3/06/2012
PEMBATASAN BBM ANTARA PENGUASA DAN PENGUSAHA
Oleh firdaus bin musa
(Penulis aktif senada)
Beberapa pekan ini pemerintah sibuk mensosialisasikan pentingnya tentang pembatasan
subsidi yang rencananya 1 april 2012 akan dimulai, hal ini
tentu akan menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak, sebab yang digalakkan
adalah pembatasan subsidi kenapa tidak
mencari solusi bagaimana BBM dapat ditingkatkan produksinya dan kenapa
Indonesia yang kaya minyak bumi tidak mampu memenuhi kebutuhan rakyat, pertanyaannya
kemana hasil tambang minyak Indonesia di salurkan selama ini
Detikcom bagi banyak kalangan jawabannya tentu
cukup mudah, yakni lebih dari tujuh puluh persen minyak Indonesia tidak lagi
dikelola atas nama Negara, tapi dikelola oleh swasta, mendominasinya swasta
dalam pengelolaan minyak diyakini ini salah satu penyebab kenapa muncul wacana
pembatasan subsidi atau menaikkan BBM, dan menariknya lagi dengan adanya berita halaman depan
padang ekpress yang terbit hari jum’at
(20/01/2012) menyebutkan bahwa “pengusaha sepakat bbm naik” ini menambah angka
kritik terhadap pembatasan subsidi BBM, sebab disinyalir ini ada hubungannya dengan permintaan
pihak swasta untuk mengurangi subsidi bahkan sampai pada
penghapusan, alasannya cukup mudah, sebab dengan adanya subsidi yang diberikan
pemerintah terhadap rakyat, akan menghambat persaingan swasta dalam meninggikan
harga yang setara dengan harga internasional, selama ini pemerintah menghalangi
untuk menjual minyak keluar negeri lebih banyak namun di sisi lain pemerintah
berusaha untuk menganggarkan agar minyak tidak dijual mahal, sebab dengan
naiknya bahan bakar minyak, berakibat naik pula pada bahan pokok, terutama saat memproduksi dan menyalurkannnya, ini
membuat pihak swasta merasa kurang beruntung dengan kebijakan ini dan pada
akhirnya saat ini pemerintah musti berpihak pada pihak swasta agar minyak
tetap di jalan memproduksi secara maksimal,
ini akibat liberalisasi minyak bumi dan gas yang bisa dikelola oleh swasta
dari hulu hingga hilir.
Sepakatnya
pengusaha agar BBM dinaikkan di banding dibatasi,
menjadi catatan hendaknya bagi politisi yang berpengaruh, sebab ini membawa
dampak yang lebih menzhalimi rakyat, lantaran ada usaha pengusaha untuk mencari
keuntungan yang lebih besar ditengah rakyat menjerit. Seandainya dipenuhi
keinginan ini, tidak bisa dipungiri lagi ini yang berkuasa pemerintah saat ini
atau pengusaha-pengusaha
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.41
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar