
11/13/2012
Metode Dakwah Dalam Islam

Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat disimpulakan bahawa metode dakwah
dilakukan berdasarkan pada obyek mad’u (sasaran dakwah). Jika mad’u itu dari
golongan orang yang mengetahui maka perlulah penjelasan yang terperinci dan
tegas besertakan dalil yang lengkap. Jika mad’u dari golongan orang yang kurang
memahami Islam yang sebenarnya maka barulah digunakan cara yang lembut. Akan
tetapi jika mereka itu telah memeluk Islam maka tidak boleh lari dari apa yang
diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya karena itu adalah tuntutan agama.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu prinsip utama
yang fundamental dalam ajaran Islam adalah “lakum dinukum waliyadin” memberikan
pilihan kepada setiap umat manusia untuk menentukan urusan agamanya (menjadi
muslim atau orang kafir). Namun seseorang dituntut bila menjadi Muslim maka
hendaklah bersyukur serta tunduk dan patuh akan ketentuan Allah SWT. Hal ini
sebagaimana secara tegas dinyatakan dalam al-Qur’an surah al-Insaan: 3: “Sesungguhnya
Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur, ada pula yang
kafir”.
Bahkan ketika Rasulullah SAW. memiliki keinginan kuat agar
setiap orang beriman kepada Allah SWT, menjadi Muslim yang baik, dan bila perlu
dengan pemaksaan dan tekanan, maka Allah SWT. langsung mengingatkannya, dengan
firman-Nya dalam Surah Yunus: 99-100: “Dan jikalau Tuhanmu menghendaki,
tentulah beriman semua orang yang ada di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu
(hendak) memaksa supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? Dan
tidak ada seorang pun akan beriman kecuali dengan izin Allah dan Allah
menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.
Juga firman-Nya dalam Qur’an Surah Al Baqarah: 256: “Tidak
ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang
benar dari jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut
dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang teguh kepada
tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha
mengetahui.”
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
06.44
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar