3/06/2012
SIMPATI UNTUK PAPUA
Penulis
: Firdaus bin Musa
Tiba
saatnya negeri ini baru terbuka mata melihat kesenjangan dinegeri timur sana,
sebut saja namanya papua, pertambangan emas yang dikenal terbesar didunia namun
rakyat disana tak mendapatkan nikmatnya hasil tambang emas yang ada, kalau
boleh beristilah nasibmu tak setinggi nilai emas, begitu banyak yang merasa miris
melihat kejadian ini.
Hal
pertama yang patut kita syukuri adalah sudah terbelalaknya mata melihat papua
sebagai icon yang patut diperjuangkan, rakyatnya yang sudah mulai cerdas
memberi harapan akan adanya akan kebangkitan dari berbagai kesenjangan selama
ini.
Disisi lain ada
kekhawatiran banyak kalangan terhadap papua, seperti adanya keinginan rakyat
papua merdeka dari Indonesia, ini menambah
kecemasan berbagai kalangan, pertanyaan-pertanyaan baru muncul dari berbagai tokoh, kenapa ini
bisa terjadi ? padahal anggaran istimewa telah diberikan pada papua? Tidakkah
anggaran tersebut mampu meredam amarah rakyat disana? Adanya gerakan saparatis
yang menginginkan papua lepas dari Negara Indonesia benarkah inisiatif dari
rakyat papua sendiri, atau jangan-jangan ada pihak lain yang menjadi dalang
aksi brutal ini karena dari mana senjata diperoleh oleh rakyat papua, cukuplah
pihak yang berkompeten yang akan menjawab pertanyaan ini dalam hal ini
inteligen dan kepolisian. Dari kejadian ini banyak hikmah yang bisa dipetik,
terkait dengan pemberontakan dari gerakan saparatis yang telah sering terjadi diantaranya,
tiap kali ada pemberontakan secara fisik baru ada perhatian pemerintah terhadap
daerah-daerah tertinggal, hal ini begitu nyata dalam kaca mata orang awam saat
membaca dan menyaksikan berita, sebut saja misalnya aceh, setelah ada gejolak
baru pemerintah memberikan perhatian terhadap negeri tersebut, sekarang papua.
Betapa lemahnya tatanan dan kebijakan yang ada saat ini, jika memang demikian
yang terjadi.
Di
DPR para elit sibuk memperebutkan kedudukan dan jabatan, namun tidak pernah
mereka menyiapkan apa yang akan mereka bawa setelah menjabat sebagai anggota
DPR, modal nekat dan coba-coba sering kali menjadi alasan untuk menemukan sosok
yang benar-benar bisa diandalkan dalam menentukan nasib negeri ini, maka tidak
heran jika dipapua bergejolak lantaran dampak dari kebijakan yang dibuat oleh
DPR tidak membawa visi dan misi rakyat.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.34
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar