4/22/2010

hati-hati syabab dan syabah

hati-hati para syabab dan syabah

oleh firdaus bin musa

berikut korban
ta'aruf lewat facebook BELAKANGAN ini ta’aruf mengalami
penyempitan makna. Bahkan dalam praktiknya, banyak yang
mengidentikkan ta’aruf dengan pacaran. Salah satu penyebabnya adalah
maraknya ta’aruf yang dilakukan oleh para ikhwan maupun akhwat di
dunia maya. Padahal, sejatinya...... yang mereka lakukan itu adalah pacaran
berkedok ta’aruf, karena dalam aksinya, tiada lagi hijab dalam
interaksi bagi akhwat dan ikhwan bukan mahram, seakan bebas landas,
curhat di jejaring sosial facebook, hujat-hujatan. Itulah pacaran
terselubung dengan membawa topeng ta’aruf.Ikhwan-ikhwan yang
menggunakan profil islami tak pernah kehabisan ide dalam melegalkan
pacaran. Jika orang-orang yang tidak membawa agama berani terang-terangan
mengatakan pacaran, tapi tidak dengan pemuda pemudi yang berciri
khas agama, mereka berpacaran dengan embel-embel ta’aruf.Entah
apa yang ada di benak mereka, apakah ta’aruf dipahami sesuai syariat atau
sengaja menyelewengkan dari makna yang sebenarnya, banyak ikhwan dengan
mudahnya mengatakan ingin ta’aruf dengan akhwat yang diincarnya melalui
dunia maya tanpa perantara pihak ketiga.Komentar-komentar
di jejaring sosial sudah sulit lagi dipilah, mana yang untuk umum mana yang
harusnya dijadikan rahasia dirinya dengan Allah, facebook menjadi keranjang
sampah juga menjadi diary bagi sebagian orang. Akhwat dan ikhwan
berpacaran pun sudah mulai berani membuat status in relationship dengan
pasangan yang disebutnya sedang ta’aruf. ... Komentar-komentar
di jejaring sosial sudah sulit lagi dipilah, mana yang pacaran dan
mana yang ta’aruf. Belum ada ikatan apapun mereka sudah berani
memanggil umi-abi...Tak sedikit juga ikhwan genit dan akhwat
ganjen saling memberi perhatian di tempat umum. “Sudah shalatkah ukhti?
Jangan telat makan ya..” tulis sang ikhwan. Sang akhwat pun tak mau
kalah, membalasnya dengan kata-kata senada, “Syukron ya akhi atas perhatiannya,
semangat belajar ya.”Ada pula komentar yang lebih liar, “Eh
iya ukhti kelihatan anggun dengan jilbab itu, hehehehe.” Maka si
akhwat balik menjawab, “Ah, akhi nih bisa aja, ntar ana GR nih, heeeeee…”
Masya Allah, itukah yang disebut ta’aruf?Dulu penulis banyak
menemukan pencerahan di dunia maya dengan banyak berteman, namun jadi
ilfil (ilang feeling) setelah mengetahui sepak terjang beberapa ikhwan
akhwat, teriaknya agama, tapi murah terhadap lawan jenis, menebar
simpati dan basa-basi.Mereka memakai kedok ta’aruf untuk melegalkan
pacaran. Belum ada ikatan apapun sudah berani memanggil “umi-abi”
atau “abang-adik.” Tak sedikit pula ditemui akhwat berjilbab lebar
yang masih membudidayakan pacaran. Tanpa malu-malu lagi. Apakah semua
itu dilakukan karena ketidaktahuan akhwat tentang bagaimana Islam mengatur
pergaulan dengan lawan jenis? Wallahu a’lam. Yang pasti ada juga
yang biasa berkomentar pacaran haram, tapi dirinya masih juga berpacaran,
namun memakai kedok ta’aruf. Padahal praktiknya sami mawon.
...akhwat jangan mudah terpedaya pada ikhwan di dunia maya yang belum
diketahui secara jelas identitasnya...Hendaknya benar-benar
lurus memahami kata ta’aruf seperti yang diajarkan oleh Nabi kita,
jangan sampai menjadikan ta’aruf untuk menghancurkan keagungan Islam.
Telah jelas dalam Islam, bagaimana hendaknya kita menjaga diri kita
agar tidak terjatuh pada perkara-perkara yang membuat Allah murka. Jangan
memakai istilah ta’aruf jika hanya sebatas ingin menjadi uji coba
bermain hati.Hati akhwat biasanya lembut dan mudah tersentuh, korban
yang pertama akan merasakan terluka oleh ta’aruf coba-coba tadi tentunya
para akhwat. Begitu juga para akhwat, jangan mudah terpedaya pada
ikhwan dunia maya yang belum diketahui secara jelas identitasnya. Apa
yang ditampilkan dalam dunia maya, profil, kata-kata, tidak dapat dijadikan
tolak ukur untuk menilai karakter yang sesungguhnya, juga tidak
dapat cukup untuk menggambarkan pribadinya secara utuh, tetap waspada.
[Yuli Anna Pendamba Surga/voa-islam.com]

2/21/2010

Mmahasiswa AS Ditahan karena Belajar Bahasa Arab

Mahasiswa AS Ditahan karena Belajar Bahasa Arab WASHINGTON- Seorang mahasiswa AS ditahan di bandara karena kedapatan membawa kartu-kartu bertuliskan bahasa arab. Nicholas George mahasiswa asal California yang berusia 22 tahun itu, sempat diinterogasi selama lima jam dikaitkan dengan terorisme. Ia sempat diborgol dan diperlakukan layaknya pesakitan. George melalui Organisasi pembela hak-hak sipil, American Civil Liberties Union (ACLU), kemudian mengajukan tuntutan terhadap agen FBI dan polisi. Akibat penahanan di bandara itu, George ketinggalan pesawat ke California dan terpaksa bolos kuliah. Ia juga memprotes penahanannya yang dikaitkan dengan buku yang dibawanya, yang berjudul “Rogue Nation: American Unilateralism and the Failure of Good Intentions,” karangan Clyde Prestowitz. Pemeriksaan yang dilakukan oleh staf Administrasi Keamanan Transportasi AS (TSA) menahan George dan ia merasa hal itu merupakan pelecehan berat. Selama berjam-jam ia dicecar pertanyaan seputar pandangannya mengenai peristiwa 9/11. George ditanya apakah dia tahu “siapa yang melakukan 9 / 11,” bahasa apa yang digunakan pemimpin Al Qaidah Osama bin Laden dan mengapa kartu-kartu bahasa inggris-arab itu “mencurigakan.” Ia kemudian diborgol dan ditinggalkan di sel terkunci selama dua jam sebelum dua agen FBI menginterogasinya. ACLU menambahkan bahwa klien mereka tidak pernah diberitahu tentang hak-haknya atau menjelaskan mengapa ia ditahan. George mengambil jurusan fisika sekaligus studi Timur Tengah belajar di Pomona College, California. Saat diinetrogasi, ia juga ditanyai tentang perjalanannya ke negara-negara muslim dan berbahasa Arab, termasuk Yordania di mana dia menghabiskan satu semester belajar di luar negeri, dan yang juga dicecar mengenai siapa saja yang ia temui di sana. “Sebagai orang yang bepergian dengan pesawat, saya ingin petugas bandara melakukan tugas mereka untuk menjaga penerbangan aman, tapi saya tidak mengerti bagaimana menahan dan melecehkan saya hanya karena aku membawa flashcards membuat orang lebih aman” paparnya seperti dilansifr AFP. Gugatan ini menitikberatkan pada tuduhan pelanggaran hak konstitusional untuk kebebasan berbicara dan untuk bebas dari tekanan yang tidak masuk akal. George telah belajar bahasa Arab sejak tahun pertamanya di universitas untuk dapat membaca dan memahami apa yang sedang dilaporkan dan diperdebatkan di surat kabar Timur Tengah, program televisi dan publikasi atau media lain. Dengan menggunakan kartu-kartu kecil, bertuliskan huruf arab di satu sisi dan artinya dalam bahasa inggris di sisi lain, ujar George, sangat membantunya belajar bahasa. George mengaku belajar bahasa Arab karena bahasa ini digunakan oleh puluhan juta orang di seluruh dunia dan ia menganggap tidak ada salahnya dengan itu. “Apa salahnya belajar baasa Arab,” tukasnya. Pengacara ACLU menganggap langkah ini merupakan pelecehan dan hambatan bagi para pengguna transportasi udara, buang-buang waktu dan pelanggaran Undang-Undang Dasar.” (republika.co.id, 11/2/2010

Gema Penolakan Valentine’s Day

Gema Penolakan Valentine’s Day di Jatinangor

JATINANGOR, HTI Press. Hizbut Tahrir Indonesia Kampus Unpad (HTIKU) dan LDK DKM Universitas Padjadjaran mengadakan pekan penolakan Valentine’s Day. Di mulai pada aksi damai HTIKU di depan gerbang lama kampus unpad. Aksi yang di ikuti oleh aktivis syabab HTI itu menyeru kepada mahasiswa Unpad untuk menolak Valentine day. Dalam aksi ini, orasi pertama di sampaikan oleh Adi Muchti Achdiyat menjelaskan akibat total dari kehidupan pergaulan bebas secara umum. Kemudian orasi berikutnya di sampaikan oleh Tri Kusyuhono SAK, S.Pt sebagai Direktur Opini dan Media HTIKU menyampaikan sekelumit dan seruan agar kembali ke islam. Orasi berikutnya juga di lanjutkan oleh HUMAS HTIKU, Fahrur Rozy menjelaskan tentang akibat valentine dan solusi hanya mampu ditegakan melalui islam sebagai solusinya. Kegiatan aksi di tutup dengan pernyataan sikap dari ketua HTI Kampus UNPAD,Andre Husnari.

Kemudian kegiatan bertema, “Kampanye Penanggulangan Pergaulan Bebas” yang dilakukan LDK DKM UNPAD juga merupakan kampanye penolakan terhadap Valentine’s Day. Pada acara yang digalang di kampus UNPAD-Jatinangor puluhan mahasiswa sepakat menolak Valentine’s Day dengan menorehkan dukungan berupa tanda tangan di Spanduk bertuliskan penggalangan tanda tangan tolak valentine’s Day. Kegiatan tersebut di isi pula oleh Taufik Abdul Karim (DPD 1 HTI Jabar/Direktur Khalifa Consultant) yang banyak mengetengahkan masalah pergaulan yang pernah di jumpai dan solusinya dalam islam. Kemudian kampanye dilanjutkan di Pondok Pesantren Siswa Al-Ma’soem yang dihadiri 400-an peserta, Rizqi Awal selaku ketua LDK DKM Unpad yang mengisi training pergaulan islam mengajak serta kepada peserta untuk berjanji menolak valentine’s Day. Kegiatan ini pun dilanjutkan ke SMAN 1 Jatinangor, dan lagi-lagi peserta bersepakat untuk menolak Valentine Day’s setelah memperhatikan training yang dibawakan Rizqi Awal.

Kegiatan ini, diakhiri dengan aksi damai cinta jatinangor Hizbut Tahrir Indonesia bersama Ummat. Kegiatan ini dilepas oleh Kapolsek Jatinangor dengan ditandai serah terima Ar-Royyah dari kapolsek Jatinangor kepada pimipinan Aksi. Aksi ini diisi oleh orasi-orasi oleh Hisyam Mansur,S.IP (HTI DPC Jatinangor/Presiden Komunitas Intelektual Perkotaan Jawa Barat), dilanjutkan Ust.Izzudin selaku ulama Sumedang, kemudian Rizqi Awal (Ketua LDK DKM Universitas Padjadjaran), Rahman Hakim, S.Si (Pakar Pendidikan/Staff Pengajar Pendidikan Al-Ma’soem) dan orasi diakhiri oleh Ust. Rudi Harjo, S.Pt selaku ketua HTI DPC Jatinangor. Pernyataan sikap disampaikan oleh Andre Husnari selaku ketua HTIKU dengan mengatakan bahwa solusi tuntas atas permasalahan ini hanya dapat dilakukan oleh negara dan itu hanya terwujud bila islam diterapkan sebagai aturan hidup. dan ditutup dengan Doa oleh KH Ali Bayinullah (Ulama Sumedang). Aksi ini berakhir dengan penandatanganan penolakan terhadap kehidupan pergaulan bebas oleh Kapolsek Jatinangor dan Ketua HTI DPC Jatinangor dan komponen ummat dan individu yang ikut serta dalam aksi tersebut.
MC membawakan aksi damai

MC membawakan aksi damai

Peserta Akhwat Pawai Damai

Peserta Akhwat Pawai Damai
Peserta ikhwan melakukan pawai damai

Peserta ikhwan melakukan pawai damai
Rizqi Awal, Ketua LDK DKM Unpad

Rizqi Awal, Ketua LDK DKM Unpad
Rudi harjo,SPt (Ketua HTI DPC Jatinangor)

Rudi harjo,SPt (Ketua HTI DPC Jatinangor)
Torehan Tanda tangan

Torehan Tanda tangan

7/01/2009

BIODATA SANTRI

 oleh firdaus bin musa



Madrasah Diniyyah Awwaliyah (MDA) Al-Jadid Padang Area
Jl. Sisinga Mangaraja.No. 30.Telp: 085274235223
Kel. Simp Haru. Kec. Padang Area
Kota Padang



BIODATA SANTRI

Nama Santri :
Jenis Kelamin :
Tempat/Tgl Lahir :
Anak Ke :
Sekolah Asal :
Alamat Lengkap :
Nama Orang Tua
Ayah :
Ibu :
Pendidikan Orang Tua
Ayah :
Ibu :
Pekerjaan orang tua
Ayah :
Ibu :
No Telp :
Pesan Orang Tua : ……………………………………………………
……………………………………………………
Guru,dan orang tua dua unsur Guru
Yang hendaknya saling melengkapi,
Serta saling memberikan peran yang
Besar untuk murid. Orang tua Murid

IDEALNYA SEORANG DA’I DI ERA KOMUNIKASI TEKNOLOGI

IDEALNYA SEORANG DA’I DI ERA KOMUNIKASI TEKNOLOGI



A. Latar Belakang Masalah
Jika kita tilik sejarah zaman Rasulullah saw, Rasulullah mampu mencetak kader-kader dakwah yang ulung, yang kemantapan imannya tidak diragukan oleh lawan maupun kaum muslimin itu sendiri, bahkan hal ini terwarisi kegenersi sesudahnya beberapa tahun, kalau dibanding pada zaman sekarang sangat jauh bertolak belakang, yang notabennya era komunikasi teknologi, dimanakah letak kegagalan kita era sekarang yang tidak kita punya pada zaman dahulu, apakah konsepnya? Apakah metodenya? Ataukah hal lain yang mungkin perlu dimiliki oleh seorang da’i.
Atas dasar inilah kita perlu mempelajari metode dakwah pendahulu sekaligus mengintropeksi diri serta mengevaluasi kegiatan dakwah kita selama ini, agar apa yang selama ini yang jadi idaman semua umat manusia tercapai yakninya Baldatun, Toyyibatun, Warabbun Ghafuur, langkah ini kalau boleh meminjam istilah sekarang perlu manajemen dan planning yang matang, hal ini dengan mengkaji dari kemajuan dan kemunduran pada masa lampau.
Bukankah penyelenggaraan dakwah dari waktu kewaktu dan dari masa kemasa semakin komplek, seiring dengan kemajuan islam dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi dalam berbagai bidang kemajuan. Teknologi dan pengetahuan mampu merubah pola pikir dan sikap umat dalam merespon segala kejadian disekitarnya.
Pada satu sisi kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak disalah gunakan manusia sehingga mereka melupakan tujuan utama dari kehidupan yaitu untuk mencapai keridhoan Allah SWT (Mardhatillah) akibat dari kesibukan mereka dalam mencari kepuasan duniawi telah menyita hampir seluruh dari waktu mereka, terjadilah kegersangan jiwa agama ditengah-tengah kehidupan umat manusia.
Untuk menanggulangi hal tersebut diatas perlu diusahakan berbagai alternatif untuk penyelenggaraan dakwah, sehingga dakwah cepat sampai kepada umat dengan tidak menyita banyak waktu , serta dakwah mampu menyentuh hati dan menyinari jiwa yang gersang dari agama Islam. (Abdurrahman, Lc Hal 3 1996)
Kalau kita lihat pula pada masa khalifah harun ar-rasyid berbagai macam cara beliau untuk memotivasi da’i, salah satu diantaranya ialah ketika khalifah mengirim surat kepada para wali (gubernur )nya beserta panglimanya isinya antara lain” agar para pejabat memberikan kepada para ulama, pelajar (cendikiawan ) hadiah, beliau berkata : barang siapa diantara kalian yang menghafal al-qur,an, meriwayatkan hadits dan mendalami ilmu syari’at islam serta menterjemahkan buku-buku dan meramaikan majelis ilmu dan tempat-tempat penididikan , maka catatlah ia sebagai pemenang yang mendapatkan hadiah sebesar seribu dinar. (Lihat dalam karangan Ibnu qutaibah”Al-Imamamh Wassiyasah Jilid. 1 Hal: 99)
Pada aba ke enam sultan nuruddin Muhammad zanky, didamaskus mendirikan madrasah cukup terkenal yaitu an-nuriyyah, sarana yang terdapat di madrasah ini antara lain perumahan untuk para pengajar, ruang-ruang besar untuk latihan ceramah, asrama tempat tinggal siswa, tempat peristirahatan siswa, demikian pula bagi khadam (pelayan ) disediakan pula tempat khusus, termasuk didalam wc nya, kamar mandi yang banyak. Lihat. (ustazd athiah al-ibrasi at-tarbiah al-islamiyyah,hal :71-74)

