9/16/2016

Awas Praktek Ibadah Dibalik Senam Aerobic


Oleh : Firdaus Bin Musa

Sekarang aku baru menyadari apa yang dijelaskan dalam kitab mutabanat hizbuttahrir yang berjudul ……dimana dalam penjelasan tersebut setiap perintah untuk mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan allah, jangan dilihat dari segi manfaat materi saja, namun niatkan karena mencari ridho allah dan dalam rangka mentaati perintah allah swt, sebab sebagai makhluknya sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mentaati perintahnya, jika kita mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan karena ada manfaat saja  tentu kita tidak akan melakukan perintah sebelum merasakan manfaatnya, padahal dalam keyakinan kita setiap amalan sholeh yang kita lakukan dengan niat ikhlas akan mendapat pahala, pahala bukanlah manfaat yang berwujud, jika sholat kita laksanakan setelah memperoleh manfaat seperti menghilangkan sakit[1] hal ini tentu akan mengakibatkan sholat tidak dianggap suatu kewajiban, bila sholat yang ia lakukan tidak dirasakan menyembuhkan secara langsung  suatu penyakit yang ia derita, alangkah bahayanya dasar pemikiran Ini bila dibiarkan terus menggerogoti kaum muslimin.

Pemikiran ini sebenarnya telah diamalkan oleh penganut agama non muslim, yang menganggap ibadah hanya dilaksanakan tatkala ada manfaat secara langsung (pemikiran kapitalisme),sehingga ada senam aerobic yang semulanya adalah cara ibadah agama tertentu, namun kini menjadi gerakan senam, sekali merangkul dayung dua tiga pulau terlampau, ini tipu muslihat apalagi yang dibuat musuh sehingga begitu tega ia mengelabuhi muslim, senam aerbic berkedok misi praktek ibadah.


[1] Sebab sholat juga baik buat kesehatan (penyakit urat)

Proposal Nikah


Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : "Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu".
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na'udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : "Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor" (Qs. Al Israa' : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. "Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu," ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga��, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a'lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.
Dasar Pemikiran
Dari Al Qur'an dan Al Hadits :
  1. "Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui." (QS. An Nuur (24) : 32).
  2. "Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah." (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
  3. Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui�� (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
  4. Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
  5. Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
  6. Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
  7. Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
  8. Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
  9. ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa' (4) : 3).
  10. Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
  11. Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
  12. Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
  13. Dari Aisyah, "Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya." (HR. Baihaqi).
  14. Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
  15. "Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."
  16. "Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara." (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).
  17. Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
  18. Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
  19. Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
  20. Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah" (HR. Bukhari).
  21. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya'la dan Thabrani).
  22. Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
  23. Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).
Tujuan Pernikahan
  1. Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
  2. Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
  3. Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
  4. Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
  5. Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
  6. Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
  7. Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)
Kesiapan Pribadi
  1. Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
  2. Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
  3. Termasuk tathhir (mensucikan diri).
  4. Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)
Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
  • Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
  • Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
  • Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
  • Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
  • Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan." (HR. Ahmad) dan "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
  • Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
  • Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
  • Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
  • Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.
Memperbaiki Niat :
Innamal a'malu binniyat....... Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.
Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda "Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."(HR. Thabrani).
"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama". (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'. "Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan."(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : "Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya" (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, "Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)" (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : "Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya." (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya" (Ditakhrij dari An Nasa'i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a : Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" - Qs. Al Ahzab (33),
Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)
Penutup
"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira". "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"
====================================
Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati" ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu, kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu
tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."
====================================
Maraji / Referensi :
  1. Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
  2. Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
  3. Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.
  4. Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.
  5. Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.
  6. Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.
  7. Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
  8. Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press
  9. Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.
  10. Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.

9/15/2016

KATA-KATA KU ITIKAD KU

Oleh : Firdaus Bin Musa
 
Sesungguhnya Allah tak akan mempersulit hambanya yg tetap dalam syariatnya, adanya kekurangan itu keniscayaan bgitupun ada kalanya kelebihan, apakah kita mengira bhw org yg dilimpahkan banyak harta itu bahagia? Jawabannya iya, jika kita mlihat dari luar, namun blum tentu bgi yg mrasakan lngsung, seorg hamba dituntut usaha maksimal msalah hasil itu urusan Allah, kita memang btuh yg namanya mteri, bukankah kita dihadapkan dg sistem yg suasana pkerjaannya musti berhadapan dg yg di larang ? Untuk mnjemput rezki halal kita musti sling bersinergi, memahami dan sabar, memang saling memahami dan sabar tdak menghlangkan rasa lapar, tidak mnjadikan orang yg butuh materi terslesaikan maslahnya, tpi akan memuliakan kita, ingatlah bagaimana ali dan fatimah untuk pasangan yg tak berharta, pun jadilah kita kelak bagai usman bin affan, jika dikaruniai harta lebih, berlomba2 menaburkan hartanya dijalan islam.
berskap lemah itu manusiawi, tapi pasrah sblum melakukan, bukankah rabb kita mempertanyakan keimanan kita ntar? sdah ckup bagi kita untuk ragu2, karena keraguan jugalah yg menybabkan kita kehlangan ksempatan meraih pahala lebih banyak, lgi pla keraguan2 pun sngaja dihembuskan syetan, cpat atau lambat ksusahan itu akan kita tmui juga, dngan siapapun dan oleh siapapun, hnya sja lbih beruntung yg tlah banyak melwatinya dan ia sudah terbebas untuk sesaat, tpi tidak bgi yg ragu2 memulai, ia masih tegak ditempat sdg orang sudah berlari jauh, sya bkanlah pmbicara ulung, tpi mersa malu bicara syariat jika yg sparoh agama tdak kita laksaanakan sgera

10 PENGARUH DAKWAH HIZBUT TAHRIR MENGGUNCANG DAN MENYADARKAN UMAT DI PENJURU DUNIA

Situs Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir mempublikasikan berita berbagai kegiatan Hizbut Tahrir di penjuru dunia, dalam rangka mengenang 94 tahun runtuhnya Khilafah, seperti pawai dan rapat akbar yang menyerukan penegakkan Khilafah, dan berbagai aksi massa lainnya.

Di Indonesia, Hizbut Tahrir mengadakan kegiatan di 36 kota di Indonesia, pada hari Sabtu dan Ahad, seperti pawai yang diikuti oleh puluhan ribu peserta dari daerah yang berbeda.
Di Yordania, Hizbut Tahrir menggelar aksi massa di ibukota, Amman dan Al-Zarqa’.

Di Al-Quds, Hizbut Tahrir menyelenggarakan serangkaian aksi massa di beberapa kota di negeri itu.
Sementara di Sudan, Hizbut Tahrir mengadakan kegiatan “Pekan Politik”, yang diwarnai dengan sejumlah acara, seperti diskusi publik dan panggung dialog yang mampu membius ribuan generasi umat Islam untuk terlibat.
Dengan demikian, mulai dari Australia hingga Amerika, dan mulai dari Turki hingga Sudan (lebih dari 42 negara), Hizbut Tahrir mengadakan kegiatan politik langka dan tiada duanya.
Hizbut Tahrir juga bertekad untuk menggelar tiga konferensi di Amerika Serikat, satu di Tunisia, dan berbagai kegiatan lainnya di berbagai negara di dunia.
*** *** ***

Setiap tahun, Hizbut Tahrir menggelar acara mengenang runtuhnya Khilafah, dalam rangka mengingatkan umat Islam terhadap kewajibannya untuk berjuang mengembalikan pemerintahan Islam dan melanjutkan kehidupan Islam. Dan yang mencolok dari semua kegiatan itu adalah bahwa Hizbut Tahrir terus berkembang dan menyebar ke seluruh dunia, dengan beragam bahasa di bumi. Sehingga di seluruh penjuru dunia manapun tampak dakwah Hizbut Tahrir yang menyerukan untuk menegakkan Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah.

