1/30/2015
BAGI SAYA HTI DI BULLY BERARTI MASIH SAYANG
Oleh : Firdaus Bin Musa
Jangan takut, Dengan
berkembang pesatnya HT berikut dengan Ide2nya ditengah2 kaum muslimin khususnya
di Indonesia, Saudaraku berpendapat bahwa HT Bagian dari syiah, HT kolaborasi
dengan syiah, tidak...tidak dan tidak akan terjadi, Sebab HT Punya Thariqah
dakwah yg mencontoh Rasulullah SAW, Tolak ukurnya jelas dan Insya Allah tidak
akan menyimpang sedikitpun dari apa yg telah ditempuh, Kekhawatiran saudara
kami pahami, yakni takut Khilafah ala Syiah yg Juga ia yakini akan kembali ditambah
dengan Issue tawaran yg pernah diajukan HT Ke komeini.
Jangan menghukumi HT
terlalu bodoh dalam melihat mana yg menyimpang dan mana yg benar-benar lurus tujuannya
untuk melanjutkan kehidupan islam dibawah daulah khilafah. Insya Allah tidak
akan menyimpang, Pantauan dan Kritik terhadap HTpun membantu, namun jangan
membuat tulisan pelepas was-was saudara secara serampangan, karena cendrung
hanya hanya asumsi dan disesatkan hawa nafsyu. Alangkah lebih langsung saja temui
HT secara resmi dan diskusi.
Pendapat HT hanya
disampaikan secara resmi melalui press release bukan hal-hal yang disampaikan
oleh Anggota HT, Sebab pendapat anggotanya belum bisa saudara simpulkan itulah
pendapat HT, Karena bagaimanapun HT adalah sebuah organisasi / Kelompok yang
mempunyai struktur yang jelas dan
terarah, Saudaraku tentu akan beranggapan bahwa saya terlalu fanatik terhadap
HT, Tulisan yang saya tulis ini adalah ulasan dari jawaban yang membully HT,
kemudian saya posting di blog ini, jadi mau tidak mau saya sering menyebut HT
Dalam sajian tulisan ini berikut bantahan versi saya, selaku Anggota HT yang
masih Aktif (30 Januari 2015 )
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
00.15
0
komentar
DEMOKRASI TIDAK AKAN MEMBERI JALAN TEGAKNYA ISLAM
Oleh : Firdaus Bin Musa
Di suatu Beranda saya pernah dapat komentar dari saudaraku Atin
Abu Saif .......... Firdaus Bin Musa kalo lah Demokrasi antum katakan tdk
mungkin bisa untuk menegakkan syariat dan daulah islam, karna pasti akan
dikudeta dan dihancurkan oleh amerika, Lalu bagaimana dgn taliban dan alqaeda?
Mereka juga ga pake demokrasi, bahkan anti demokrasi juga. Tapi mereka tetap
dihancurkan tuh oleh amerika dan sekutunya. Cuma yg pake tholabun nushroh
nyeleneh doang yg ga diganggu sama kepentingan barat. Bisa jadi ormas bikinan,
alias antek. Komentar saya, itu sih menurut Logikanya Atin Abu Saif, Al-Qaeda
jelas2 menentang 100 % kebijakan amerika dg aksi jihad sebab pernah di khianati
saat melawan unisoviet lagi pula perlawanan itu memang tampak nyata
pertentangannya demokrasi, sedang yg masih mencoba mengkompromikan demokrasi
dengan islam jika terindikasi sudah bertentangan dengan demokrasi ala amerika
siap2 di depak dari percaturan politik demokrasinya, sendiri. artinya demokrasi
yg dia amalkanpun menjadi mesin pemusnahnya
Saya berlindung kepada Allah dari sedikit Ilmu dan
berharap orang yg berlebih ilmu tidak menjadi buta ia akan kelebihannya, Karena
pada dasarnya sering kali orang yg mengatakn bahwa bicara dengan ilmu tapi
tidak sanggup mencerahkan umat manusia dg ilmunya, malah makin mempersempit
pandangan hidup menuju masa yang akan datang, Ya Allah Hanya Engkaulah yg tahu
apakah kami di dalam kesesatan yang nyata atau mereka yg benci yang telah
termakan fitnah
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
00.00
0
komentar
1/29/2015
SETAHU SAYA HTI
Oleh : Firdaus Bin Musa
Bagi saya HT satu2nya gerakan yg
murni dan sesuai dengan islam karena setiaP aktivitasnya ada dalil yg bisa
dipahami sesuai akal dan keyakinan, tidak jumud dan sempit seperti sebagian yg
lain, yg membatasi islam hanya spritual dan ruang lingkup tertentu (nasionalisme),
Sayapun meyakini HT dan pemikirannya tidaklah sempurna dari kekeliruan, namun
selama belum ada yg mampu mencari solusi yg melebihi apa yg HT Miliki, sebab
apa yg HT Miliki terkait bagaimana bertambah baiknya pemahaman saya menuju
akhirat.
