2/02/2016

KEKHAWATIRAN YG TAK BERKESUDAHAN


Oleh : Firdaus Bin Musa

Saya khawatir Polisi dan Tentara menjadi Alat negara untuk dibenturkan dengan Rakyatnya atas nama menjaga keamanan dan kestabilan negara serta memuluskan kebijakan pemerintah, padahal banyak kebijakan Pemerintah yg amat sangat bertentangan dengan Islam dan Kemaslahatan Rakyat, seperti rela membiarkan asing menguasai Tanah indonesia dengan membangun tempat pariwisata, membangun pertambangan, serta bentuk kerja sama lain, di sisi lain tanah yg mereka gunakan itu telah lama dipakai rakyat, telah lama ditempati rakyat, telah pula dijadikan tempat bercocok tanam, bahkan ada sertifikatnya, namun karena investor telah diajak, maka rakyat kecilpun digusur, karena kalah dipersidangan, seharusnya sebagai pelayan rakyat berfikir bagaimana rakyat juga dapat tempat tinggal (dengan difasilitasi) tapi keberpihakannya lebih kepada pengusaha (asing) maka rela rakyatnya diusir dengan menjadikan Polisi dan Tentara sebagai Tameng untuk mengerjakan itu semua, Kekhawatiran ini harusnya juga kita fikirkan, bisa jadi hari orang lain yg dibuat seperti itu oleh pemerintah, besok mungkin kita, keluarga kita, saudara dekat kita dll. Hanya sistem khilafahlah yg bisa diandalkan untuk mensejahterakan Siapapun
Istilah yang tepat kita sematkan ke Rezim Saat ini " Preman Legal ", ada pula yang bilang " Pengemis Berandal ", Apa maksudnya? Bicara preman orang yang memaksa, berbuat ulah, serta Identik dengan dunia Kriminal, Jika disekitar kita masih banyak orang menganggap Preman itu Sampah Masyarakat, Sebab tidak membawa keamanan dan kedamaian keberadaan Mereka, Bagaimana kalau jadi preman itu legal alias disahkan oleh Negara, maksudnya negara sendiri yg dimaksud, lantaran prilakunya tidak jauh berbeda dengan preman, namun agar lebih terkesan tidak jahat dan brutal, maka di beri label legal (resmi), Preman Resmi, maksudnya adalah kejahatan negara terhadap rakyatnya dengan memalak rakyat dg bahasa Silegalnya peningkatan pajak dg perluasan pendapatan pajak, jika dulu hanya benda dan jenis usaha tertentu yg dikenai pajak, sekarang demi memaksakan pendapatan yg besar semua lini akan dikenai pajak, bukankah itu disebut preman, di sisi lain tanggung jawabnya selaku kepala negara makin dihilangkan, seperti pencabutan subsidi dan dikeluarkan kebijakan BPJS Dll

MEREKA MEMBUAT MAKAR, MAKAR ALLAH JAUH LEBIH HEBAT


 Oleh : Firddaus Bin Musa

Berbagai macam cara Dilakukan Musuh2 Islam agar umat islam menjauhi Kitab Sucinya, Salah satunya dengan cara mendaur ulang terjemahan Al-Qur'an, Seolah ketika ada ayat Al-Qur'an agak keras terhadap larangan atau perintah, maka dibuat agar lembut atau bahasa lain tidak menyinggung pengikut agama lain, yg tentunya disesuaikan dengan bahasa kelompok-kelompok yg berlatar belakang Liberal (dibaca : yg menjadi boneka pemikiran Barat sekuler)

Metro TV dalam acara mata najwa ingin menjadikan umat islam minta maaf atas keterusiran pemuda indonesia yang dianggap komunis, padahal mereka hanyalah korban dari politik soeharto yg ingin memberangus lawan politiknya, dengan memanfaatkan umat islam serta tentara, sehingga di adu dengan kaum komunis yg terusir, kita harusnya bertanya kemereka, kenapa mereka tidak menyalahkan nenek moyang mereka yg menyebabkan mereka terusir serta melakukan pembantaian terhadap ulama 28 Januari 2016

BAHAYA DEMOKRASI BERIKUT BUAHNYA PADA MEDIA


 Oleh : Firdaus Bin Musa

Paham yang berangkat dari sistem demokrasi , maka yang ada hanyalah Paham /Ide Abu2, hari ini bisa saja boleh, besok belum tentu, hari ini bisa saja sesuai, besok belum tentu, termasuk nasionalisme, katanya jika ada kelompok yg menentang NKRI maka dianggap bagian teroris, lalu bagaimana dg Paham Liberalisme yg memberikan kebebasan asing untuk menguasai sumber daya alam indonesia, bukankah SDA Milik rakyat dan digunakan seutuhnya untuk kebutuhan rakyat, lalu bagaimana Rakyat yg berkeinginan memisahkan diri dari indonesia, apakah tidak mengancam NKRI, Tapi nyatanya tidak ditangkap 27 Januari 2016

