atau dimiskinkan, saya yakin untuk kebutuhan pokok jika
memakai sistem yg datang dari islam tidak akan terjadi pengorbanan pada rakyat
yg cacat mental seperti itu, ini adalah akibat tidak mau menjadikan islam
mengatur seluruh aspek kehidupan, akhirnya semua manusia diperbudak oleh harta,
penderitaan demi penderitaan hal yg dianggap derita lo masing2, padahal sebut
saja apa pekerjaan yg tidak dilakukan oleh rakyat indonesia dan umat islam
khususnya, semua pekerjaan sudah dicecar tapi kenapa mereka menderita juga,
karena kesenjangan ini diciptakan oleh sistem kapitalisme, dimana sumber daya
alam dan kepemilikan umum lainnya dikuasai oleh sekelompok orang, pendapatan negara
terbesar hanyalah pajak (pemalakan), Padahal jika kebutuhan pokok dipwnuhi
negara seperti dalam sistem khilafah, maka rakyat hanya mencari kebutuhan
tambahan, namun kini fakta bicara lain, kebutuhan pokok rakyat juga mana
mungkin mendapatkan tambahan.
“KITA DIMISKINKAN ATAU MEMANGMISKIN?”
Oleh
:Yuang Patuih
Ketahuilah bahwa, bila mana kebutuhan
umum dipenuhi negara seperti kesehatan, pendidikan, tempat bekerja (dengan
diberikan tanah untuk usaha) dll (yg sifatnya umum),tentu tidak repot lagi
orang miskin mencari kebutuhan primernya seperti pakaian, makanan, dll, ini kebutuhan
primer musti dipenuhi, kebutuhan yang seharusnya ditanggung pemerintah musti ia
peroleh juga untuk disetor kepihak swasta (BPJS), walaupun dianggap ini program
jaminan pemerintah, padahal ini 100% penipuan, sebab rakyat sendiri yg biayai
dirinya dengan iuran wajib dengan sejumlah uang tertentu (tergantung premi
berapa yg dipilih saat mendaftar), Kita Miskin karena pemalas? Ayo sebut saja
apa pekerjaan yg tidak dilakukan oleh rakyat indonesia dan umat islam
khususnya, semua pekerjaan sudah dicecar tapi kenapa mereka menderita juga,
karena kesenjangan ini diciptakan oleh sistem kapitalisme, dimana sumber daya
alam dan kepemilikan umum lainnya dikuasai oleh sekelompok orang.
Padahal jika SDA ini dikuasai sepenuhnya
oleh pemerintah (sedang asing hanya
sebagai pekerja yg gajinya sesuai ahlinya bukan pemilik sah SDA), tentu ini
akan berefek kebutuhan umum akan lancar,
kini pendapatan negara terbesar hanyalah pajak (pemalakan), ada pula yang
bilang pendidikan rakyat Indonesia rendah, rendahnya karena pemerintah memakai
sistem sekuler yg berbuah pada pendapatan yg sedikit untuk negara, inilah kenapa saya menyebutkan kita
dimiskinkan, Lantaran tanggung jawab pemerintah pada dasarnya juga rakyat
sendiri yang memikulnya, kecuali masalah administratif (surat menyurat). Bukankah
hari ini ada yang gratis? Coba jawab Apa hari ini yang tidak bayar? Uang Masuk Sekolah?
Sekolah mana yg tidak bayar? Biaya masuk sekolah disini dan disitu, bukankah
pendidikan itu punya komponen2 tidak hanya sekedar uang masuk dan tempat
sekolah saja yang mereka butuhkan, tapi juga sarana lain seperti baju, sepatu,
buku dll.
Dalam sistem khilafah jangankan warga
khilafah warga negara lainpun digratiskan pendidikannya dengan syarat negara
asalnya mempunyai perjanjian dengan negara khilafah, misal tidak boleh memungut
devisa masuk dan keluar barang import, tidak membawa ide2 rusak ke negeri
khilafah yang apabila disebarkan akan merusak aqidah seperti sekulerisme,
liberalisme dan sosialisme dll
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
04.31
0
komentar
SAHABAT KENAPA KAMU BERUBAH
OLEH
FIRDAUS BIN MUSA
Alunan waktu terus
berjalan dan ombak terus menerus berkejaran, namun keangkuhanku tak jua sirna
sehinggn orang yang paling dekat dan perhatian padaku awalnya kinipun telah
mulai memalingkan diri, aku tahu aku ini egois, tapi mustikah keegoisanku ini
dibalas dengan tidak bertegur sapa, jelaskanlah sahabat kalu sekiranya bibir
ini telah melukai hatimu, jikalau sikapku tidak menyenangkan hati mu, beri tahu
kesalahanku, apa begitu besarkah kesalahan ku sahabat, sehingga tidak lagi
relung dihatimu menyusupkan maaf dikalbumu untukku.
Aku tak ingin aku
dipanggil sahabat penghianat dan munafik yang hanya memperturutkan keegoisan
dan kepentingan pribadi, aku hanya mencoba mencari jati diri dengan pola
hidupku yang tidak menentu oleh karena itu aku tidak ingin persahabatan kita
terputus karena kesalah pahaman, semua permasalahan itu tentu ada jalan keluar
dan penyelesaiannya, ohhhh sahabat sekali lagi maafkan daku kalau sekiranya
kata-kataku, dan sikapku menyayat hatimu melebihi sayatan sembilu, menusuk
nalurimu melebihi pedihnya tusukan duri, bantulah aku meleburkan keegoisanku,
dengan kritik dan saranmu, jangan kau tambah penderitaan yang bertumpuk sudah
didada sahabatmu ini, dengan sifatmu yang tidak
lagi ramah seperti dulu, aku akan menebus kekecewaanmu dengan berlutut dan bersimpuh dibawah
tanganmu, dan aku berjanji akan berubah untuk masa selanjutnya, pinta dan
permohonanku padamu supaya kamu jangan menjauh dariku, kalau kamu memang belum
siap seutuhnya kembali kepadaku seperti dulu sekali lagi maafkalah sahabatmu,
kamu mungkin tahu bahwa setiap
kelemahan, disitu juga tersimpan kekuatan, Cuma aku belum bisa menggali dimana
sebenarnya kekuatan itu sekarang.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
04.30
0
komentar
SIMPATIKU UNTUK PAPUA
Penulis
: Firdaus bin Musa
Tiba
saatnya negeri ini baru terbuka mata melihat kesenjangan dinegeri timur sana,
sebut saja namanya papua, pertambangan emas yang dikenal terbesar didunia namun
rakyat disana tak mendapatkan nikmatnya hasil tambang emas yang ada, kalau
boleh beristilah nasibmu tak setinggi nilai emas, begitu banyak yang merasa miris
melihat kejadian ini.
Hal
pertama yang patut kita syukuri adalah sudah terbelalaknya mata melihat papua
sebagai icon yang patut diperjuangkan, rakyatnya yang sudah mulai cerdas
memberi harapan akan adanya akan kebangkitan dari berbagai kesenjangan selama
ini.
Disisi
lain ada kekhawatiran banyak kalangan terhadap papua, seperti adanya keinginan rakyat
papua merdeka dari Indonesia, ini menambah
kecemasan berbagai kalangan, pertanyaan-pertanyaan baru muncul dari berbagai tokoh, kenapa ini
bisa terjadi ? padahal anggaran istimewa telah diberikan pada papua? Tidakkah
anggaran tersebut mampu meredam amarah rakyat disana? Adanya gerakan saparatis
yang menginginkan papua lepas dari Negara Indonesia benarkah inisiatif dari
rakyat papua sendiri, atau jangan-jangan ada pihak lain yang menjadi dalang
aksi brutal ini karena dari mana senjata diperoleh oleh rakyat papua, cukuplah
pihak yang berkompeten yang akan menjawab pertanyaan ini dalam hal ini
inteligen dan kepolisian. Dari kejadian ini banyak hikmah yang bisa dipetik,
terkait dengan pemberontakan dari gerakan saparatis yang telah sering terjadi diantaranya,
tiap kali ada pemberontakan secara fisik baru ada perhatian pemerintah terhadap
daerah-daerah tertinggal, hal ini begitu nyata dalam kaca mata orang awam saat
membaca dan menyaksikan berita, sebut saja misalnya aceh, setelah ada gejolak
baru pemerintah memberikan perhatian terhadap negeri tersebut, sekarang papua.
Betapa lemahnya tatanan dan kebijakan yang ada saat ini, jika memang demikian
yang terjadi.
Di
DPR para elit sibuk memperebutkan kedudukan dan jabatan, namun tidak pernah
mereka menyiapkan apa yang akan mereka bawa setelah menjabat sebagai anggota
DPR, modal nekat dan coba-coba sering kali menjadi alasan untuk menemukan sosok
yang benar-benar bisa diandalkan dalam menentukan nasib negeri ini, maka tidak
heran jika dipapua bergejolak lantaran dampak dari kebijakan yang dibuat oleh
DPR tidak membawa visi dan misi rakyat.
Wahai rakyat papua, Demokrasilah biang kerok ketidak adilan ini, karena demokrasi tidak memberikan pemerataan dalam pengaturan, aturan ini pro ke pengusaha, sungguh tidak akan menyelsaikan masalah kalian dengan memisahkan diri dari indonesia
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
04.28
0
komentar
KETIKA JAKARTA DIDIPIMPIN NON MUSLIM KALIMAT SARA KAH INI?
Oleh : Firdaus Bin Musa
Akhir2 ini ada kejadian fenomenal di ibukota negeri
indonesia, yakni penolakan akan Kemimpinan ahok menjadi gubernur, setelah jokowidodo
mengundurkan diri dari kursi gubernur iapun berhasil menjadi presiden, kekhawatiran
ini sebenarnya telah dimulai Bg Haji Rhoma Irama saat menjelang pemilihan
gubernur terjadi juga, saat ia menyampaikan dakwah disalah satu mesjid (Lihat
rekamannya di you tobe), ia dianggap kampanye hitam lantaran membawa sara dalam
politik, akhirnya bg haji Rhoma Irama menjadi bulan-bulanan dalam pemberitaan
beberapa hari pasca pemilihan Gubernur terdahulu, namun berkat kepandaian
partai-partai sekuler dalam melobi-lobi, gubernurpun terpilih atas nama pasangan
jokowidodo dan basuki cahya purnama atau sering disebut jokowi-ahok. Alasan H.
Rhoma Irama, menyampaikan pidato tsb “Muslim tidak boleh dipimpin oleh non
muslim, jokowi orang tuanya kristen meski ia muslim, wakilnya ahok non muslim,
jika jokowi mundur maka yang akan naik ahok, kedua ketika ia kesingapura ada
salah seorang temannya mengatakan, “Hati-hati, jangan sampai jakarta sama
seperti singapura yang awalnya merupakan bagian wilayah melayu (malaysia),
setelah ekonomi dan beberapa bidang dikuasai oleh orang “xxx”, Singapurapun
mendirikan negara sendiri, ini bisa juga terjadi pada jakarta kalau tidak
hati2. Itulah alasan kenapa ia berkata demikian.
Kini ahok (Pendapat penulis: setapak demi setapak telah
menguasai simpul-simpul yang ) akan menjadikan ia dan orang dibelakangnya memiliki
kekuasaan dalam menjadikan “xxx” mendominasi, bawahannyapun diganti yang
tadinya muslim kini tidak, sedang orang2 yang dianggap berseberangan dengan pandangannya
dicerca dengan kata-kata “goblok” termasuk DPR (ungkap ketua FPI Pusat saat
dialog di ILC 14/10/2014 : 20.30) Dengan tema : FPI .........(lupa), ahok
melawan, dalam dialog tersingkap kenapa ahok ditolak, Ia seorang nasrani, sedang
Jakarta (betawi) mayoritas yang ada disana umat islam, dalam islam haram
hukumnya menjadikan non muslim sebagai pemimpin, kedua karena kebijakan ahok yang
selalu memprovokasi umat islam, seperti melarang umat islam menyemblih sapi
dimesjid, dilapangan dan menjual sapi . itu dari pihak FPI, Lain lagi dari
pengamat politik yang katanya penyeimbang (Muslim), Dalam konstitusi negara
kesatuan republik indonesia, siapapun boleh menjadi pemimpin, issue sara jangan
dibawa2 dalam ranah politik, dalam konstitusi dijelaskan bahwa ormas tidak
begitu gampang saja dibubarkan dengan alasan berbuat kekerasan, apalagi aksi
itu terjadi dilapangan, (tambahan saya : kalau gampang2 begitu kepolisian dan
tentara tentu juga bisa dibubarkan, bukankah anggotanya juga pernah berbuat
kekerasan), kalau sudah diluar syarat-syarat keormasan kalau bisa dibubarkan ya
dibubarkan, tapi setelah bubar akan dibuat nama baru, jadi disini perlu
kebijakan pemerintah untuk mengambil sebuah kebijakan.
Maka perlu kebijakan ahok untuk merangkul semua
lapisan masyarakat, termasuk FPI, Karena FPI Merupakan rakyat jakarta juga,
komunikasi itu penting, sehebat apapun pemimpin, jika rakyatnya tidak
dirangkul, maka pemerintah manapun tidak akan mampu menjalankan roda
pemerintahan (mantan gubernur jaketa, sutiyoso).
Komentar Penulis : Wahai kaum muslimin kenapa kini
begitu berani kita kaum muslimin dianggap remeh oleh kaum lain, sebab kita tidak
memiliki pemimpin yang akan menghimpun kekuatan, kekuatan yang dimaksud ialah
kekuatan global dibawah daulah Khilafah islamiyah ( sebab hanya itulah satu2nya
solusi), yang akan membuang sekat-sekat pembelaan kaum muslimin terhadap muslim
lainnya, seharusnya sikap kaum muslimin dengan suara lantang pula mengatakan
bahwa kenapa non muslim kini bisa menguasai simpul-simpul yang akan
mengakibatkan kaum muslimin tunduk dan kagum akan kepemimpinannya, sebab kaum
muslimin lemah dalam pemahaman islamnya, sehingga iapun mengatakan tidak apa2
non muslim mengusainya (memimpinnya), kedua, ini semua tidak lain adalah buah
dari sistem demokrasi yang memberi peluang kepada siapa saja untuk memimpin,
sebab aturan yang dijalankan produksi manusia, bukan syariat Allah, jika
syariat Allah, tentu tidak akan mungkin non muslim mau menjalankannya. Kecuali
setelah ia mengerti islam dan masuk islam, maka jangan anda malu-malu lagi
mengatakan bahwa islam itu solusi dalam setiap persoalan, termasuk dalam
berpolitik, kalau boleh meminjam kalimat imam samudra “wawancaranya menjelang
dieksekusi matinya saat kasus BOM Bali, bagi saya memahami islam yang penting islam
itu maunya apa, itu saja, kalau perempuan disuruh menutup aurat, ya menutup
aurat. Kalau laki2 itu musti memimpin ya mimpin itu namanya islam, kalau
disuruh nikah ya nikah, disuruh jihad ya kita jihad, kalau disuruh berbuat baik
kita ya berbuat baik, ya itulah islam.
Yang dikatakan jihad adalah berperang melawan orang
kafir yang memerangi islam, pengertian ini tidak bisa di otak-atik lagi,
mungkin yang mau ngartiin jihad yang detail lagi ya ustadz, saya nggak ustadz
tapi saya paham (Amrozi)
Selamanya musti ada dalam suatu kelompok yang
berperang dijalan allah, ini sudah ketetapan (janji) dan orang ini mempunyai
sifat-sifat, diantara sifatnya, Allah mencintai mereka dan mereka mencintai
Allah, Dan puncaknya amal adalah jihad fisabilillah, jadi jihad adalah ibadah
yang paling tinggi, tidak ada ibadah yang melebihi jihad mesji haji seribu
kali, sholat seribu kali tidak ada yang ibadah melebihi jihad (Ali Gufron)
Diwajibkan bagi kamu berperang, sedang berperang
itu suatu yang kamu benci, kita benci perang sebenarnya, kita nggak mau perang
sebenarnya, maunya kita sebenarnya tidur, makan, kerja , tidur dan ngumpul sama
anak istri, maunya gitu. islam itu mengajarkan kasih dan sayang, mengajarkan
kesopanan dan budi pekerti dan akhlak mulia, pada masanya islam mengajarkan
pembelaan dan perlawanan. Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan, kalian semua
tahu itu kan, tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan (Imam Samudra)
Kapan lagi kita akan bangkit dari semua yang telah
membuat kita lemah dan dihinakan dimata musuh islam. Yuk kita segerakan
perjuangan ini usai dengan ditegakkan daulah khilafah.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
04.25
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)