9/09/2013
CATATAN FACEBOOKKU BAGIAN III
14 Juli 2011 pukul 17:09
Seorang
sopir angkot berkomentar saat ia mendengar celoteh penumpang ibu-ibu
yang berada dibangku belakang, awalnya ada dua orang anak gadis yang
sedang menunggu mobil angkot, dari wajahnya ia tidaklah kelihatan
terburu-buru, nilai wajahnya diatas delapan, lebih kurang tiga menit ada
terdengar dari bangku belakang orang yang menghentikan mobil “kiri ciek
da…” sopir angkotpun menghentikan mobilnya, tidak disangka yang turun
adalah dua gadis yang baru saja menstop mobil tadi, setelah angkot
jalan, ada si ibu-ibu berceloteh, dasar anak gadih kini, dakek itu jo
angkot lo…, tiba-tiba sopir angkot menyela, kalau bagi kami buk ancak
mah bia capek kayo, bayangkan kalau ado penumpang yang taka itu agak duo
puluah urang, lah dapek setoran mah buk, penumpang lainpun
tersenyum-senyum mendengar penuturan sopir angkot tersebut, dihari lain
ada penumpang gemuk yang men stop mobil, jarak yang akan ia tempuh
diujung pemberhentian mobil, namun bangku panjang yang seharusnya bisa
teruntuk buat lima orang dengan naiknya dia hanya bisa diisi empat
orang, maka sopir angkotpun berkomentar, wah susah kalau dapek penumpang
gadang kompor (gendut), bangku yang harus untuk duo urang di pakai
untuak inyo surang, ongkosnyo samose untuak surang urang, kalau banyak
nan taka iko bisa tekor awak dek nyo mah”
Menarik memang dari dua
hal permasalahan yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita
sebelumnya, dengan adanya kenyataan yang terjadi dilapangan ini, tentu
ada pelajaran yang bisa kita petik sebagai muslim, dalam hal ini saya
serahkan saja pada pembaca untuk mengambil kesimpulan masing-masing, dan
saya menyajikan ini tidak ada maksud menghinakan ciptaan allah swt,
wassalam
13 Juli 2011 pukul 12:20
TEORI
siapa yang SEDANG KITA TELAN, semakin banyak penduduk maka kemiskinan
makin meningkat, lalu buru2 kita SYIARkan KB, banyak anak K.O dua anak
O.K, sedang nabi sendiri menyatakan"aku senang umatku banyak" dan dalil
lain menyatakan setiap anak yang dilahirkan ke muka bumi ini, sudah ada
jatah rezkinya dari Allah. Lagi pula, Allah telah menjadikan bumi ini
sebagai tempat untuk mendapatkan penghidupan. Bumi memberikan makanan
yang sangat berlimpah, bahkan meski untuk 10 kali lipat penduduk bumi
yang ada sekarang ini. Teori-teori barat yang umumnya pesimistis dan
ketakutan dengan ledakan penduduk, lebih merupakan sebuah politik perang
urat syaraf ketimbang menyuguhkan fakta sesungguhnya. Inilah yang
selama ini dikritisi oleh para ulama
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
14.00
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar