9/09/2013
CATATAN FACEBOOKKU BAGIAN VIII
10 Juni 2011 pukul 9:22
ibu...sungguh
aku tak mampu bahagiakanmu,mengurangi beban deritamu, malah sampai hari
ini aku masih menjadi beban mu, padahal sudahlah sembilan bulan engkau
aku siksa dalam kandungan, ditambah lagi usiaku yang sudah hitungan
puluhan tahun, masih menindas dan menganiayamu, sekarang aku jarang
melihat wajah dan senyum kepedihan derita yang engkau hadapi, dan setiap
aku melihat wajahmu yang tiada dapat lagi aku menyebutnya, membuat hati
anakmu ini terharu, do'akan aku mudah2an aku seperti kata pepatah"
dibelakang tokoh mulia pasti ada perempuan mulia"
2 Juni 2011 pukul 11:27
Dakwah untuk SBY dan 2 mantan presiden
Kemaren
adalah hari peringatan pancasila bagi beberapa orang warga indonesia,
dan tingkat nasional tiga presiden memberikan pidato pada hari teraebut,
mereka berwacana bahwa pancasila adalah ideologi indonesia yang harga
mati untuk diterapkan dan dipertahankan bagi seluruh warga indonesia itu
menurut mereka, tapi bukan menurut umat islam yang ideologis, karena
bagi umat islam yang ideologis pancasila hanyalah turunan ideologi
kapitalisme (keberpihakan hanya bagi orang punya banyak uang) yang
mendominasi disana, dan pada pidato tersebut ketiga presiden tersebut
juga menyatakan bahwa tidak ada tempat atau ruang bagi ideologi agama
tertentu (islam) lagi-lagi menurut mereka, ini adalah cara berwacana
yang keliru dalam berkomentar terkait ideologi tersebut, ungkapan
tersebut hanyalah penyambung lidah pengemban ideologi kapitalisme
berkuasa (amerika) yang bertujuan agar tidak ada lagi suara lantang
menyuarakan syari’ah dan khilafah, dan wacana yan disampaikan oleh
presiden dan dua mantan presiden tersebut dalam rangka meredam munculnya
pengemban dakwah baru (pejuang syari’ah dan khilafah).
Untuk itu
sebagai muslim yang baik sebagai seharusnya presiden menyesali telah
melontarkan wacana tersebut tanpa mengetahui pentingnya dan bagaimana
hukumnya bagi seorang muslim tidak menerapkan syari;ah dalam bernegara,
inilah secuplik dakwah saya terhadap presiden dan mantan presiden yang
telah berpidato pada saat peringatan pancasila.
18 Mei 2011 pukul 11:16
aku
mau seperti yang kumau, tapi kutak rela apa yang kumau juga
tersingkirkan lantaran aku menuruti kemauan yang tak patut ku
pertrutkan, aku bukannya bingung, bukan pula mau untuk
berbingung-bingung, hanya saja ada waktuku untuk merenung yang terlihat
seperti orang bingung, aku diam bukannya aku sedang dirundung sedih dan
duka, tapi kucuba untuk tidak banyak bicara dalam rangka menghemat
pahala agar ia tidak dimakan oleh bicaraku yang banyak melontar dosa
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
14.17
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar