
6/05/2011
KETIKA Cinta Monyet BERDENYUT
oleh: firdaus bin musa

yusnita yang dagunya seperti lebah tergantung, muka agak lebar, badan ramping tinggi lebih kurang 155 cm, adalah perempuan yang ideal menurut selera ihsan, giginya yang tersusun bak barisan semut berjalan, dan tertata dengan rapi serasi dengan raut muka dan badannya, pokoknta tak ada duanya dikala itu, padahl dikelasnya begitu banyak gadis yang cantiknya tidak kalah jauh dilokalnya, sebut saja misalnya Nurzalia Syafanta, Ira wati, Elva Firma, Ulfa, Wiwi Yusnadevi, dan banyak lagi yang lain, namun tidak sedikitpun niat dihati ihsan untuk mendekatinya lebih dari sekedar teman, itulah cinta kakak seniorpun dipuja dan di idolakan.
Saat berangkat sekolah terkadang ihsan dan ditemani oleh nof selalu berusaha berjalan dijalan yang biasa dilewati oleh yusnita, padahal kalau lewat jalan yang biasa ditempuh oleh banyak teman kos dekat tempatnya jauh lebih dekat, tapi apalah dikata demi memperlihatkan keseriusan terhadap gadis impiannya ia senantiasa mencari celah untuk bertemu dengan yusnita, pembaca mungkin bisa membayangkan bila suka pada seseorang, seperti yang dibilang oleh salah seorang guru bahasa Indonesia dilokal ihsan, “biasanya tanda orang jatuh cinta itu, melihat baju lawan jenis di sukai tergantung dihalaman rumahnya sudah merasa senang”
Dan biasanya ketika dekat dengannya gaya sok wibawa muncul dengan tiba-tiba, padahal kere habis, apa yang beliau katakana kadang ada benarnya, sulit bagi ihsan untuk mengingkarinya, dalam hati ihsan berkata, mungkin bapak ini sudah pengalaman nih, kenapa bisa sama ya?
Singkat cerita, waktupun berlalu setahun apa yang sama-sama mereka dambakan oleh ihsan dan nof tidak ada yang terwujud, karena yusnita tamat dari sekolah tak tahu kemana lagi beritannya, info terakhir yang ditahu ihsan ia melanjutkan kuliah di STAI kota solok, namun sering dilihat kesana tidak ada, sedang si Elsa gadis pujaan Nof, sudah duluan di embat oleh teman yang sama satu sekolah dengan nof, tapi tidak satu lokal dan jurusan, takut dibilang pagar makan tanaman akhirnya nof mengundurkan diri saja, ia Cuma lihat dari jauh wajah elsa yang telah jadi buah bibirnya tiap hari menjelang tidur pada ihsan, dan kini ihsan dengan nof sudah jarang bertemu lantaran sudah tidak sama-sama semenjak tamat dari sekolah aliyah, ihsan menyambung ke perguruan tinggi berikutnya, sedang nof sendiri bekerja sebagai perinstribusi bubuk kopi dengan mobil, atau ngompas, kabar beredar ektivitas tersebut masih ia tekuni dan jalani (10/01/2011), sedang ihsan sendiri akan mengakhiri masa perkuliahan tingkat S1.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
19.32
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar