3/06/2012
PEMBATASAN BBM ANTARA PENGUASA DAN PENGUSAHA
Oleh firdaus bin musa
(Penulis aktif senada)
Beberapa pekan ini pemerintah sibuk mensosialisasikan pentingnya tentang pembatasan
subsidi yang rencananya 1 april 2012 akan dimulai, hal ini
tentu akan menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak, sebab yang digalakkan
adalah pembatasan subsidi kenapa tidak
mencari solusi bagaimana BBM dapat ditingkatkan produksinya dan kenapa
Indonesia yang kaya minyak bumi tidak mampu memenuhi kebutuhan rakyat, pertanyaannya
kemana hasil tambang minyak Indonesia di salurkan selama ini
Detikcom bagi banyak kalangan jawabannya tentu
cukup mudah, yakni lebih dari tujuh puluh persen minyak Indonesia tidak lagi
dikelola atas nama Negara, tapi dikelola oleh swasta, mendominasinya swasta
dalam pengelolaan minyak diyakini ini salah satu penyebab kenapa muncul wacana
pembatasan subsidi atau menaikkan BBM, dan menariknya lagi dengan adanya berita halaman depan
padang ekpress yang terbit hari jum’at
(20/01/2012) menyebutkan bahwa “pengusaha sepakat bbm naik” ini menambah angka
kritik terhadap pembatasan subsidi BBM, sebab disinyalir ini ada hubungannya dengan permintaan
pihak swasta untuk mengurangi subsidi bahkan sampai pada
penghapusan, alasannya cukup mudah, sebab dengan adanya subsidi yang diberikan
pemerintah terhadap rakyat, akan menghambat persaingan swasta dalam meninggikan
harga yang setara dengan harga internasional, selama ini pemerintah menghalangi
untuk menjual minyak keluar negeri lebih banyak namun di sisi lain pemerintah
berusaha untuk menganggarkan agar minyak tidak dijual mahal, sebab dengan
naiknya bahan bakar minyak, berakibat naik pula pada bahan pokok, terutama saat memproduksi dan menyalurkannnya, ini
membuat pihak swasta merasa kurang beruntung dengan kebijakan ini dan pada
akhirnya saat ini pemerintah musti berpihak pada pihak swasta agar minyak
tetap di jalan memproduksi secara maksimal,
ini akibat liberalisasi minyak bumi dan gas yang bisa dikelola oleh swasta
dari hulu hingga hilir.
Sepakatnya
pengusaha agar BBM dinaikkan di banding dibatasi,
menjadi catatan hendaknya bagi politisi yang berpengaruh, sebab ini membawa
dampak yang lebih menzhalimi rakyat, lantaran ada usaha pengusaha untuk mencari
keuntungan yang lebih besar ditengah rakyat menjerit. Seandainya dipenuhi
keinginan ini, tidak bisa dipungiri lagi ini yang berkuasa pemerintah saat ini
atau pengusaha-pengusaha
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.41
0
komentar
SINOPSIS DAN SKENARIO PALICAK KOPI
OLEH FIRDAUS BIN MUSA
Film
ini memberikan wacana agar alat palicak kopi tetap dipertahankan dengan cara
memodifikasi nya, tayangannya berupa gambaran umum alat tradisional palicak
kopi terdahulu, kemudian menyebutkan komponen-komponen sehingga bisa di contoh
dan dibuat sebagai alat palicak (penggiling kopi) oleh penonton , Setelah
menyebutkan komponen-komponen yang ada pada palicak kopi, lalu diperlihatkan
proses pemakaian dari alat palicak kopi. Warning
…!!! Membaca scenario hendaknya di
iringi dengan melihat tayangan langsung.
“Kata-kata
narator”
Modernisasi telah mengubah
berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk menggunakan peralatan alat
tradisional menjadi alat modern. barangkali diantara alat tradisional tersebut
ialah Palicak kopi, begitulah masyarakat batuang bajawek kanagarian pakan rabaa
utara yang ada dikabupaten solok selatan menyebut alat tradisional ini, alat
ini bermodalkan beberapa bahan saja yang terdiri dari satu potongan pohon kayu
yang bulat, dua klahar kecil, enam kawat, dua puluh delapan paku, beberapa
helai papan, dan empat potongan kayu sepanjang lebih kurang satu meter sebagai
tonggak.
Bagi siapa saja yang melihat alat tradisional ini walaupun hanya sekali, dapat
dipastikan akan berucap begitu mudahnya
pembuatannya, tapi amat disayangkan masyarakat lebih memilih yang ala modern
selain tidak membutuhkan banyak tenaga, kerjanyapun praktis, padahal di sisi kekurangan alat tradisonal ini, sisi
kelbeihannya juga ada, seperti kopi yang di giling dengan alat ini tidak
berkeping-keping, dan tidak menggunakan bahan bakar minyak yang dapat menyedot
dana setiap kali digunakan.
Kalaupun ingin diganti dengan
mesin cara pemutaran sebenarnya juga bisa, kalau ada inisiatif dari masyarakat,
cukup membeli mesin putar penarik roda tersebut.
Sekarang Keberadaan alat
tradisional ini sudah tersingkirkan dengan adanya penggilingan kopi menggunakan
bahan bakar, jadi tidak heran jika jarang alat tradisional ini kita jumpai pada
era modern ini. kalaupun ada sekarang ini bisa dalam hitungan jari saja dapat
kita jumpai ditengah-tengah masyarakat.
Berikut kita saksikan
komponen-komponen dan proses pemakain alat tradisional palicak kopi
Dengan suara narasi, narrator
menyebutkan unsur-unsur yang terdapat pada palicak kopi, menyebutkan kekurangan
alat tradisional ini, serta bagaimana caranya agar ia tetap bersaing dengan
penggiling kopi ala modern
Ini adalah gambaran cara pemutaran,
pemakaian dari alat tradisional yang
diputar oleh anak-anak
(Alex), yang terdiri dari besi.
yang
berputar diantara kayu itu adalah kawat yang sengaja di lilitkan.
Sementara
itu anak-anak memasukkan kopi
(Edil) dan kemudian nanti setelah
dimasukkan akan kita dapatkan hasil kopi bahwa kopi yang tadi dimasukkan bulat
akan terbelah menjadi dua, sekali lagi kita ulangi , bagaimana proses
penggilingannya, ini kita lihat anak-anak menampung biji kopi yang terbelah.
Beginilah
proses penggilingan kopi setelah diambil dari batang.
Agar tidak repot biasanya kopi
ini dimasukkan pakai bak (diangkat edil
dan ifan), pakai bak agar bisa menampung kopi lebih banyak, nanti tidak perlu
lagi tangan satu-satu mengangkut (memasukkan dalam penggilingan), tapi cukup
sekali saja masukkan dalam bak langsung diputar terus menerus, akhirnya kita
akan mendapatkan kopi menjadi terbela, tangan tidak perlu repot lagi kerja bawah
atas, ini hasilnya kopi yang terbelah, setelah digiling.
Alat tradisional palicak kopi
atau penggiling kopi ini, hanya terdiri dari beberapa unsur saja, diantaranya
kayu, besi, kemudian paku, besi dan gulungan besi, dan kayu bulat seperti pohon
yang tebang utuh, kemudian dibuat seperti lingkaran.
Kita saksikan kembali bagaimana
proses penggilingan
// alatnya sederhana sekali, mungkin
barang kali semua orang jika memiliki kopi, dan tidak memiliki mesin bisa
membuat sendiri, alatnya hanya memakai klahar, kawat, kemudian kayu, papan/
Ini bak tadi / kita bongkar kembali,kita lihat satu-satu (komponen alat palicak kopi),
pertama yang terlihat adalah adalah kawat, yang melingkar itu, antara kayu
bulat itu yang sengaja diukir adalah kawat, dan yang saya tunjuk itu adalah
besi, sepertinya besi mobil, lantai bus, kemudian ini adalah kawat, yang
sengaja dililitkan tidak boleh membujur saja, tapi membengkok, cara
pemakaiannya dengan menggunakan paku, sedangkan sandal itu adalah penopang agar
kopi tidak berserakan
Ini
adalah gomok olesan pada klahar agar tidak macet, gomok atau oli bisa juga
dipakai.
Sekarang
kita lihat dari bawahnya, ini adalah tonggak dari alat tradisional yang agak
tinggi, sebab kalau rendah sulit melakukan perputaran.
Ini adalah gulungan besi yang
bisa diputar, agar tangan tidak sakit yang dipasang sekaligus itu kayu bulat
utuh yang berguna agar tidak terlalu memakan kekuatan atau tenaga, sebab
dibantu alat berat
(kayu bulat seperti lingkaran)
Sekarang kita lihat dan saksikan
kembali, ini adalah klahar juga, kini kita lihat dari sisi lain.
ini
besi lantai mobil biasanya. Itu tangan
anak-anak yang memasukkan kopi yang akan digiling, setelah itu anak-anak yang
yang lain memutar terus diputar,
sedangkan tonggak itu hanya dibutuhkan empat buah saja, namun kalau ingin lebih
kuat pakai delapan, anak-anak memasukkan kopi lagi, itulah prsoses penggilingan
kopi yang terdapat disolok selatan batuang bajawek pakan rabaa utara, yang saat
ini sudah mulai hilang, dan berganti memakai mesin, disamping kekurangannya ada
kelebihan palicak ini, seperti kopi saat dilicak / giling dia akan belah dua tidak pecah
seperti menggunakan alat mesin lain, biasanya memakai mesin yang berbahan solar
banyak kopi yang pecah, kemudian ia hitamsetelah dijemur
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.37
0
komentar
SIMPATI UNTUK PAPUA
Penulis
: Firdaus bin Musa
Tiba
saatnya negeri ini baru terbuka mata melihat kesenjangan dinegeri timur sana,
sebut saja namanya papua, pertambangan emas yang dikenal terbesar didunia namun
rakyat disana tak mendapatkan nikmatnya hasil tambang emas yang ada, kalau
boleh beristilah nasibmu tak setinggi nilai emas, begitu banyak yang merasa miris
melihat kejadian ini.
Hal
pertama yang patut kita syukuri adalah sudah terbelalaknya mata melihat papua
sebagai icon yang patut diperjuangkan, rakyatnya yang sudah mulai cerdas
memberi harapan akan adanya akan kebangkitan dari berbagai kesenjangan selama
ini.
Disisi lain ada
kekhawatiran banyak kalangan terhadap papua, seperti adanya keinginan rakyat
papua merdeka dari Indonesia, ini menambah
kecemasan berbagai kalangan, pertanyaan-pertanyaan baru muncul dari berbagai tokoh, kenapa ini
bisa terjadi ? padahal anggaran istimewa telah diberikan pada papua? Tidakkah
anggaran tersebut mampu meredam amarah rakyat disana? Adanya gerakan saparatis
yang menginginkan papua lepas dari Negara Indonesia benarkah inisiatif dari
rakyat papua sendiri, atau jangan-jangan ada pihak lain yang menjadi dalang
aksi brutal ini karena dari mana senjata diperoleh oleh rakyat papua, cukuplah
pihak yang berkompeten yang akan menjawab pertanyaan ini dalam hal ini
inteligen dan kepolisian. Dari kejadian ini banyak hikmah yang bisa dipetik,
terkait dengan pemberontakan dari gerakan saparatis yang telah sering terjadi diantaranya,
tiap kali ada pemberontakan secara fisik baru ada perhatian pemerintah terhadap
daerah-daerah tertinggal, hal ini begitu nyata dalam kaca mata orang awam saat
membaca dan menyaksikan berita, sebut saja misalnya aceh, setelah ada gejolak
baru pemerintah memberikan perhatian terhadap negeri tersebut, sekarang papua.
Betapa lemahnya tatanan dan kebijakan yang ada saat ini, jika memang demikian
yang terjadi.