Siapa menonton acara di TV One Malam tadi, maka hal yang menarik dikemukakan oleh para narasumber yg mengkritik kepolisian terutama yang mengeluarkan pernyataan, dimana ada salah seorang yang tertembak adalah warga biasa namun dibilang teroris, kemudian yang menjadi korban kebanyakan hanyalah polisi kelas bawah (yang dilapangan) sedang polisi yang gencar2 menyuarakan memerangi teroris dalam bentuk statmen saja tidak bisa jadi target dari para oknum2 yg disangkakan teroris " Mereka hanya mengeluarkan statmen dalam rangka mendapat suntikan dana dari berbagai pihak, dalam pelatihan densus 88" Tidak satupun berhadapan langsung dengan oknum2 yg disangka teroris, jadilah polisi kelas bawah sebagai tameng untuk membantu kehendak amerika membunuhi muslim yg memiliki ghirah islam yg tinggi, kemudian ada lagi pernyataan bahwa densus 88 kena protes oleh Australia, sebab pernah membunuh warga Irian Jaya yang ingin memerdekakan diri dari indonesia (RMS), Coba lihat di you tobe Videonya, untuk memastikan apa saya salah menyimpulkan

MELIHAT FAKTA DENGAN STANDAR ISLAM


 Oleh : Firdaus Bin Musa

Jadilah orang yang pertama memberikan informasi tentang kebenaran, sebab orang yg pertama memberikan informasi pertama yg benar akan menguatkan pendapat seseorang tentang informasi itu setelah ia memperoleh informasi dari orang kedua, ketiga, dan seterusnya jika informasi itu benar-benar penuh keyakinan dan tidak sedikitpun meragukan, sebagaimana orang dengan yakin mengatakan 1+1=2. dalam kajian Kitab dikenal dengan Istilah " Ma'lumat Matsabiqat 25 Desember 2015

Apa yg dilakukan ahok semuanya benar, tahu kenapa karena tolak ukurnya Undang-Undang yang lahir dari sistem demokrasi, Lalu bagaimana jika di ukur dari sudut pandang ajaran islam, jangan ditanya, sebab ia bukan muslim, bagi dia yang penting sesuai dengan undang2 yg berlaku yakni Sistem Demokrasi, sekarang saya bertanya ke Anda yg muslim MASIH JUGA Bertahan dengan demokrasi, Ribuan bahkan jutaan ahok akan anda dapati dibumi indonesia, Lihatlah disekitar kita tidak jauh beda perangai yg sama dari yg katanya muslim akan mengikuti gaya Ahok (Keras dalam bertindak (gusur2 rumah dg memanfaatkan tentara dan satpol PP, Kasar bahasanya, main labrak, membangga2kan diri, tidak berstandarkan islam, merasa dia sudah melakukan yg terbaik sebab tidak korupsi, bangga dg kafirnya tapi tidak korupsi dll) Anda tentu akan komentar, saya bisa komentar karena tidak dalam posisi di pemerintahan dan tidak paham apa yg tengah terjadi dilapangan, memang tidak sepenuhnya, namun ketahuilah semua kebijakan apapun berangkat dari sistem yg berlaku, tentara dan satpol pp kenapa mau menggrebek karena atas dasar perintah undang2 yg ditetapkan, undang2 yg ia anggap melebihi kitab sucinya, padahal tidak sedikit yg menyimpang dari ajaran islam.

UMAT ISLAM TERJEBAK SKENARIO AMERIKA


 Oleh : Firdaus Bin Musa

apa yg anda pikirkan jika ada sniper di tempatkan ditempat tertentu, itu juga yg saya dapat infonya di salah satu media on line. bagi saya yg terbayang adalah tembak di tempat bagi yg dicurigai mengancam keamanan orang kristen (Gereja), inilah skenario Amerika dan Konco2nya setelah mereka berhasil mengkampanyekan kata teroris buat umat islam, umat islampun rela dikorbankan aqidahnya dengan menjaga tempat ibadah umat lain, tapi tidak tempat peribadatan agama mereka (seperti mesjid tolikara papua)

Artis bisa saja sensasi jeleknya dibayar agar iapun makin dikenal masyarakat, namun ketika itu tanpa sadar ia telah bermain-main dengan kedustaan, maka kelak ia akan kesulitan memulihkan kepercayaan orang terhadap dirinya, padahal kepercayaan itu mahal. hal yg sama juga berlaku terhadap pengemban dakwah, jangan sekali-kali memuat kedustaan dalam materi dakwah, kembalikanlah kepada rujukan kita, dan jangan pula memilih-milih materi dakwah untuk dan demi sesuatu, berhentilah dakwah demi berharap materi, agar kita tidak termasuk orang yang memperjual belikan ayat-ayat Allah, Lihatlah islam dari sumbernya, bukan dari orang yg menganutnya semata-mata, sebab tidak semua orang islam yg memiliki dan berwawasan islam yg benar.