11/27/2016

Mengukur Kesopanan

Oleh : Firdaus Bin Musa

Mengukur ksopanan bisa dari hal2 kecil, sopir oto kajamban dibelakang Oto, makan sambia tagak dan. Main jangkau2se, tangan sadang barimah atau tangan sdg mamacik, iko diambiak, iko jangkau, inilah kecek rang minang ndak bataratik, tapi kalau tidak sopan kpd pencipta dsb apa ya?

Komentar
Ahmad Ijau Ko kato kato nasehat mamak baaru mak ko mak?
Ibnu Munir Malin Sati bgitulah kira2 mad.
Ahmad Ijau Hahah,..
Mintak doanyo capek nyusul mak
Ibnu Munir Malin Sati Mak doakan ndak lama setelah wisuda S2
Ahmad Ijau Nio nyo sabalun wisuda mak
Hermanto Piliang Klo nggak bisa dbina dbinasakan aja,

Hidayah itu bisa dilihat tandanya, jika ada yg "merasa" lalu iapun meyakinkan diri untuk berubah kearah yg ia merasa, terima kasih teman2 yg telah menghadiri dan mendoakan pernikahan saya, smoga setelah berbagai kemudahan kita dapatkan semuanya setelah ini, tentunya lebih2 jika daulah khillafah yang dijajikan Allah dan khabar gembira sdah saatnya Allah munculkan melalui usaha kita.

Komentar
Murdiansyaheko Putra bato us, baralek ndk ma agiah tahu
Suryadi Azhar Barakallah tadz, kok gak ada ngundang ni
Rahmad Putra Semoga menjadi kelrg samawa...
Amìin.
Muhammad Isa Barakallahu lakuma wabaraka 'alaikuma wajama'a bainakuma fil khair ..
Semoga Menjadi Keluarga Yang Sakinah, Mawaddah, Warohmah. Amiinnn
Zikri Al-Faruqi Barakallah ust, semoga SAMARA..amin
Muniifah tanpa pak firdaus gak bisa belajar
Ibnu Munir Malin Sati sabar, insyaa Allah, seminggu lagi bapak ngajar kembali
Ibnu Munir Malin Sati
Tulis balasan...
Darisal Semoga bahagia fir...
Ndak undang2 do yo...
Ibnu Munir Malin Sati Maaf. kawan2 baraleknyo bagaikan petus lagi meletus-letus, awalnya jadwalnya tgl 25 Nov 2016, karna nikahnya dikantor KUA dipercepat tgl 07 Nov 2016, skenario sutradara bana nan lah ndak sesuai penulis. mohon doanya saja agar mawaddah warahmah wassalaam
Darisal Iyo..kapatang tu kak ndas dikua agiah tau...yo lah fir semoga menjadi keluarga yang di berkahi Allah...aminnn
Usman Haeqal Barakallahu lakuma wabaraka 'alaikuma wajama'a bainakuma fil khair,
Dimaz Ajja Selamat eoo kwnd...
Smga SAMAWA..
Aminn..
Ahmat Atiat Barakallah bg.
Sabwandra Barakallah ibnu munirr...
Yodi Pradana Barakallah bang daus..
Abu Hamzah Al Khair Barakallahu laka wabaraka 'alaika wajamaa bainakuma fii khair. smg menjadi keluarga samara ust.

Menjadi bagian dari penyeru, untuk menuju terwuujudnya Islam Rahmatan Lil'alamin (I.R.A) bukan masalah minat atau tidak minat, bukan masalah suka atau tidak suka, bukan masalah mungkin dan tak mungkin, apalagi masalah dapat hidayah dan belum dapat hidayah tapi ini masalah rendahnya kwalitas keyakinan kita,sbab keyakinanlah sumber segala penentu seorang muslim melakukan,dalam hal ini tentu keyakinan akan janji Allah SWT dan khabar rasulullah SAW

Ternyata kita ini berada dalam lingkaran kemungkinan, kmungkinan yg banyak orang yg meragukan (karna tak pasti), tapi kmungkinan ini pasti, kmungkinan masuk syurga atau neraka? Itu tergantung. Amal kita di dunia, keberadaan kita di dunia menentukan kita antara dua pilihan syurga / neraka? Sejalan dg ajaran islam syurga di depan. Menyimpang dari islam neraka masih muat.




11/26/2016

Islam dan Umat Islam

Memang kita tak tahu masa depan secara pasti, memang kita bisanya berbuat hari ini, namun ktidak tahuan itu jugalah yg mustinya mnjadi sebab kita sadar, bahwa sesungguhnya dalam aqidah islam kita musti selalu berbuat sesuai dijalan- Nya, soal hasilnya seperti apa dan berapa yg penting kita sdah maksimal dalam proses. Insyaa Allah pahala sudah dalam genggaman kita

Diantara doa yang hendaknya jangan lupa bila dibaca setelah selesai fardhu" Ya Allah muliakan Hamba dengan Islam, tiada kemulian hamba tanpa kehendak-Mu, berkahilah setiap amalan yang hamba lakukan "

Hari pahlawan harusnya untuk melihat sejarah kebelakang, siapa yang pantas disebut pahlawan? Dan pahlawan demi apakah mereka berjuang yang kemudian dipuja-puja.

Janganlah sampai kepercayaan diri kita itu muncul, lantaran kebanggaan akan kmampuan kita semata2, pencipta kita menyebutnya "TAKBUR", tpi munculkanlah kepercayaan diri kita, karena bekingan kita hanyalah Allah SWT, bicara bekingan, bicara keimanan dan ilmu, jika iman dan ilmu makin tinggi, maka sebagai muslim ia akan menampakkan kepercayaan dirinya yg luar biasa, sekalipun ia berbenturan dg penguasa, pantang bagi menjadi penjilat dan penyuap, agar ia mendapat sesuatu, segera muliakan diri kita dengan mengamaalkan ajaran islam, sebagaimana umar yg pernah membunuh putrinya dimasa jahiliyyah, Allah muliakan dg islam dan ketahuilah kemulian haqiqi itu akan kita dapatkan jika Syari'ah Islam diterapkan dalam bingkai daulah khilafah

Mengukur ksopanan bisa dari hal2 kecil, sopir oto kajamban dibelakang Oto, makan sambia tagak dan. Main jangkau2se, tangan sadang barimah atau tangan sdg mamacik, iko diambiak, iko jangkau, inilah kecek rang minang ndak bataratik, tapi kalau tidak sopan kpd pencipta dsb apa ya?

Memang kita tak tahu masa depan secara pasti, memang kita bisanya berbuat hari ini, namun ktidak tahuan itu jugalah yg mustinya mnjadi sebab kita sadar, bahwa sesungguhnya dalam aqidah islam kita musti selalu berbuat sesuai dijalan- Nya, soal hasilnya seperti apa dan berapa yg penting kita sdah maksimal dalam proses. Insyaa Allah pahala sudah dalam genggaman kita

Hidayah itu bisa dilihat tandanya, jika ada yg "merasa" lalu iapun meyakinkan diri untuk berubah kearah yg ia merasa, terima kasih teman2 yg telah menghadiri dan mendoakan pernikahan saya, smoga setelah berbagai kemudahan kita dapatkan semuanya setelah ini, tentunya lebih2 jika daulah khillafah yang dijajikan Allah dan khabar gembira sdah saatnya Allah munculkan melalui usaha kita.

Apakah cara berfikir yg kayak gini patut di puji?
Suatu saat ada anak kecil sholat main2 sholat, pas sedang sholat ada orang yg maling tas, dan berkat dia melihat2 sholat, malingnya ketangkap keluarlah ucapan" Untung saya melihat" padahal ia melihat lantaran main2 saat sholat, kasus lain misalnya ada berfikiran liberal sengaja membuat kegaduhan ditengah masyakat shg timbul reaksi dari ulama yg masih berfikir jernih untuk ikut ambil bagian dalam rangka menjelaskan yg apa yg membuat masyarakat resah, keluar lagi ucapan " untung ada kaum liberal, shg umat islam tercerdaskan", kasus berikutnya ada orang yg mengemis lalu ada yg blang, untung ada pengemis tsb, shg kita sadar bahwa menjadi orang miskin itu jg sombong. Intinya menjadikan pembenaran thd hal2 yg tidak pantas dijadikan tolak ukur. Yuk cerdas berfikir