B. Rumusan Masalah
Pokok permasalahan yang perlu dikaji lebih dalam disini bagaimana Da’i mampu memadukan keunggulan Da’i zaman dahulu dengan zaman modern sekaligus Da’i era sekarang mampu memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin, bagaimana Da’i bisa memahami bahasa Arab dan mampu berbahasa Arab lancar, bagaimana Da’i bisa mencontoh metode yang dilakukan oleh nabi saw, bagaimana Da’i fokus terhadap bidangnya ( tidak ikut dalam kancah politik), agar ia bisa memenuhi panggilan Allah SWT menjadi Khairu Ummah

1. Batasan Masalah

Da’i yang ideal itu berbeda-beda orang menilai dan menafsirkannya , maka dalam hal ini kami membatasi masalahnya hanya diperiode Rasulullah, khulafarasyidin dan khalifah Bani Abbasiyah, tidak lupa pendapat ulama, cendikiawan kontemporer serta masa perkembangan teknologi (……. M)

2. Penjelasan Judul

Judul ini didukung oleh beberapa istilah yang menurut hemat kami perlu penjelasan agar tidak terjadi salah pemahaman dalam menilai maksud dan tujuan
1. Dalam kamus bahasa Indonesia ideal artinya “sesuai dengan yang diharapkan”.
2. Da’i ialah sebutan bagi orang yang menyampaikan ceramah,atau orang yang melakukan aktivitas dakwah (subjek dakwah )
3. Era ialah zaman
4. Komunikasi ialah pertukaran informasi dari satu orang ke individu lain atau kelompok masyarakat atau Komunikasi artinya adalah berbagi. Kita berbagi dan saling bertukar minat, perasaan, pikiran, pendapat atau informasi dengan media rangkaian kode-kode, yang terbentuk sebagai sinyal dan simbol-simbol, yang dapat dimengerti dan dipergunakan oleh semua mitra komunikasi itu.
5. Teknologi yang dimaksud disini ialah alat elektronik yang mampu menjadi penyimpan bahan ceramah sekaligus alat untuk mempermudah penyajian materi ceramah berupa Laptop, TV, Radio, dan Internet dll.
6. Metode artinya cara, jalan, alat atau gaya. Dengan kata lain, metode berarti “jalan atau cara yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tertentu, atau juga disebut dengan cara, langkah, dan strategi.
7. Modern artinya baru.
8. Khulafarasyidin orang yang diberi petunjuk oleh allah SWT
9. Ulama ialah orang memiliki kedalaman ilmu keislaman sehingga dengan ilmunya itu orang terbimbing dari kegelapan kepada jalan yang terang benderang.
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Tujuan yang hendak dicapai dalam mengajukan proposal ini adalah memenuhi panggilan Allah ;

                
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara keseluhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah shetan, sesungguhnya shetan itu musuh yang nyata bagimu(Al-Baqarah;208)


1. Bagaimana Da’i era modern mampu memadukan sisi keunggulan da’i zaman dahulu dengan sekarang.
2. Bagaimana Da’i era sekarang memanfaatkan teknologi semaksimal mungkin
3. Bagaimana Da’i mampu memenuhi panggilan Allah SWT menjadi Khairu Ummah


2. Kegunaan Penelitian
a. Kegunaan penelitian untuk melengkapi dan memenuhi persyaratan tugas metodologi penelitian semester empat tahun ajaran 2009 M / 2010 M.
b. Sebagai sumbangan pemikiran dalam menyukseskan da’I untuk berdakwah di ababd modern.
c. Untuk menambah ilmu dan wawasan penulis

D. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
a. library Research (penelitian perpustakaan) yaitu penulis langsung ke perpustakaan untuk mengadakan penelitian, menganalisis berbagai macam sumber buku bacaan serta diskusi dengan pihak terkait guna mendapatkan data seobjektif mungkin.
2. Sumber Data
a. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumber utama yaitu pihak-pihak yang terlibat langsung dalam dakwah tersebut, hal ini khusus pada metode dakwah era modern.
b. Data sekunder adalah sumber penunjang atau pelengkap yaitu buku-buku referensi yang ada dan relevan dengan pembahasan yang penulis teliti.

3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang penulis pakai dalam pelaksanaan penelitian ini adalah:
a. Observasi yaitu pengamatan yang dilakukan secara sengaja dengan membaca berbagai macam sumber buku.
b. Dengan cara membuka situs-situs organisasi di internet
4. Teknik Analisis Data
Setelah data-data penulis peroleh, kemudian penulis olah dengan menggunakan beberapa metode yaitu:
a. Deduktif : Yaitu bertolak dari data yang bersifat umum untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat khusus.
b. Induktif : Yaitu hal-hal yanng bersifat khusus untuk mendapatkan kesimpulan yang bersifat umum.
c. Komparatif : Yaitu dengan cara memperbandingkan berbagai pendapat, dari hasil perbandingan tersebut ditarik suatu kesimpulan.

E. Sistematika Penulisan
Dalam rangka pembahas proposal ini agar terstruktur dengan baik, maka penulis mempedomani sistematika penulisan sebagai berikut;
Bab I ini merupakan Bab Pendahuluan yang terdiri dari;
A. Latar belakang.
B. Rumusan masalah.
C. Tujuan dan kegunaan penelitian.
D. Metode penelitian.
E. Sistematika penulisan.

Bab II ini akan Pembahasan tentang idealnya seorang da’i di Era komunikasi teknologi yang terdiri dari;
A. Pengertian Da,i dan hukum berdakwah berdasarkan Al-qur;an dan Hadits.
B. Metode-Metode dakwah
Metode dakwah Rasulullah
Metode dakwah khulafa rasyidin
 Abu bakar siddiq
 Umar bin khattab
 Usman bin affan
 Ali bin abi tholib
Metode dakwah khalifah bani umayyah
 Muawiyah bin Abu Sufyan
 Abdul Malik bin Marwan
 Al-Walid bin Abdul Malik
 Umar bin Abdul Aziz

Metode dakwah bani abbasiyyah
 Harun al-Rasyid (786-809)
 Al-Ma'mun (813-833)

Metode Dakwah para pembaharu
 Ibnu Taimiyyah
 Muhammad Abdul wahhab ( gerakan wahabiyyah )
 Muhammaad Abduh dan Rasyid Ridho
 Hasan Al-bana (Ikhwanul Muslimin )
 Taqiyyudin An-Nabany (Hizbut Tahrir )
C. Sarana Da.i di Era Modern serta penggunaannya.
a. Radio
b. TV
c. Laptop
d. Internet

D. Da’i yang ideal di era komunikasi teknologi.
1. Ditinjau dari segi Komunikator
2. Ditinjau dari segi Pesan
3. Ditinjau dari segi Komunikan
4. Dinjau dari segi Metode
5. Ditinjau dari segi Media
6. Ditinjau dari segi Tujuan
BAB III Tantangan Da’i di Era Modern
A. Intern
1. Diri Pribadi
2. Keluarga


B. Ekstern
a) Bangsa Yahudi
b) Media
c) Masyarakat
d) Pemerintah

BAB IV Penutup terdiri dari Kesimpulan dan saran
OUT LINE

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
D. Metode Penelitian
E. Sistematika Penulisan
BAB II : PENGERTIAN DA’I
A. Pengertian da’i dan hukum berdakwah berdasarkan Al-qur;an dan Hadits
B. Metode-Metode dakwah
C . Sarana Da.i di Era Modern serta penggunaannya.
BAB III TANTANGAN DA’I DI ERA MODERN
Intern

Ekstern

BAB II1 : PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA



DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, Amrullah. Dakwah sebagai ilmu sebuah pendekatan epistomologi islam,Yogyakarta: 1994
Hazin, Nur Khalif. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Surabaya: Terbit Terang, 2004
Departemen Agama RI. Al-quran dan Terjemahnya , Semarang: Thoha Putra, 1989
Dr. Aidh bin ‘abdullah al-qarni. Terjemahan Dari Kitab Tsalasuuna Waqfatan Fii Fannid Da’wati (30 Renungan Seni Berdakwah ) diterjemahkan oleh: Bahrun abu bakar ihsan zubaidi, lc, Bandung, Sinar Baru Algensindo, 2005
Al-bana, Hasan . Menuju Masyarakat Madani , Diterjemahkan oleh Geys At-Tamimi, Surabaya: Pustaka Progressif, 1993
Tarmudji, tarsis , Metoda Dan Media Penyajian Materi, Yogyakarta: Liberty , 1996
Pimpinan Pusat Muhammadiyyah, Dakwah Kultural Muhammadiyyah, Yogyakarta : Suara Muhammadiyyah, 2005

6/22/2009

Riwayat hidup

BIOGRAFI FIRDAUS BIN MUSA

AWAL SEKOLAHKU

Masa yang paling indah ialah masa kanak-kanak, dan remaja ( sekolahan )ditengah masyarakat begitulah ucapan yang sering kita dengar dari mulut kemulut ditengah masyrakat kebanyakan, yaa meskipun itu tidak semua terbukti kebenarannya.apalagi kalau masa kanak-kanak kita berada dilingkungan orang tua yang serba ada, harta banyak, dan orang tua kerja sebagai pegawai,gaji dan penghasilan perbulan diatas lima jutaan, mungkin kanak-kanak yang seperti inilah yang mendapati masa kanak-kanak masa yang menyenangkan dan membahagiakan, namun lain halnya dengan seorang anak yang lahir ditengah keluarga yang mata pencahariannya hanyalah sebagai petani, yang makan sehari-hari dicari satu hari habis satu hari, ibarat seekor burung yang mendapatkan hari ini makanan lalu dia berikan untuk anaknya, tapi ia tidak terpikir apa yang akan dimakan besoknya.
Begitulah perjalanan hidup seorang anak petani pada umumnya diantara sekian banyak anak petani tersebut adalah firdaus bin musa, yang dilahirkan dari keluarga yang latar belakang pendidikan orang tuanya adalah Sdtepatnya di dusun batuang bajawek, sungai kalu II kecamatan koto parik gadang diateh yang kabupatennya kini sudah memisahkan diri dari kabupaten solok menjadi kabupaten solok selatan, kalau dulu sekolah orang tuanya itu bukan SD namanya akan tetapi SR (sekolah rakyat) sekarang sederajat SD. Dalam kehidupan sehariannya ia dipanggil Daus ,anak dari Munir Malin Sati (Al-Marhum, 2004 M ) kalau dipendek cukup MUSA, karena itu dibelakang namanya Firdaus dipakai Musa.sedangkan ibunya bernama ASNI, masa kanak-kanak Firdaus belum ada yang namanya TK, maklum kampung Firdaus bisa dikatakan kampung yang terisolir pada saat itu, masa kanak-kanaknya dihabiskan bermain dengan teman sebayanya sekalipun itu hanya dua orang saja pada saat itu yang sebaya namanya Andi yang nama lengkapnya Mardison dan Eri, ya seperti kebiasaan dikampung firdaus kalau ada nama orang yang andi maka sering di awal namanya dipakai kata si termasuk panggilan buat andi menjadi si Andi dan si Eri.
Masa anak-anak daus dikampungnya baru mempunyai tiga Tv, itupun orang yang punya warung guna untuk menarik pembeli agar banyak orang yang mengunjunginya, dan tidak jarang daus juga menghabiskan waktu bermainnya di warung tersebut. Setelah usia 7 tahun dauspun disekolahkan oleh orang tuanya ke sekolah dasar negeri 42 sungai manau, sekarang sudah berganti nama sekolah dasar negeri 12 sungai manau, dari 12 orang teman-teman firdaus yang sama-sama mendaftar sebagai murid sekolah dasar dialah yang paling kecil dan pendek badannya, mula-mula orang tua laki-laki daus ragu mengantarkannya kesekolah dasar selain badan dan ukuran tubuh daus yang kecil daus masih di anggap anak yang belum bisa dibiarkan ditempat keramaian, namun atas dorongan kakak daus iapun dibolehkan oleh ibunya sekolah dan pada saat dia mendaftar dia berikan pertanyaan oleh guru yang pertanyaannya” berapa kakai ayam? Berapa jumlah kaki meja?berapa jumlah jari tangan dan kaki semua? Terakhir disuruh melingkarkan tangan kanan ketelinga sebelah kiri sesuai dengan persyaratan itu apa yang ditanya oleh guru semua mampu dijawab oleh daus, ya sekalipun dia berfikir lama baru bisa menjawabnya.
Ini tepatnya ia lakukan pada hari jum’at sekitar bulan maret 1995, sepulang dari mendaftar diapun ditanya oleh emaknya “daus apa yang ditanya guru disekolah tadi? Dijawabnya tadi ibu tanya berapa jumlah kaki ayam?, berapa jumlah kaki meja? Dan berapa jumlah jari kaki dan tangan semua? terkahir disuruh begini. Sambil memperlihatkan gerakan tangan kanan melingkar ketelinga kiri.terus bagaimana bisa nggak dijawab (lai dapek jawabannyo)” dijawab daus dapatlah (lai lah ) kan sudah diajarkan sama uda (kakak laki-laki ), kalau begitu gantilah pakaian dan jangan lupa makan. Ya mak jawab daus iapun langsung masuk rumah.
Setelah tiga minggu dari hari pendaftaran diapun mulai sekolah sambil menyandang tas baru, pakai sepatu baru, baju baru pokoknya hampir serba baru, Cuma satu yang tidak baru yaitu tampangnya, tampangnya masih tampang lama, diawal dia sekolah diajarkan oleh gurunya cara menulis angka, mula-mula angka satu saja lima baris dan terus angka lima baris sampai angka lima. Dia menyimak apa yang disampaikan oleh guru tapi sekali-kali ia melirik kepintu untuk lihat ayahnya apa masih ada beridiri atau tidak, maklum karena masih baru ia canggung kalau tidak ditemani oleh ayahnya, tapi itu hanya beberapa hari saja besoknya dia tidak lagi seperti awal sekolah yang patuh dan sering melihat kepintu, tapi sekarang dia pula yang berlari-lari pada saat guru sedang menerangkan ya sekalipun banyak teman-temannya juga berbuat hal yang sama karena sebelumnya ia tidak tahu bagaimana belajar itu ?

BELAJAR MANDIRI

Banyak sedikit daus sudah bisa berhitung dan mengenal huruf latin ini semua berkat ketekunan gurunya mengajarkan dan membimbing dengan sabar. Sekaligus juga berkat perubahan dari perangai daus yang semula banyak mainnya ketimbang memperhatikan guru mengajar sekarang sudah mulai berkurang dan ia termasuk anak yang rajin datang kesekolah, tapi sayang pemalas mandi menjelang pergi kesekolah. hari demi hari peningkatan pun mulai dirasakan oleh daus, tanpa terasa ujian naik kekelas duapun akan dilaksanakan sekalipun nilai pada semester satunya dua yang merah, tidak menyulutkan semangatnya untuk belajar kendatipun demikian ia masih terbawa arus huru-hara bersama temannya dirumah sepulang dari sekolah, baik bermain layang-layang, memancing belut dan menonton.

Daus ini merupakan anak kelima dari enam bersaudara dibawahnya masih ada seorang adik laki-laki namanya safar, kebiasaan daus pulang sekolah adalah sering tidak ingat PR untuk besoknya, padahal gurunya hampir tiap hari memberikan PR dan wajarlah hampir tiap hari ia berdiri didepan kelas sambil mengangkat kaki sebelah seperti itik tidur sambil berdiri, tapi anehnya ia tidak pernah jera, karena teman yang lain juga banyak yang tidak buat PR, waktu memang singkat kini diapun telah kelas empat SD, kelas empat sd dia sudah mulai tahu diri, setidaknya itu dibuktikan ketika orang tuanya sakit-sakitan, kakaknya tidak ada yang dirumah uang jajan jarang dikasih, padahal sebelumnya tiap hari dia selalu dikasih uang jajan seratus rupiah perhari, kalaupun lebih Cuma pada hari jum’at kira-kira lima ratus rupiah, tidak jarang juga sering dikasih temannya jajan ya maklum anak petani miskin yang kini orang tuanya sakit-sakitan.
pada saat itu badannya belum jauh berubah sejak awalnya dia masuk sekolah (pendek dan kecil ) padahal usianya sudah 10 tahun, karena itu ia kini berniat menawarkan diri untuk menjual jagung yang direndang tetangganya kemudian dijual kesekolah, dengan perhitungan kalau habis lima puluh buah maka buat daus 500 uangnya, pada saat itu harga satu bungkus jagung tersebut masih 50 rupiah, itu tidak jadi masalah baginya malahan ia lebih senang karena biasanya Cuma pada hari jum’at saja yang jajannya 500 rupiah, namun apa yang dipikirkan tidak seperti kenyataan, mungkin karena badannya yang kecil ada-ada saja kakak kelasnya yang mengganggu , katanya membeli jagung dagangan firdaus setelah dia makan, tidak dia bayar untuk menutupi kekurangan jagung tersebut agar tidak diketahui tetangganya yang punya jagung ia bilang saja kalau jagung tersebut di makan sendiri padahal dia berusaha untuk tidak memakannya.besoknya dia coba menghindar-hindar dari kakak kelasnya agar tidak lagi diperlakukan seperti kemaren-kemaren itu berlangsung sampai akan naik kelas lima, karena ketika akan naik kelas ia berhenti berdagang dengan alasan fokus belajar untuk ujian naik kelas selain itu dia sudah malu menjinjing barang dagangan kemana-mana , maka atas dorongan tersebut iapun menghentikan aktivitas jual jagung rendang .
Apa yang yang selama ini tidak terbayangkan hadir didepan matanya “kakak kelas yang dulu pernah mengambil jagungnya bertemu dengannya dikelas lima, rupanya kakak kelas tersebut tinggal kelas , ia dihantui rasa takut, karena semua teman-temannya tahu dialah anak yang suka berbuat semena-mena terhadap teman yang lain, rupanya apa yang ia takutkan terjadi juga selama dengan kakak kelasnya tersebut ia selalu dibawah tekanan , disuruh sana, disuruh kesini salah satu perintahnya adalah mengambil duri bunga Ros, lalu langsung diletakkan di kursi perempuan, kalau tidak diikuti diancam apa boleh buat iapun melakukannya, tidak beberapa lama setelah teman-teman masuk kelas ada diantara mereka tidak melihat ketempat duduknya termasuk perempuan akhirnnya apa yang terjadi , tadinya masuk kelas hati gembira bertukar menjadi tangis .
Kenapa tidak? karena duri yang diletakkan daus diatas kursi tadi menusuk pinggul teman perempuan tersebut, itu berlangsung beberapa hari. Kalau ini dilakukan kakak kelasnya akan berlaku jahat sama daus, Pernah suatu saat daus tidak mengikuti perintah kakak kelasnya sepulang dari sekolah daus ditunggu ditempat yang sepi (kebun karet ) , setelah itu diperintahkan teman-teman yang lain menghajar daus, sampai akhirnya dauspun membawa air mata yang beruraian pulang, daus selalu dibawah tekanan sampai lulus ujian, dan betapa senangnya daus lulus dari tekanan setelah lulusnya dari sekolah dasar.
Insya allah di sambung pada kesempatan lain, kalau ingin melihatnya tunggu saja di blog spot dengan judul hhtp/www..firdausbinmusa.blogspot.com


