12/30/2011

DAFTAR RIWAYAT HIDUP FIRDAUS BIN MUSA

BIODATA KU


Nama                      : Firdaus bin Munir Malin Sati
Bp                           : 207.079
Fakultas/Jurusan     : DAKWAH / KPI
Tampat/Tgl. Lahir   : Sungai Kalu II / 02-03-1988
Kenagarian              : Pakan Rabaa Utara
Kecamatan              : Koto Parik Gadang Diateh
Kabupaten              : Solok Selatan

II.                Data Keluarga
a.       Nama Orang Tua
§  Ayah         : Munir Malin Sati (Alm)
§  Ibu             : Asni
PEKERJAAN
§  Ayah         : Tani
§  Ibu             : Ibu Rumah Tangga
III.              Pendidikan yang Ditempuh
1.      SDN 42 Sungai Manau, Sekarang SDN 12      : Tamat Tahun  2001
2.       MTs TI Pasar Raya Surian                               :  Tamat Tahun 2004
3.      MAN Kota Solok                                             : Tamat Tahun  2007
4.      S. 1 IAIN Imam Bonjol Padang                       : Tamat Tahun  2011

KATEGORISASI ANALISIS ISI



No
Kategorisasi
Ciri-Ciri




Aqidah
Terkait dengan  Rukun iman
o Percaya pada Allah
o Percaya pada kitab Allah
o Percaya pada malaikat Allah SWT
o Percaya pada kitab-kitab-Nya
o Percaya pada rasul-Nya
o Percaya pada qadha baik dan buruk
Dalil-dalil yang dipakai Qath’i sedang Haditsnya Muttawatir

Ibadah
Ibadah Mahdah
1.    Bacaan, Tata Cara, Waktu, Ukuran Jumlah, Sudah Ditentukan
2.    Membahas Terkait Rukun Islam, Jihad Dan Nazar
3.    Terkait Lima Hukum Islam Yakni Wajib, Haram, Mubah, Sunnah, Makruh
4.    Membahas Hubungan Hamba Dengan Pencipta (Kecuali Zakat)

Akhlak
Ibadah Ghairuh Mahdah (Syari;ah dan Muamalah)
1.        Dalil yang dipakai Qath’i (Pasti) dan Zhanni (Dugaan)
2.        Mengkaji cara hubungan antar manusia dalam bermuamalah
3.       Terkait Lima Hukum Islam yakni Wajib, Haram, Mubah, Sunnah, Makruh
4.        Objek pembahasan lebih luas ruang lingkupnya
5.        Penggunaanya untuk hukum Amaliah (Praktis bukan Pemikiran)
6.         
Mengkaji Perkataan, dan Perbuatan
Prilaku yang lahir  tanpa ada dorongan (Secara Spontan)

Sumber:
Syekh Taqiyuddin An-Nabhani, Peraturan Hidup Dalam Islam, H.T.I Press 2008 Hal 21
Frof. Dr. H. Alaiddin Koto, M.A. Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh (Sebuah Pengantar) PT. Raja Grafindo Persada Jakarta, 2004 Hal 6
Prof. Dr. H. Amir Syarifuddin. Ushul fiqh Jilid I, Jakarta. Kencana Prenada Media Group 2009, Hal 2

COVER SKRIPSI


PESAN DAKWAH  DALAM RUBRIK AFKAR PADA MAJALAH AL-WA’IE
(Periode Februari 2010-Februari 2011)

Diajukan kepada Fakultas Dakwah untuk memenuhi gelar sarjana Sosial Islam
 Pada Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam












Oleh :

FIRDAUS
NIM 207. 079





JURUSAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
PADANG

1432 H / 2011

SEJARAH AL-WA'IE MEDIA HIZBUTTAHRIR INDONESIA

         Pembaca yang budiman, sebagaimana diketahui al-wa’ie adalah sebuah media dakwah dan politik yang secara resmi diterbitkan oleh hizbittahrir Indonesia sejak kurang lebih 11 tahun lalutepatnya tahun 2000. Penerbitan jurnal al-wa’ie dimaksudkan sebagai salah satu sarana pelengkap bagi dakwah hizbuttahrir Indonesia ditanah air, hizbuttahrir berharap sesuai dengan slogannya membangun kesadaran umat dapat menjadi salah satu penunjang dakwah untuk membangkitkan sekaligus menumbuh kembangkan kesadaran islam ditengah-tengah kaum muslimin , yang tentu sangat relevan dengan cita-cita dakwah hizbuttahrir khususnya di Indonesia untuk melanjutkan kehidupan islam dalam institusi khilafah islamiyyah yang menerapkan syari’at islam secara total dalam semua aspek kehidupan.
Disadari, upaya membangun kesadaran umat islam Indonesia yang berjumlah kurang lebih 180.000 juta bukanlah perkara mudah, akar permasalahannya bukanlah terletak pada jumlah kaum muslimin yang banyak tapi lebih dominasi pemikiran  dan system yang sekuler yang telah begitu menguasai pemikiran dan kehidupan umat sejak lama, karena itu berbagai cara dan sarana untuk meruntuhkan dominasi sekulerisme, khususnya dalam pikiran kaum muslimin sekaligus menggantinya dengan dominasi pemikiran islam, harus terus diupayakan salah satunya dengan banyak menerbitkan banyak majalah islam seperti halnya majalah jurnal al-wa’ie ini.
          Memang penerbitan jrnal al-wa’ie ini baru mencapai teras 20 ribu eksemplar ditengah bejibunnya media sekuler yang lebih mampu menyihir jutaan pemikiran kaum muslimin tak lebih dari “setitik air” ditengah padang gersang yang begitu luas, namun demikian  kami tetap berharap sedikit banyaknya al-wa’ie dapat memberikan sumbangan berharga bagi penguatan cita-cita umat islam Indonesia yang merindukan kembalinya kehidupan dan kejayaan islam dalam kehiduapn mereka.
Perlu kami tegaskan ditengah-tengah penerbitan media islam , al-wa’ie memposisikan diri sebagai media politik dan dakwah disamping sebagai media pencerahan islam dalam rangka membangun kesadaran kaum muslimin, Sebagai media politik, al-wa’ie selalu berusaha menyoroti dan membahas seluruh urusan kaum muslimin baik dibidang ekonomi, politik (luar dan dalam negeri) pemerintahan, ekonomi (local dan global), pendiidikan, sosial, budaya, maupun pertahanan dan keamanan Negara.
                Ini karena dalam islam politik (as-siyasah) tidak lain adalah ri ‘ayahsu’un al-ummah pengaturan urusan rakyat dalam hal ini al-wa’ie selalu berusaha mengkritisi dan mengungkap berbagai kekeliruan, kesalahan dan kegagalan system diluar islam, kapitalisme sekuler, maupun sosialisme-komunis yang saat ini dipakai dalam pengaturan urusan masyarakat oleh Negara, sekaligus senantiasa menampilkan bagaimana system islam mengatur urusan masyarkat secara benar  artinya al-wa’ie tidak hanya sekedar melakukan kritik terhadap system yang ada tetapi seklaigus mengeluarkan solusinya yakni system islam, system yang berasal dari syari’at islam.
            Adapun sebagai media dakwah, al-wa’ie diharapkan dapat menjadi salah satu media yang mampu yang menggugah kesadaran kaum muslimin sehingga mereka mereka terdorong untuk mau memperjuangkan terwujudnya kehidupan islam hal ini tentu setelah mereka menyadari berbagai macam kekeliruan, kesalahan dan kegagalan system diluar islam saat ini dalam mengatur urusan masyarakat, sekaligus setelah mereka memahami bahwa system islamlah yang mampu menyelesaikan seluruh problem kehidupan manusia.
Sementara itu sebagai media pencerahan islam al-wa’ie disamping menyajikan fakta dan analisisnya sekaligus tawaean soludi islamnya berusaha menghadirkan pemikiran-pemikiran teoritis dan normatis islam dalam berbagai bidang aqidah, muamalah dan akhlak, juga menyangkut aqidah dan sejarah.
Dalam paparan diatas al-wa’ie jelas bukan media hiburan, al-wa’ie juga bukan majalah berita yang hanya menyajikan fakta-fakta baru saja (media informatif), dan bukan pula mengupas masalah-masalah tertentu saja (misalnya hanya mengupas masalah politik saja, pendidikan saja, dan bukan juga media informatif  yang hanya menampilkan islam secara teoritis dan normatif, lebih itu al-wa’ie bukan media pratisan sebagaimana media sejenis yang diterbitkan oleh partai atau organisasi tertentu, tidak lain al-wa’ie hendaknya diharapkan mampu menjadi bacaan terpenting bagi seluruh kaum muslimin bukan hanya anggota dan simpatisan hizbuttahrir karena didalmnya insya allah hanya berisi ide-ide islam semata yang didasarkan pada penggalian al-qur’an dan as-sunnah.
      Karena pentingnya berbagai materi yang disajikan dalam majalah alwa’ie, ami perlu untuk mendokumentasikannya dalam format cd mulai dari edisi tahun ketiga hingga tahun kelima, dengaja dipersembahkan secara Cuma-Cuma kepada pembaca.