Apakah Ada yang punya? Ada kajian
kitabnya yang mendalam? Ada cara berfikir yang terarah? Ada metode yg tidak
bisa diacak2? Ada tujuan yang tak bisa diperjual belikan dengan dunia? Ada
pilihan yang ia ajarkan demi baiknya individu kita, HT tidak Memaksa muslim
manapun untuk menerima dan menjadi anggotanya semuanya tergantung pilihan mendengar
penjelasan HT, setelah disampaikan kebenaran. Begitulah Pemahaman HT dalam
mengenalkan islam pada muslim yang masih ragu dan sempit memahami ajaran islam.
Jikapun saya melanggar apa yang seharusnya ditetapkan oleh HT bukan berarti
itulah Doktrin HT, Lihat tuh Kadernya, Jangan Memvonisnya sesat sebelum anda
sendiri masuk jamaah HT dan ikut terjun langsung dalam perjuangannnya, Sebab
ada kalanya saya bahkan orang yang keluar dari HT Belum sanggup mengamalkan dan
tidak sabar akan apa yang HT pakai untuk menuju proses besar, akhirnya keluar,
namun saya berharap pada Allah SWt agar saya dan orang yang masih dalam barisan
HT Istiqamah dalam langkah dakwah ini.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
23.49
0
komentar
BELAJAR DARI HTI, SENANTIASA MENYOROT ISSUE
Oleh
: Firdaus Bin Musa
Kritik
Tajam Terhadap Tokoh Muslim dan non muslim yg berpengaruh sangat perlu, Sebab
itu tidak hanya sekedar menyadarkan ia secara individu apalagi tokoh itu kepala
negara, seperti Obama Datang ke indonesia kenapa ia ditolak HT Sebab ia datang
atas nama kepala Negara Bukan Turis, Jika ia rakyat biasa amaerika gak akan
berpengaruh besar terhadap indonesia.
Namun
jika ia sebagai kepala negara penolakan penuh musti diperlihatkan sebab obama
dan presiden sbelumnya dengan politiknya yg standar ganda tidak akan membawa
kebaikan buat indonesia, di indonesia umat muslim dirayu2 dengan kata2
bualannya (Retorika), padahal dinegeri muslim lainnya dikirim tentaranya untuk
membunuhi kaum muslimin, cara pandang ini hanya bisa didapat di HT Karena
muslim satu dengan yg lainnya harus dibela, kedua terkait mursyi fir'aun
berjanggut belum ada saya dapat catatan khusus apakah itu pendapat resmi HT
atau tulisan individu Anggota HT, Namun jika saya menilai apa yang bisa
dibanggakan dari mursyi selain ia hanya hafal Al-Qur'an tapi tidak menerapkan
Aturan islam secara Menyeluruh padahal ia dengan partainya Ikhwanul musliminnya
telah menjual Islam agar mereka mengusai pemerintahan dalam sistem demokrasi,
tapi tidak menerapkan islam secara kaffah, ini menunjukkan bahwa islam tidak
bisa ditawarkan dalam demokrasi, sebab memang bertentangan 100 % lantaran
demokrasi berazaskan sekuler (memisahkan agama dengan kehidupan politik)
Maka
dengan adanya kritik keras terhadap mursyi membuka mata kaum muslimin, Harus
berapa banyak fakta, bahwa partai yang
memakai azas islam tidak bisa bertahan lama dalam sistem demokrasi,
ketahuilah bahwa amerika dan konco2nya tidak akan senang demokrasi yg mereka
usung terkontaminasi dengan agama manapun, ntar amerika nggak bisa mengatur se
enak perutnya karena ia memiliki sistem demokrasi internasional yang bisa
menekan kepala negara manapun jika melakukan kebijakan yang bertentangan dengan
Politik Ala Mereka, seperti jika ada kepala negara yg menerapkan hukum mati
keluarlah pendapatnya pelanggaran HAM, Apakah saudaraku tidak mengerti juga
permainan politik negara adikuasa ini
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
23.38
0
komentar
1/13/2015
“ BELAJAR PENGALAMAN DARI PAK MARDI “
Oleh
: Firdaus Bin Musa
Pak
Mardi, itulah sapaan akrab saat kami memanggil beliau, Kami menganggap beliau
sesepuh atau orang yg dituakan dalam pergerakan dakwah disumbar, saat kami
mengadakan pertemuan mingguan dalam rangka evaluasi dakwah, beliau senantiasa
menceritakan pengalaman dakwah lapangan beliau, ada kata2 yg membuat saya
terkesan dari sekian banyak nasihat beliau, catatan tersebut sengaja saya catat
di Hand Phone " Terkadang dakwah secara spontan lebih hebat dari pada
direncanakan " Sekilas memang tidak bisa dipahami, sebab ucapan beliau
tersebut sebelumnya di awali dengan pengalaman yg sudah menjadi kebiasaan
beliau, Bagi saya untuk mengukur ilmu / pemahaman (fikriyah ) tidak ada cara
lain kecuali senantiasa ngontak (diskusi), sebab dengan ngontak kita akan
tertantang untuk menambah ilmu, lantaran
terkadang kita MERASA belum maksimal dalam menjawab pertanyaan lawan diskusi,
IBARAT PISAU AGAR LEBIH TAJAM YA DENGAN DIASAH DIBATU ASAHAN, makanya saya
kadang2 ngontak spontan2 saja, karena itu menurut saya " Terkadang dakwah
secara spontan lebih hebat dari pada direncanakan” misal tatkala saya selesai sholat jamaah, saya
sering bertanya ke ustadz yg ngasih kuliah / ceramah / khutbah, saat itu saya
langsung menyodorkan pertanyaan yg tentunya terkait dengan fikriyah.
Bahkan
terkadang ustadz yg saya ajak diskusi tersebut mengangguk2 takjub akan
penjelasan saya, padahal saya seorang mantan luntang lantuang (bahasa penulis
saja, sebab beliau mengakui selama bujangan sudah banyak pengalaman bisnis jika
di ukur dengan standar kajian selama di hizb umumnya bertentangan 100 % ), hal
itulah kenapa beliau selalu mengarahkan / mengaitkan penjelasan (termasuk berbagi pengalaman kekami)
mungkin ke kontakan beliau juga dibawakan contohnya masalah bisnis, satu hal
lagi yg membuat saya tertarik dengan cerita pengalaman2 beliau dalam medan
dakwah adalah dengan menyodorkan majalah secara gratis ke orang yang beliau
anggap Vokal jika berhasil jadi pengemban dakwah.
Pak
Mardi yg telah berusia lebih dari 50 tahun ini senantiasa aktif dalam kegiatan
dakwah HT Sumbar, padahal kebanyakan dari kami masih berfisik muda, maka saya
secara berpribadi mengatakan beliau orang yang dituakan, setiap rapat beliau
hadir, dalam hal infak jangan dibilang, dalam kontak apalagi, Sedikit Kisah ini
mudah2an memberi semngat kepada yang membaca tulisan ini, terutama pengemban
dakwah sumbar? Harusnya kita ini bagai singa lapar. Tatkala melihat mangsa
tanpa menunggu kata nanti langsung saja memangsa makanan, kita sebagai
pengemban dakwah mangsa kita adalah umat yang tidak mendapat penjelasan tentang
pentingnya khilafah (adi kurniawan saat mengulang penjelasan zair dengan bahasa
penulis).
Evaluasi
pergerakan dakwah itu penting dilakukan setiap saat, sedangkan pebisnis saja
sekali seminggu selalu mengadakan pertemuan dengan karyawannya, diantaranya
membahas berapa untung minggu ini, apa kendala? Dll, apalagi pergerakan dakwah
kita (ustadz ulil bercerita tentang seminar bisnis )
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
02.37
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)