Hidup adalah sebuah sejarah, jadilah kita pengukir sejarah yang kelak bermanfaat bagi orang lain, jangan kita menciptakan sejarah yang akan menghitamkan dunia yang sudah kelam dengan kemaksiatan yang kita buat.

STRATEGI DAKWAH ISLAM

 oleh firdaus bin musa


BAB I
PENDAHULUAN
STRATEGI DAKWAH ISLAM


A. QS. ALI IMRAN AYAT 159


Artimya :
Maka disebab rahmat Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu berdiksap keras lagi berhati kasar tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu, karena itu karena itu maafkanlah mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah berbulat tekad, maka bertawakAllah kepada Allah sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertawakal kepada Allah swt ( Qs Ali Imran : 159 )
Penjelasan
     
Ayat ini menjelaskam bahwasanya pada peperangan sahabat melakukan kesalahan yang berakibat kekalahan, Namun sekalipun demikian nabi tetap berlaku lemah lembut ini lantaran nabi diberikan rahmat oleh Allah swt.
Allah swt memberikan rahmat kepada nabi Muhammad kedalam hati dan dada nabi, dan sebelumnya beliau telah dibekali budi pekerti yang luhur sesuai dengan al-Qur’an, disamping hikmah-hikmah yang agung dengan demikian musibah yang dirasakan oleh nabi terasa enteng dan ringan dirasakan.
Allah memuji nabi dalam berbagai ayat al-Qur’an

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

Dan firmannya dalan Qs at-taubah ayat 128

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa penderitaannya, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Andai engkau muhammad bersikap kasar dan galak dalam muamalah dengan mereka niscaya mereka bercerai meninggalkan engkau, sehingga engkau tidak bisa menyampaikan hidayah dan bimbingan kepada mereka kepada jalan yang lurus.
Karena maksud dan tujuan utama diutusnya para rasul ialah untuk menyampaikan syariat Allah kepada umat manusia.
Hal itu jelas tidak akan tercapai selain mereka bersimpati kepada pada para rasul, dan jika mereka merasa tenang dengan para rasul.
Terwujud nilai semua dosa yang dilakukan oleh seseorang, serta memaafkan kesalahan-kesaalahannya, rasul haruslah bersikap lemah lembut terhadap orang yang berbuat dosa, membimbingnya kearah kebaikan, berdikap belas kasih, lantaran dia sangat membutuhkan bimbingan dan hidayah.

Jalan musyawarah dengan mereka, yang seperti biasanya engkau lakukan dalam kejadian-kejadian, berpegang teguhlah kepadanya, meski mereka berpendapat salah dalam musyawatah.
Konsekwensi untuk mendidik mereka jangan sampai hanya menuruti pendapat seorang pemimpin saja, meski mendapat pemimpin itu benar dan terhormat pada permulaan dan masa depan pemerintahan mereka.
Bahaya yang timbul sebagai akibat dari penyerahan masalah umat terhadap pendapat perseorangan, bagaimanapun kebenaran pendapat itu akibatnya akan lebih berbahaya dibandingkan menyerahkan urusan kepada pendapat umum.
Bahwa dalam musyawarah silang pendapat selalu terbuka oleh sebab itu Allah memerintah nabi agar memantapkan peraturan itu, dan mempraktekkannya dengan cara yang baik, bersikap tenang dan hati-hati.
Musyawarah dalam Islam dan faedah-faedahmya, Musyawarah banyak mengandung manfaat diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Melalui musyawarah dapat diketahui kadar akal, pemahaman, kadar kecintaan dan keikhlasan terhadap kemaslahatan umum.
2. Kemampuam akal manusia itu bertingkat-tingkat, dan jalan berfikirnyapun berbeda-beda.
3. Semua pendapat dalam musyawarah diuji kemampuannya
4. Didalam musyawarah akan tampak bertautnya hati untuk mensukseskan suatu upaya dan kesepakatan hati.

Apabila hatimu telah bulat mengerjakan sesuatu bertakwalah kepada Allah.
Serahkanlah segala sesuatu kepadanya, setelah mempersiapkan diri dan memiliki sarana yang cukup untuk meniti sebab-sebab yang telah dijadikan oleh Allah swt.

Hanya kepada Allah mereka mempercayakan segala urusannya. Maka Allah menolong dan membimbing mereka kepada yang lebih baik, sesuai dengan pengertian kata Yuhibbu ( cinta ) ini.
Dalam ayat ini terkandung bimbingan terhadap kaum muallaf.
Menurut pendapat Imam Al-Razi ayat ini menunjukkan bahwa pengertian tawakal bukan berarti manusia harus melupakan andil dirinya seperti yang dikatakan kaum Jualah.

B. QS ANNISA ‘: AYAT 63

artinya :
Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada didalam hati mereka, karena itu berpalinglah dari mereka, dan berilah mereka pelajaran, katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa. (Qs Annisa’ayat 63 )

Tidak kami mengutus seorang rasul kepada suatu umat sebelummu dan sebelum kaummu melainkan dengan bahasa kaumnya yang diutus kepada mereka agar dia dapat memahami dengan mudah larangan dan perintah menegakkan hujjah atas mereka, dan mematahkan uzur mereka, al-Qur’an yang dibacakan kepada mereka ini telah dibawa oleh Rasulullah dengan bahasa mereka dan mematahkan udzur apakah yang mereka miliki untuk tidak mau memahaminya agar mengetahui apa yang dikandungnya, dan apa yang mengahalanginya untuk mengkajinya agar mengetahui apa yang di kandungnya seperti berbagai hikmah, dan hukum halal haram serta perbaikan bagi tatanan masyarakat sehingga memperoleh kebahagiaan didunia dan diakhirat.
Meskipun nabi Muhammad diutus kepada seluruh manusia yang berlainan bahasa dengan kaumnya, namun lebih utama bahasa yang beliau pakai di banding dengan pengutusan beliau kepada kaum lain, dengan bahasa mereka sendiri, sehingga ajaran tersebut sama-sama mereka pahami.
Sekiranya ajaran tersebut disampaikan dengan banyak bahasa kaumnya, tentu beliau akan kerepotan mempelajari bahasa- bahasa tersebut.
Dan hal itu juga akan menjadi pangkal perselisihan dan membuka pintu pertikaian ini disebabkan setiap umat akan mengakui makna-makna ajaran bahasa mereka yang tidak diketahui umat yang lain, kemudian yang lain akan mengalami penyimpangan dan penyelewengan akibat pengakuan bathil yang yang dilakukan oleh orang-orang yang fanatik terhadapa bahasa mereka sendiri.
Setelah dijelaskan bahwa manusia tidak memiliki udzur, untuk tidak memahami syari’atnya , kemudian Allah menerangkan bahwa pemberian hidayah dan penyesatan itu berada dalam kekuasaan dan kehendak Allah.

C. Qs IBRAHIM AYAT 04
         
Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka

Manusia terbagi dalam dua golongan diberi petunjuk oleh Allah swt, hatinya diterangi dadanya dibukakan untuk menerima Islam, lalu mengikuti jalan lurus dan golongan yang hatinya tertutup oleh kesesatan, karena selalu mengerjakan dosa dan maksiat masing-masing golongan ini dengan takdir dan kehendak Allah swt, tidak ada yang menolak ketetapannya dan tidak pula ada yang dapat menggugat keputusan hukumnya .dia maha perkasa tidak ada yang dapat mengalahkan kehendaknya, apapun bentuk hukumnya ia tetapkan, sudah pasti baik untuk kemaslahatan manusia.

D. QS THAHA AYAT 44

Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut".


Pada ayat ini Allah menganjurkan kepada Musa dan Harun As, bagaimana cara menghadapi fir’aun yaitu dengan kata-kata yang halus dan ucapan yang lemah-lembut, seseorang yang dihadapi dengan demikian akan berkesan dihatinya dan cenderung menyambut baik dan menerima dakwah yang diserukan kepadanya, cara seperti ini di firmankan Allah swt kepada nabi Muhammad saw, seperti dalam Qs An-Nahl 125

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Sebaliknya kalau seseorang yang dihadapi dengan kekerasan dan dengan membentak jangankan akan takluk dan tunduk, malahan ia akan menentang dan menjauhkan diri sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah SWT dalam Qs Ali Imran ayat 159


Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka

Selain petunjuk Allah kepada musa dan saudaranya, supaya mereka bersikap lemah lembut menghadapi fir’aun sebagaimana dikisahkan Allah swt dalam Qs An-Naziyat ayat 18-19.

Dan Katakanlah (kepada Fir'aun): "Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)".Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya?

BAB II
PENUTUP

KESIMPULAN

Dalam Qs Ibrahim strategi dakwah yang dapat kita simpulkan ialah dengan cara, lemah dan lembut, disaat kapan dan dimanapun, Nabi tetap berlaku lemah lembut disaat orang awam kemungkinan besar tidak akan mampu berlemah lembut (peperangan ), ini lantaran nabi diberikan rahmat oleh Allah swt.
Anda nabi Muhammad bersikap kasar dan galak dalam muamalah dengan mereka niscaya mereka bercerai meninggalkan engkau, sehingga engkau tidak bisa menyampaikan hidayah dan bimbingan kepada mereka kepada jalan yang lurus.
Karena maksud dan tujuan utama diutusnya para rasul ialah untuk menyampaikan syariat Allah kepada umat manusia, sedangkan hidayah adalah hak Allah
Strategi dakwah dalam Qs Ibrahim Ayat 4 ialah dalam menyampaikan dakwah materinya hendaklah yang berbekas dijiwa para mad’u, serta banyak menggunakan bahasa orang yang mendominasi dari mad’u artinya kita harus banyak mengetahui latar belakang orang yang akan didakwahi.
Pada Qs Thoha 44 ini Allah menganjurkan kepada Musa dan Harun As, bagaimana cara menghadapi fir’aun yaitu dengan kata-kata yang halus dan ucapan yang lemah-lembut, seseorang yang dihadapi dengan demikian akan berkesan dihatinya dan cenderung menyambut baik dan menerima dakwah yang diserukan kepadanya, cara seperti ini di firmankan Allah swt kepada nabi Muhammad saw, seperti dalam Qs An-Nahl 125


Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

KRITIK DAN SARAN

Alhamdulillah makalah selesai, dengan kesimpulan dari pemakalah seperti yang diatas, namun pemakalah berharap sangat masukan dan kritikan dan saran sebab pemakalah belum memaksimalkan dalam pengambilan rujukan, atas kritik dan sarannya pemakalah ucapkan banyak terima kasih.


DAFTAR PUSTAKA


Rasyidi, Anwar. Umar Sitanggal, Anshori. Ali hery Noer. Abu bakar, Bahrun.(1998), Semarang CV Thoha Putra.
Hafizh Dasuki, AH. Mz, Al Human. Yuhardi, Badri. Thohar, M Shohib. Sya’roni, Mazmur. Surur, Buyamin. (1990 ) Yogyakarta, PT Dana bani wakaf.