Bukan Sekedar Ondong ayia, Ondong dadak

Kenapa orang lebih sering memakai kata2 " PURA KAYA". Padahal miskinpun bisa "PURA-PURA" yaitu org yg tda menampakkan kekayaan ilmunya d g berbagi, dg alasan takut ditolak, takut ditertawakan dan direndahkan, pdhal orang mngakuimu mempunyai sisi lebih, yaitu sudah kuliah, mangnya kuliah memperbodoh diri, ndak bisa ciek alahe do. Kecek2rangming

Analisa tentang "JOKOWI"
Oleh ; Firdaus Bin Musa
Menjadi diri sendiri itu tidak mudah bagi Jokowi,karena memang iapun menaiki tahta presiden dg berhutang budi. Tepatnya memakai banyak jasa, anggota partainya, partai gabungann dan tak lupa pengusaha baik lokal maupun diluar, kalaulah dibuka dg transparan akan di dapati banyak hal yg mengarahkan ia musti siap menjadi "boneka" pengusaha tadi, lalu bagaimana dg posisi PDI dihadapan Jokowi, tdak lebih sebatas alat yg benar2 dimanfaatkan sbg alat, bukan alat yg memberi dampak kebaikan buat masyarakat banyak .Wassalam

Bagi saya aturan itu dilaksanakan jika menambah ketaatan kepada Allah SWT, jika aturan itu tdak membawa ketaatan maka saya akan lihat sisi lain, apakah aturan tsb merugikan orang lain. Setiap perbuatan yg merugikan orang lain itu dosa.


Apakah cara berfikir yg kayak gini patut di puji?
Suatu saat ada anak kecil sholat main2 sholat, pas sedang sholat ada orang yg maling tas, dan berkat dia melihat2 sholat, malingnya ketangkap keluarlah ucapan" Untung saya melihat" padahal ia melihat lantaran main2 saat sholat, kasus lain misalnya ada berfikiran liberal sengaja membuat kegaduhan ditengah masyakat shg timbul reaksi dari ulama yg masih berfikir jernih untuk ikut ambil bagian dalam rangka menjelaskan yg apa yg membuat masyarakat resah, keluar lagi ucapan " untung ada kaum liberal, shg umat islam tercerdaskan", kasus berikutnya ada orang yg mengemis lalu ada yg blang, untung ada pengemis tsb, shg kita sadar bahwa menjadi orang miskin itu jg sombong. Intinya menjadikan pembenaran thd hal2 yg tidak pantas dijadikan tolak ukur. Yuk cerdas berfikir

Alasan apa Allah muliakan kita?

Status Ahok jadi "TERSANGKA" belum memuaskan hati umat islam, sebab status tersangka belum memberi efek fisik, kita inginnya AHOK dihukum MATI, sehingga tidak ada lagi ahok2 berikutnya, status ahok tersangka hanya pengelabuhan Opini, semua ini trjadi karena sistem negara yg kita pakai adalah demokrasi, sistem sekuler yg menjauhkan agama dari politik

Putra Pitek Racun c lai usatdz....hahhaha
Ibnu Munir Malin Sati pantasnya begitu, klo ahok lolos dari jeratan akan ada orang yg menumbalkan dirinya demi membela ajaran Agamanya, mudah2an Allah perlihatkan kekuasaannya dg mematikan Ahok secara normal (sakit)

Ibadah meningkat tatkala?
Oleh ; Firdaus Bin Musa Keselamatan dan kematian kita ada dalam genggaman Allah SWT, karena itu selalulah berjalan dalam syariat-Nya, Hal ini penting agar tatkala ia berkehendak mengakhiri hidup kita, Alhamdulillah kita sdg berada dalam lingkaran ridho-Nya (Insyaa Allah), hamba mana yg tak kan senang jika ia sedang taat, lalu ia dijemput oleh sang maha kuasa, karena itu marilah kita maksimalkan aktivitas yg mengarahkan Allah makin cinta akan kita, bukan sebaliknya, apa kita perlu menunggu kematian? Atau kita yang berusaha menghampiri kematian dg rindu yg mendalam (tentunya adanya perbekalan yg cukup untuk meghadapnya), sebaik2 bekal itu ialah amalan yg membawa manfaat untuk orang banyak. Wassalam


Yuk Senantiasa ucapkan " Ya Allah muliakanlah hamba dg Islam"
Ya Allah muliakanlah hamba 

Cara Lama masih dipakai?
Oleh ; Firdaus Bin Musa
Manajemen konflik, untuk mnghilangkan kasus2 besar dibiayai media mengangkat kasus teroris, media dengan dg gorengan narasinya yg subjektif tentu sesuai pesanan, namun tumbalnya tetap sama yakni muslim dan anggota haraqah islam, jangan mau percaya media sekuler yg senantiasa menyudutkan umat islam dan ajaran islam demi kepentingan bos pemilik TV, notabennya, adalah politikus sekaligus menjadi kaki tangan dan boneka musuh umat islamg Islam
Ya Allah muliakanlah hamba dg Islam
Ya Allah muliakanlah hamba dg Islam

"Sabar yg buahnya hampir didapat"
Oleh ; Firdaus Bin Musa
Suatu saat kita mungkin berniat berhenti bersabar, berhenti menempuh perjalanan yg sdang kita tempuh, akan berhenti melakukan kebaikan karna merasa apa yg kita lakukan tidak membawa dampak apa2, ketahuilah wahai saudaraku yg seiman, bukankah kita tidak tahu masa depan? Bisa jadi, Allah akan memenuhi apa yg kita inginkan,tapi karena kita tak sabar, Akhirnya gagal lah usaha kita yg telah kita mulai selama ini, terkadang buah kesabaran itu hampir mendekati kita, tapi kita sendiri yg tak mau, lantaran tak sabar akhir skenario yg Allah tetapkan berjalan sesuai kehendak-Nya

Normalnya seorang muslim, Jika ia senantiasa dalam taat pada sang pencipta-Nya serta hidup dalam sebuah negara yang sistem Negaranya Islam, bkan yg lain. Pertanyaannya? kita saat ini normal atau tidak?

Alasan apa Allah muliakan kita?
Oleh ; Firdaus Bin Musa
Muslim itu insan yg senantiasa mengharuskan dirinya melakukan sesuatu sesuai panduan hidupnya (Al-Qur'an dan Hadist), sebaliknya yg ingkar (kafir) senantiasa menjauhkan diriya dari panduan hidupnya, maka adanya pelaksanaan amalan apapun secara contiunitas dan istiqamah penting, skalipun banyak orang yg menganggap ringan dan sepele dari ajaran islam itu. Namun Tetap sesuatu hal bernilai bàgi muslim yg itiqamah, ia memahami" Bisa jadi, amalan yg tdak banyak dikerjakan orang lain itu ménjadi sebab Allah memuliaka kita, sbgmana kemulian sahabat lantaran kebiasaan baiknya, sebut saja usman bin affan akan kedermawanannya dll tapi ada sesuatu kesamaan yg menjadi sebabpara sahabat Allah muliakan, yakni karena istiqamah dalam berdakwah, dakwah menuju negara islam dimadinah





Analisa yg sejalan dg pemahaman saya

Ust.Iwan januar
Ahok tersangka? Siapa bahagia?
1. Ahok tetap hepi karena status tersangka sama sekali tidak menggugurkan statusnya sebagai calon kepala daerah DKI. Artinya? Maju terus!
2. Tito Karnavian dan kru terselamatkan CITRANYA karena sudah menempatkan Ahok sebagai tersangka. Tak bakal dituding lagi pro- Ahok. Padahal status tersangka belum tentu TERDAKWA.
3. Jokowi karena citranya juga terselamatkan. Umat Islam juga dapat diredam lewat penetapan kasus tersangka, dan anjangsana kanan kiri untuk menggembosi kekuatan 4 November lalu.
Kalau umat Islam merasa bahagia, sebenarnya seperti anak kecil yang nangis lalu diberi permen lolipop agar reda.
Tapi mau bagaimana lagi? Beginilah mekanisme hukum demokrasi dan kapitalisme bekerja.
Mau puas? Hanya dengan syariat Islam dalam naungan Khilafah.
Dan janganlah kamu menyangka bahawa Allah lalai akan apa yang dilakukan oleh orang-orang yang zalim; Sesungguhnya Dia hanya melambatkan balasan mereka hingga ke suatu hari yang padanya terbeliak kaku pemandangan mereka, (kerana gerun gementar melihat keadaan Yang berlaku). (dalam pada itu) mereka terburu-buru (menyahut panggilan ke padang Mahsyar) sambil mendongakkan kepala mereka dengan mata tidak berkelip, dan hati mereka yang kosong (kerana bingung dan cemas) (TQS. Ibrahim 42-43).

" Fokus pada Penista Al-Qur'an dan sistem yg menaunginya"

Oleh : Firdaus Bin Musa
Jokowi dan beberapa komponen sibuk dg adanya issue aksi 2 dan 25 Desember 2016, karna skenario aksi dibuat agar lebih seram yg dikenal dg istilah " MAKAR" apakah ini sebuah kesengajaan untuk mnghilangkan kasus awal, kita umat islam jangan gampang dibodohi, fokus pada penistaan Al-Qur'an, sbb ia simbol pelecehan terhadap Al-Qur'an dimasa yg akan datang, jika tdak di adili, akan banyak yg menjadikan pelecehan Ajaran Islam hal biasa, sbg muslim kita tidak menginginkan itu terjadi lagi. Ini smua karena undang2 tidak memberi jalan tegas dan mengakomodir ajaran islam (penghina al-qur'an di hukum mati)

Sebenarnya yang lebih ketakutan menjelang aksi 2 Desember 2016, adalah KAPOLRI, Jangan2 adanya istilah " MAKAR" sebuah istilah yg sengaja diciptakannya untuk menghentikan aksi tsb, karna aksi besok kalau terjadi menjadi taruhan jabatannya, artinya jika tetap berlangsung ia akan diberhentikan, itu jugalah kenapa ia musti menyebar surat ancaman melalui helikopter untuk menakut2i siapa yg berkeinginan ikut aksi

Adanya kasus pembantaian kaum muslimin oleh Budha Myanmar dan fakta membuktikan tidak satupun pembelaan oleh pemimpin muslim, sebab terbelenggu oleh paham nasionalisme, maka alasan apalagi yang menyebabkan kita ragu akan pentingnya DAULAH KHILAFAH Negara Adi daya / super power yang akan menendang paham nasionalisme ke tong sampah

Kita hidup dinegeri, dimana berusaha jadi orang baik dihadapan Allah, tapi bertahan dalam ajaran yg tidak diterapkan kebaikan didalamnya, kebaikan seperti apa yG kita dapatkan jika demikian? Jawabannya" KEBAIKAN SEMU"

Lupa, manusia dibekali potensi lupa, dibalik lupanya manusia ada banyak hikmah yg bisa kita dapatkan, bayangkan dengan adanya sifat lupa, Allah tidak membebani dosa terhadap hambanya tersalah, begitupun saat kita lupa menaruh uang, setelah masa berlalu, kita butuh uang, tahu uang yg lupa kita taruh tiba2 nyangkut dijemari kita, betapa senangnya kita, lagi butuh2nya tiba2 ketemu, sebaliknÝa dg adanya sifat lupa terkadang kita kesal, namun adanya penekanan yg musti sama2 Kita pegang teguh, sepintar apapun kita berlupa-lupa, tidak akan bisa lepas dari pengawasan Allah, cepat atàu lambat Allah akan membuka rahasia kita yg berusaha ditutup-tutupi, maka jangan sekali-kali kita termasuk orang yg pura-pura lupa.

Kita mngkin pernah diminta buat baju, namun syaratnya warna dasarnya musti warna hijau, sehebat dan sekreatif apapun kita sudah ada ketetapa baku yg tak bisa diganggu gugat, yakni warna hijau. Demokrasi sistem yg mngharuskan agama terpisah dg pengaturan politik, adanya pemahaman yg melahirkan kejijikan terhadap agama oleh muslim apalagi non muslim, hal yg bisa dipahami, walau mereka memakai bahasa munafiknya dg mengatakan "Agama itu urusan private" jangan dibawa keranah publik, kerancuan berfikir kayak beginilah yg banyak di adopsi oleh umat islam, klo non muslim wajar, sbb agama mereka memang ajaran "spritual" yg tidak mencakup ranah publik, karena itu, klo ada yg berfikirnya "pemisahan agama dengan ranah publik", maka pantaslah ia disebut "Sekuler", sya lebih suka mnyebutnya manusia syirik