1/29/2015
1/13/2015
“ BELAJAR PENGALAMAN DARI PAK MARDI “
Oleh
: Firdaus Bin Musa
Pak
Mardi, itulah sapaan akrab saat kami memanggil beliau, Kami menganggap beliau
sesepuh atau orang yg dituakan dalam pergerakan dakwah disumbar, saat kami
mengadakan pertemuan mingguan dalam rangka evaluasi dakwah, beliau senantiasa
menceritakan pengalaman dakwah lapangan beliau, ada kata2 yg membuat saya
terkesan dari sekian banyak nasihat beliau, catatan tersebut sengaja saya catat
di Hand Phone " Terkadang dakwah secara spontan lebih hebat dari pada
direncanakan " Sekilas memang tidak bisa dipahami, sebab ucapan beliau
tersebut sebelumnya di awali dengan pengalaman yg sudah menjadi kebiasaan
beliau, Bagi saya untuk mengukur ilmu / pemahaman (fikriyah ) tidak ada cara
lain kecuali senantiasa ngontak (diskusi), sebab dengan ngontak kita akan
tertantang untuk menambah ilmu, lantaran
terkadang kita MERASA belum maksimal dalam menjawab pertanyaan lawan diskusi,
IBARAT PISAU AGAR LEBIH TAJAM YA DENGAN DIASAH DIBATU ASAHAN, makanya saya
kadang2 ngontak spontan2 saja, karena itu menurut saya " Terkadang dakwah
secara spontan lebih hebat dari pada direncanakan” misal tatkala saya selesai sholat jamaah, saya
sering bertanya ke ustadz yg ngasih kuliah / ceramah / khutbah, saat itu saya
langsung menyodorkan pertanyaan yg tentunya terkait dengan fikriyah.
Bahkan
terkadang ustadz yg saya ajak diskusi tersebut mengangguk2 takjub akan
penjelasan saya, padahal saya seorang mantan luntang lantuang (bahasa penulis
saja, sebab beliau mengakui selama bujangan sudah banyak pengalaman bisnis jika
di ukur dengan standar kajian selama di hizb umumnya bertentangan 100 % ), hal
itulah kenapa beliau selalu mengarahkan / mengaitkan penjelasan (termasuk berbagi pengalaman kekami)
mungkin ke kontakan beliau juga dibawakan contohnya masalah bisnis, satu hal
lagi yg membuat saya tertarik dengan cerita pengalaman2 beliau dalam medan
dakwah adalah dengan menyodorkan majalah secara gratis ke orang yang beliau
anggap Vokal jika berhasil jadi pengemban dakwah.
Pak
Mardi yg telah berusia lebih dari 50 tahun ini senantiasa aktif dalam kegiatan
dakwah HT Sumbar, padahal kebanyakan dari kami masih berfisik muda, maka saya
secara berpribadi mengatakan beliau orang yang dituakan, setiap rapat beliau
hadir, dalam hal infak jangan dibilang, dalam kontak apalagi, Sedikit Kisah ini
mudah2an memberi semngat kepada yang membaca tulisan ini, terutama pengemban
dakwah sumbar? Harusnya kita ini bagai singa lapar. Tatkala melihat mangsa
tanpa menunggu kata nanti langsung saja memangsa makanan, kita sebagai
pengemban dakwah mangsa kita adalah umat yang tidak mendapat penjelasan tentang
pentingnya khilafah (adi kurniawan saat mengulang penjelasan zair dengan bahasa
penulis).
Evaluasi
pergerakan dakwah itu penting dilakukan setiap saat, sedangkan pebisnis saja
sekali seminggu selalu mengadakan pertemuan dengan karyawannya, diantaranya
membahas berapa untung minggu ini, apa kendala? Dll, apalagi pergerakan dakwah
kita (ustadz ulil bercerita tentang seminar bisnis )
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
02.37
0
komentar
ALASAN BERGABUNG BERSAMA HIZBUT TAHRIR
Jika
Anda memiliki salah satunya, maka Hizbut Tahrir adalah tempat yang tepat untuk
berjuang
1. Saya adalah seorang Muslim |
Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, mengakomodir dan memberikan peluang
untuk menjadi Muslim sejati dengan memberikan materi Islam yang jernih dan
murni.
2. Dulu, saya minder menjadi Muslim |
Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, memberikan kajian luar biasa hingga
bangga menjadi Muslim yang penuh harapan atas kemenangan di masa yang akan
datang.
3. Saya belum siap berdakwah | Hizbut
Tahrir dengan pertolongan Allah, memberikan materi Islam yang akan membakar
semangat kita untuk selalu berdakwah, kapanpun dimanapun.
4. Saya masih banyak dosa | Hizbut
Tahrir dengan pertolongan Allah, memberikan kesempatan dengan kajian, dakwah,
aksi memperingatkan pemerintah dan masih banyak kegiatan dan kebaikan lainnya
yang bisa diraih secara jamaah.
5. Saya ingin berdakwah dengan jamaah
yang benar | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah adalah jamaah yang shohih
baik alasan pendiriannya, cita-citanya, perjuangan dan pergerakannya semua ada
dalilnya.
6. Saya ingin berkorban untuk Islam |
Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, memberikan kajian Islam dan memberikan
makna berkorban untuk Islam tidak sia-sia.
7. Saya percaya agama Islam | Hizbut
Tahrir dengan pertolongan Allah, dengan kajian dan istiqomahnya dalam
berdakwah, memberikan kepercayaan diri yang tinggi dan unggul untuk menjadi
Muslim kaaffah dan rela mati karena Islam.
8. Saya ingin mempelajari Islam
dengan sebenar-benarnya | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, memberikan
materi dan kajian tanpa ada unsur-unsur yang meragukan. Bahkah, seiring waktu
bisa membedakan mana pemikiran sesat dan batil dengan pemikiran Islam yang
murni.
9. Saya ingin hukum-hukum Allah yang
saya pelajari di pesantren bahwa itu wajib untuk diterapkan | Hizbut Tahrir
dengan pertolongan Allah, beserta seluruh kaum Muslim akan menegakkan Khilafah
yang sudah dijanjikan. Khilafah akan menerapkan hukum Allah secara total tanpa
terkecuali.
10. Saya adalah orang yang peduli
dengan Muslim lainnya | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, mengharuskan
anggota dan pendukungnya selalu memikiran dan berkorban agar kaum Muslim
bangkit dari keterpurukan.
11. Saya ingin berdakwah dengan benar
| Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, memberikan peluang untuk selalu
berdakwah di jalan Allah. Semua materi kajian dan kitab bersumber dari Nash
Quran dan Hadits yang qoth’i.
12. Saya tidak ingin berdakwah
sendiri | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, adalah jamaah yang solid dan
kuat di wilayah dan negeri manapun.
13. Saya memimpikan umat Islam
bersatu | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, akan selalu dan terus
istiqomah menyerukan penyatuan umat Islam di seluruh dunia.
14. Saya ingin mimpi itu terwujud |
Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, berada di lebih 40 negara dan
menyerukan Khilafah yang sama dan semua impian yang sama atas kemenangan dan persatuan
Muslim seluruh dunia.
15. Saya tidak ingin umur saya
sia-sia | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, membimbing dengan ikhlas
untuk selalu berjuang walau Khilafah yang dijanjikan sudah tegak.
16. Ilmu saya belum banyak | Hizbut
Tahrir dengan pertolongan Allah, memiliki ratusan kitab yang siap dikaji untuk
bisa dipahami dan diterapkan serta didakwahkan.
17. Saya ingin mengetahui penyebab
kemunduran umat Islam | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, membeberkan
semua fakta yang menyebabkan umat Islam terpuruk, tentu beserta solusi
totalnya.
18. Tapi saya masih muda, bahkan
masih sekolah | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, memiliki anggota dan
pendukung dari kalangan muda, berenergi dan bersemangat. Berjuang bersama dari
kalangan siswa dan mahasiswa.
19. Saya ingin tetap berjuang walau
sudah tua | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, memiliki tempat untuk
setiap usia dan seluruh elemen untuk tetap berjuang dan bersatu demi Kalimah
Allah.
20. Saya cinta dengan Indonesia |
Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, menegakkan Khilafah yang akan
menyatukan seluruh dunia dan memakmurkannya, termasuk Indonesia.
21. Saya ingin kekayaan Indonesia
untuk seluruh rakyat Indonesia, bukan segelintir orang | Hizbut Tahrir dengan
pertolongan Allah, menegakkan Khilafah yang akan mengembalikan hak milik rakyat
yang harus dikelola Negara dan milik pribadi.
22. Saya bukan orang kaya | Hizbut
Tahrir dengan pertolongan Allah, tidak membedakan kaya miskin, tua muda, tenaga
ahli atau bukan; semua sama.
23. Saya orang lemah | Hizbut Tahrir
dengan pertolongan Allah, memberikan kekuatan tentang berpikir, berargument dan
mematahkan pendapat lawan dengan santun dan tentu benar sesuai dalil Quran dan
Hadits yang kuat.
24. Saya ingin menjadi pribadi yang
baik | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, memberikan materi tentang
menjadi pribadi yang unggul baik di mata manusia maupun di hadapan Allah.
Insyaallah.
25. Saya tidak ingin ikut gerakan
yang membuat saya ‘bayar’ | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, tidak
pernah meminta sesuatu kecuali keseriusan dalam berdakwah.
26. Saya ingin bersama gerakkan yang
membawa kemenangan | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, akan memenangkan
perang pemikiran ini hingga Khilafah tegak.
27. Saya ingin Amerika, Israel di
lenyapkan | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, akan menyatukan seluruh
umat Islam untuk menegakkan Khilafah yang memiliki tentara kuat dan mengalahkan
and menundukkan Israel dan sekutunya.
28. Saya ingin Palestine, Al-Aqsho
bebas | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, dengan segera membebaskan
Al-Aqsho sebagaimana mestinya ketika Khilafah sudah dideklarasikan.
29. Saya ingin umat Islam bangkit dan
menjadi umat yang terbaik | Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, melalui
tangan-tangan yang ikhlas berjuang, Khilafah yang dijanjikan akan tegak segera
dan membebaskan seluruh negeri dari cengkraman Kafir Harbiy.
30. Saya ingin pahala yang besar |
Hizbut Tahrir dengan pertolongan Allah, memberikan kesempatan itu terbuka lebar
karena dengan menegakkan Khilafah artinya seluruh hukum Allah akan diterapkan
dan setiap Khalifah memutuskan hukum atas nama Allah, maka ada pahala disitu.
Jika keputusan itu dilaksanakan seluruh umat, maka tak terhingga banyaknya
pahala yang akan kita dapat. Tapi semua harus karena ridlo Allah semata.
Jadi...!!!
Jangan hina keputusanku
Jangan cerca perjuanganku,
Adakah dari semua alasanku
merugikanmu?
Jika tidak ikut berjuang bersamaku,
Paling tidak, jangan halangi
langkahku
Sesungguhnya Perjuanganku juga tuk
KebaikanMU
Jika Gerak Langkahku sedikit mandek,
Kasih nutrisi...
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
02.11
0
komentar
ADA YANG BERPANDANGAN HTI PENYEBAR FITNAH
HTI
yang menyebar bulletin yang isinya mengkritik pemerintah itu :
1. Dakwah dengan cara yang buruk karena membuat umat tidak percaya dengan pemerintah.
1. Dakwah dengan cara yang buruk karena membuat umat tidak percaya dengan pemerintah.
2. Menasihati
penguasa itu ya temui langsung (di depan penguasa), bukan berbicara buruk di
belakang penguasa. Itu namanya ghibah.
Komentar :
Yang
dilakukan HTI itu tidak hanya menyebar bulletin. Kami juga mendatangi para
tokoh pemerintahan satu-satu. Ada yang langsung mengusir kami. Ada yang mau
menerima kami. Dan banyak yang mau menerima kami tetapi tidak mau diexpose.
Lagi pula, bulletin Jum'at di masjid itu sasarannya memang bukan pemerintah,
tetapi ummat. Penguasa itu hanya percaya diri selama mereka merasa ummat ada di
belakangnya. Tetapi bila ummat menarik kepercayaannya, maka penguasa itu akan
kehilangan juga rasa percaya dirinya. Contoh: Soeharto tahun 1998.
Apakah
Rasul cuma menasehati para penguasa Mekkah, terus karena mereka inkar, terus
sudah? Tidak kan? Rasul terus melakukan dakwah untuk memutus mafahami, maqayis
dan qana'ah rakyat terhadap sistem yang berkuasa atas mereka. Rasul
menyampaikan ke ummat ayat-ayat yang mengkritik kebobrokan yang terjadi, apakah
itu soal kemusyrikan, soal anak perempuan yang dikubur hidup-hidup, soal
mengurangi timbangan, soal ashobiyah, dsb.
Menasehati
siapapun selamanya harus menempuh cara yang baik, tidak boleh pakai cara yang
buruk. Menyebar buletin di masjid untuk mengungkap pengkhianatan pemerintah
pada rakyatnya, itu sangat baik, kalau faktanya memang demikian. Rasulullah pun
mengatakan, "Afdholul Jihad kalimatul haq inda sulthonin ja'irin".
Dan kalau ummat menunjukkan sikap terbuka bahwa mereka tidak ridho pada
kebijakan pemerintah, maka pemerintah akan berpikir ulang. Ini dakwah yang
pernah terjadi di masa shahabat, khususnya di masa Umar. Waktu itu ada seorang
wanita yang protes terbuka atas kebijakan Umar membatasi besarnya mahar. Dan
tidak ada shahabat yang keberatan atas methode ini, sehingga ini menjadi ijma'.
Yang penting: tidak boleh ada fitnah, dan apa yang disampaikan itu berdasarkan
data yang akurat.
Ketika
Rasulullah berdakwah di Makkahpun, dia tidak hanya bicara di depan penguasa
Makkah saat itu (yaitu Abu Jahal, Abu Sufyan atau Walid al Mughirah). Dia juga
bicara pada rakyat jelata Makkah (yang menurut istilah Anda: di belakang
penguasa). Dakwah Islam tidak hanya dakwah tentang sosok penguasa, tetapi
tentang sistem yang dipakai berkuasa. Harapannya: rakyat diajak menyadari,
bahwa mereka selama ini diatur dengan sistem yang tidak berasal dari Allah.
Bila mereka makin mantap bahwa haram diperintah oleh sistem dari selain Allah,
maka mereka akan bara' (berlepas diri, dan tidak mendukung) sistem yang rusak
tersebut. Bila arus ini akhirnya sampai pada para pemilik kekuatan yang
menentukan arah politik, maka dengan sendirinya sistem itu akan berubah. Di
dunia ini banyak contoh, di mana penguasanya tetap, tetapi sistemnya berubah.
Sebaliknya, pada sistem demokrasi selama ini, penguasanya berubah, tetapi sistemnya
tetap, dan tetap zhalim. by Ustadz Farid Ma'ruf Keterangan
: Komentar diambil dari komentar2 Ust. Fahmi Amhar di statusnya.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
02.02
0
komentar
REMAJA GLAMOUR
Oleh : Firdaus Bin Musa
JIKA Remaja tidak di berikan pandangan hidup yg benar dengan
cara menjelaskannya terus menerus, maka akan di dapati hal2 seperti GAMBAR ini (Gambar remaja sedang menembak pacarnya didepan teman2 sekolahnya dihalaman sekolah sedang mencium keningnya ),
Semenjak saya ngaji dipikiran saya telah membayang negara khilafah dg sistem
pendidikannya yg tiada tara, yg mana sistem pendidikannya dari semua lini
jurusan dilihat dari sudut pandang
aqidah, shg akan terlahir ilmuwan seperti ibnu sina, al-khawarizmi, Ibnu
Khaldun, dll. Bukan seperti sistem sekuler, semakin tinggi pendidikan, semakin
jauh dari islam, termasuk pendidikan islam sekalipun. jangankan makin cinta
islam, malah makin bingung dengan islam, bagaimana tidak, ajaran islam di
pelajari dari sudut pandang teori barat (Kafir), kurikulum dan buku yg
dipelajari lebih di dominasi rujukannya para pemikir dari aliran Liberal, yakni
Mengandalkan akal semata, dengan alasan Ilmu itu netral. seakan2 ia menganggap
tanpa ada wahyupun sudah bisa mengetahui mana yg halal dan mana yg haram,
padahal tidak ada satupun manusia yg bisa menetapkan halal dan haram tanpa
terlebih dahulu ia bimbing dengan wahyu, karena Halal menurut wahyu al-qur'an
belum tentu baik menurut akal manusia,
sebaliknya yg haram menurut wahyu belum tentu buruk menurut akal manusia. coba
lihat faktanya, miras yg jelas haram menurut wahyu, kenapa manusia masih mengatakan
baik, yg penting menghasilkan (berupa pajak).
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
01.23
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)