Di
DPR para elit sibuk memperebutkan kedudukan dan jabatan, namun tidak pernah
mereka menyiapkan apa yang akan mereka bawa setelah menjabat sebagai anggota
DPR, modal nekat dan coba-coba sering kali menjadi alasan untuk menemukan sosok
yang benar-benar bisa diandalkan dalam menentukan nasib negeri ini, maka tidak
heran jika dipapua bergejolak lantaran dampak dari kebijakan yang dibuat oleh
DPR tidak membawa visi dan misi rakyat.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.34
0
komentar
MANA SANGSI SOSIAL BAGI KORUPTOR
OLEH FIRDAUS BIN MUSA
Kayaknya
Mantap Juga wacana Sanksi sosial yang
dilontarkan Oleh Penasehat KPK Abdullah hemahua, yang teruntuk buat para
Koruptor, yakni Sanksi Sosial berupa saat ada undangan apapun bagi para
koruptor,maka tidak boleh dihadiri, jika ada kematian dari pihak koruptor juga
tidak didatangi, bayangkan kalau ini dijalan, ternyata hal ini ditolak oleh semua
partai politik sebab bertentangan dengan HAM, jangan-jangan yang menolak adalah
orang yang ada niat atau sudah tersandung kasus korupsi, kemudian takut jika
ini terjadi pada diri mereka, dalam wawancara tersebut ia juga mengatakan bahwa
selaku penasehat kpk ia berujar bahwa anda (ketua kpk) dipilih oleh rakyat
bukan oleh partai politik, maka pertanggung jawabannya terhadap rakyat, anda bukan alat DPR dan bukan pula titipan
siapa segala macam, pernyataan tersebut di ucapkan oleh Abdullah hehamahua pada
dialog tokoh di tv one (07/12/2011) jam 13.00, partai politik akan mati dengan
sendirinya, jika tidak melayani rakyat dengan baik, uang berpengaruh tapi tidak
menentukan
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.31
0
komentar
PEMUDA RELIGIUS ANTARA DAKWAH DAN REALITA
Oleh Firdaus bin Musa (Anggota
Senada)
ihsan
itulah panggilan akrab yang tidak ada masyarakat kampUng Kamboedja yang tidak
tahu dengannya, meskipun ia kerja sebagai
pembuat sablon pergaulannya yang berkharisma mampu mempromosikan
usahanya, dan ini juga didukung berkat didikan orang tua serta sekolah yang ia
tempuh. Saat ini ia telah mampu
mempekerjakan temannya dua orang, diusianya yang telah dua puluh lima tahun
belum juga ada niat untuk mempersunting gadis-gadis santri yang ada disekitar
nya, padahal sudah banyak teman yang sebaya dengannya telah menikah, bahkan sudah
memiliki anak.
Ihsan merupakan seorang alumni perguruan
tinggi islam, keterampilan yang ia dapat berbekal dari sana, semasa ia kuliah
pada fakultas DAKWAH jurusan KPI, baginya semangat dakwah yang ia dapat
dibangku kuliah serta motivasi dari teman organisasi tidak akan hilang dari ingatannya,
jika siang hari ia bekerja sebagai tukang sablon, sore dan malamnya ia sudah
berada diberbagai tempat pengajian sebagai musyrif.
Pengajian yang ia ajarkan tidak
hanya focus pada materi ibadah mahdah saja, melainkan ia juga menyampaikan
islam sebagai pencerah masalah sosial bagi seluruh manusia, tidak terkecuali bagaimana
pandangan terhadap non muslim. Awal-awal ia berada didesanya tersebut, banyak
orang yang acuh tak acuh, bahkan ada juga diantara masyarakat pada saat itu
yang menganggap ihsan sebagai pembawa ajaran baru, namun berkat kepandaiannya
membahasakan pesan-pesan dakwah ia mampu menghilangkan pandangan buruk masyarakat
tersebut, ditambah lagi dengan tingkah kesehariannya yang baik dimata masyarakat
membuat permintaan masyakat untk mengisi pengajian bertambah meningkat,
bagaimana tidak, masyarat yang tadinya disibukkan dengan bekerja mulai dari jam
07.00 pagi nanti pulang jam 04.00 telah berhasil ia didik dengan semangat
beragama, meskipun bekerja sampai sore tetap seperti biasa, akan tetapi masyarakat
yang dibimbing dalam pengajiannya bekerja lebih optimis dan religius dari
biasa, sesame pekerja sudah mulai berbicara politik, halal-haram, berbicara
bagaimana kita harusnya untuk kemajuan agama, bangsa dan Negara agar tidak
terus dalam kemorosotan akhlak.
Ihsan merupakan figure yang telah
lama dinanti-nantikan oleh masyarakatnya, meskipun ia masih muda belia, tetapi ia
telah menjadi orang yang disegani oleh masyarakatnya, kesederhanaan, penyapa,
murah senyum, dan suka menasihati dimana dan saat kapanpun menjadi ciri
khasnya.
Dari segi fisik ihsan termasuk
orang yang kurang dapat perhitungan harusnya, sebab badan yang pendek dan tidak
bermodal wajah ganteng sudah barang tentu bukan idola gadis santri yang ada
dikampungnya, akan tetapi dengan kesopanan, kemuliaan akhlak dan kepiawaiannya
dalam menyampaikan pesan-pesan islam membuat bunga desa jadi sangat
mendambakannya ia jadi pemimpin rumah tangga, namun lagi-lagi ihsan lelaki yang
pandai menjaga diri dan teliti dalam menentukan pilihannya, amalan ibadahnya
yang senantiasa terus ia praktekkan, banyak dicontoh oleh daris (murid) yang ia
asuh, seperti puasa sunnah, shalat tahajut, baca qur’an sesudah magrib dan
shubuh, membaca buku sesudah shubuh, menyisihkan uang untuk sedekah,
bersih-bersih rumah dan lingkungan setiap jum’at pagi yang dalam istilah ihsan
disebut JUMPA BERLIAN (jum’at pagi
bersihkan lingkungan) sudah membudaya dalam kesehariannya, tidak kalah
pentingnya ia menjadikan mesjid bagai rumah aktivitasnya diluar kerja
sablonnya, mulai dari sholat jamaah, diskusi, mengajar anak-anak, mengajarkan
computer (laptop yang ia punya sebagai media satu2nya), membaca buku pustaka, mengumpulkan
pemuda-pemudi yang punya bakat untuk seni kaligrafi, seni tarik suara, seni
lukis, membordir, seni merangkai bunga, membuat perhiasan, dan lain-lain.
Sungguh akupun menghayal
mendengar cerita kebaikan dan kharismatiknya, andaikan aku juga menjadi seperti
dia, tentu tidak hanya aku yang akan senang, Allah dan orang tua kupun tentu akan
jauh lebih senang, sebab ciri khas manusia terbaik adalah disisi Allah adalah
yang beramar ma’ruf dan mencegah kemungkaran, itu telah ia dapatkan.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.28
0
komentar
YUK BELAJAR IKHLAS
OLEH FIRDAUS BIN MUSA
Alasan kenapa saya ingin belajar ikhlas dan tidak banyak neko2
saat apa yang dibebankan sama saya saya terima dengan senang hati, terus terang
masalah ikhlas adalah perkara yang rumit dan sulit untuk dibahasakan dalam bahasa
lisan dan tulisan, sebab perkara ikhlas hanya sipelaku dan allah swt saja yang
megetahui, karenanya kalaupun saya jelaskan, takutnya saya sudah mulai beranjak
dari orang yang telah belajar ikhlas menjadi ria, dari itu sebelumnya saya
minta maaf dan moho ampun kepada allah agar terjauh dari ketidak ikhlasan
kepada allah swt
Mengajar.
Salah satu yang menjadi ladang untuk belajar ikhlas bagi saya
adalah melalui mengajar, sebab mengajar banyak tantangan yang dapat merobohkan
dan membuat kita mundur dalam pertarungan untuk belajar ikhlas, dengan banyak
tantangannya inilah yang memicu saya untuk mencoba meraih nikmat ikhlas, murid
nakal, gaji yang tidak sewajarnya, dan guru-guru lain yang iri, dengan ikhlas sebuah
masalah bias menjadi niklamat jika ditanggapi dengan benar, diantara nikmat ikhlas
saat mengajar bagiku seperti akan membuat aku berfikir bahwa ini salah satu bagian
dari pertarungan melawan godaan dan terus mencari jawaban tentang bagaimana
strategi untuk menyatu dengan murid sehingga apa yang ingin kita sampaikan
sesuai dengan target dan tujuan, menjadi guru yang baik, mengajar melatih
kesabaran dan rasa bosan, semakin sering kita menghadapi persoalan semakin mahir
kita dalam merakit perahu layar yang akan menghadapi tingginya gerakan air laut
yang mengombang ambing kita saat ditengah laut yang deras disertai hujan lebat
beriring badai angin topan yang begitu dahsyat.
Tinggal dimesjid.
dulu aku tinggal di kos, tinggal dikos aku rasakan kemandirianku
memang terlatih, sebab apa yang aku inginkan selalu aku sendiri yang melakukan,
kalau tidak mau ya…? kubur saja keinginan tersebut, kalau kita membuat sambal
atau kue, kita mesti siap2 untuk berbagi dengan teman-teman yang tentu juga
menginginkan apa yang kita inginkan,maka lebihkanlah membuatnya, jika pelit,
kita tentu akan datang pula masa akan kekurangan, bukankah kita akan meminta
bantuan pula sama teman-teman saat tidak memiliki apa2 yang kita butuhkan, maka
persoalan kikir, berbohong, dan perlakuan dikucilkan banyak sedikit sudah aku
rasakan selama jadi anak kos.
Tinggal dimesjid, pengalaman yang sama juga aku rasakan, namun ada
tantangan lain, yakni ditambah lagi adanya pertanyaan bagaimana menjadi orang
yang bertanggung jawab terhadap suatu tugas (kebersihan mesjid, tikar, kamar
wudhu’, air bak, menghidupkan tipe menjelang waktu sholat masuk, menjadi imam,
muadzin, dan siapkan telinga tebal saat
ada ketelodoran yang dilakukan, kemudian akan ditegur oleh jamaah, kita tahu
sama tahu jamaah tidak semuanya cara menegur itu menyenangkan, siap tahan
kritik dari jamaah mesjid walaupun pahit terasa dihati.
Dan factor lain, betapa mendominasinya anggapan, bahwa orang yang
tinggal dimesjid (gharin) statusnya rendah dalam pandangan pergaulan, saat
ditanya dimana tinggal maka yang tinggal dimesjid dengan suara minder ia akan
menjawab di mesjid, bahkan ada yang berbohong karena minder jika diketahui ia
tinggal dimesjid, bagiku awalnya perasaan itu juga terasa, namun al-hamdulillah
dengan tinggal dimesjid saya sudah mulai terlatih untuk menghadapi tantangan
itu, meskipun belum sekebal yang saya harapkan, tinggal dimesjid jika
motivasinya tidak uang ini akan membawa pengaruh terhadap sikap seseorang dalam
menempatkan dunia dan akhirat, yang dimaksud membawa pengaruh adalah, biasanya
seorang yang tinggal dimesjid rasa bertuhan akan lebih tinggi, karena ia akan
berpendapat bahwa ia adalah seorang imam sholat, yang musti menjadi ikutan yang
tidak hanya disaat mengimami sholat, kedua ia
selalu, minimal sekali seminggu mendapat siraman rohani dari ustadz,
ibarat batteray handphone, kalau sudah lemah di cas lagi, dan lain-lain
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.20
0
komentar
PENTING UNTUK DIBACA BAGI MAHASISWA
Pengantar Buku Ku
FIRDAUS BIN MUSA
Buku yang ada ditangan anda ini berjudul ”biar secercah asal
tercerah”, adalah sebuah kumpulan tulisan sederhana anak kampuang yang
menyadari pentingnya penggugahan jiwa terhadap mahasiswa / I baru, agar mereka menyadari keberadaan mereka
dikampus mestinya bagaimana dan buat apa?
Setelah anda
membuka helai demi helai halaman mulai dari halaman pertama hingga habis,
disana terangkum tulisan yang kebanyakan berisi pengalaman, motivasi, serta
nasihat berharga demi menapaki perjalanan hidup selama didunia kampus.
Sebagai mahasiswa suka mengkritik
teman dan dosen itu adalah hal yang lumrah, terhadap teman dianggap saja
sekedar berbagi ilmu, terhadap dosen dianggap sebagai masukan agar lebih
berkwalitas, tapi anehnya dosen terkadang begitu cuek dengan masukan yang
diberikan mahasiswa, setidaknya buku yang ada ditangan anda adalah tuntunan
agar mahasiswa menjadi kritis tanpa anarkis, mampu menganalisa tanpa musti
menghilangkan idealisme.
Berbagai hal yang terkait dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa/I
dirangkum dalam buku sederhana ini, bukan berbangga diri atau ujub, akan merasa
rugi rasanya seorang mahasiswa/I baru tidak memiliki sekaligus membaca buku
ini, minimal dipinjam milik perpustakaan, sebab sekali penulis ingatkan, isi
buku sarat dengan liku-liku mahasiswa/I baru, akhir kata penulis berharap pada
semua pembaca, agar ada planning setelah membaca buku ini. wassalam
Bukunya tidak diperbanyak, karena hanya hanya untuk wakaf difakultas dakwah saja rencananya, kalau jadi nanti bisa dilihat diperpustakaan DAKWAH IAIN IMAM BONJOL PADANG
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.14
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)