Dengan demikian, adanya kegiatan politik secara masif yang digelar oleh Hizbut Tahrir di seluruh penjuru dunia ini memiliki konotasi dan arti besar yang mengharuskan kita untuk bersikap dan mengatakan—bukan untuk membatasi—beberapa hal berikut:
Pertama, Hizbut Tahrir, yang didirikan tahun 1953 oleh al-Qadli Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullāh, dan sejumlah ulama terkemuka, dengan capat mendapatkan tempat di hati generasi kaum Muslim dan pikiran mereka. Sehingga dengan mudah Hizbut Tahrir menyebar ke banyak negara, bahkan keberadaannya berpengaruh di seluruh negara di dunia. 

Semua ini menunjukkan bahwa Hizbut Tahrir tengah menawarkan Islam kepada dunia, dengan kepemimpinan pemikiran (qiyādah fikriyah) yang mampu memuaskan akal dan menentramkan hati. Karena itu umat tidak berat untuk menerimanya, yang pada akhirnya membentuk opini umum terkait ide dan metode Hizbut Tahrir dalam mewujudkan perubahan.
Kedua, di antara nikmat yang Allah SWT berikan kepada umat Islam adalah adanya gerakan seperti Hizbut Tahrir ini yang terus mencerdaskan umat dan mengembalikan kepercayaan umat terhadap ide-ide Islam, serta berjuang untuk menegakkan kembali Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah. 

Hizbut Tahrir telah membebaskan pemikiran setelah kejumudannya yang menakutkan; membangkitkan fikih setelah kemundurannya yang mematikan; dan membangun kembali harapan setelah umat mati suri tidak berdaya melawan kenyataan. Namun sekarang, alhamdulillah umat telah memiliki orang-orang yang berkualitas yang tersebar di sejumlah benua. Mereka mengabarkan kembalinya Khilafah dan pemikiran Islam yang mengkristal, bersih dan murni.
Ketiga, Hizbut Tahrir mampu menawarkan alternatif orisinal yang mencerminkan harapan dan aspirasi generasi kaum Muslim di berbagai belahan bumi. Inilah di antara fakta yang membuat kaum Muslim melihat Hizbut Tahrir sebagai penyelamat dari kezaliman sistem kapitalisme, dan menuntut tegaknya kembali Khilafah Islam.
Keempat, Hizbut Tahrir telah mengadopsi isu utama yang diabaikan oleh sebagian besar organisasi politik di negeri-negeri kaum Muslim—karena lupa, terpaksa atau bodoh terhadap Islam yang agung. Kemudian Hizbut Tahrir membangun tema-tema yang tepat, dan sesuai dengan kepentingan umat yang tertinggi, khususnya isu kembalinya kekuasaan Islam. Sehingga Hizbut Tahrir menjadi pelopor yang tidak akan membohongi pengikutnya.

Kelima, aktivitas Hizbut Tahrir yang beraktifitas berdasarkan perjuangan politik, pergolakan pemikiran dan pertempuran ideologi, telah membuka jalan bagi kembalinya pemerintahan Islam, dan solusi kebuntuan yang menghalangi umat.
Hizbut Tahrir membongkar semua konspirasi imperialis di negeri-negeri kaum Muslim, dan mengorganisir barisan orang-orang mukhlis untuk menuntut Islam. Dengan demkian, Hizbut Tahrir merupakan ancaman nyata bagi Barat dan semua kepentingannya di dunia. Oleh karena itu, Zeyno Baran Direktur Keamanan Internasional dan Program Energi di Nixon Center mengatakan: “Hizbut Tahrir adalah satu-satunya pembunuh dalam perang pemikiran.”

Keenam, munculnya berbagai aktivitas yang dilakukan oleh Hizbut Tahrir di tingkat dunia ini mengungkapkan tentang potensi besar yang dimiliki oleh generasi umat, dan kekuatan luar biasa yang ada dalam hati dan pikiran kaum Muslim, dimana Hizbut Tahrir mampu mendayagunakannya untuk kepentingan proyek raksasa umat Islam.

Ketujuh, Hizbut Tahrir mampu membangun opini umum di negeri-negeri kaum Muslim untuk ide Khilafah ‘ala minhājin nubuwah. Sehingga hal itu membuat kaum kafir melakukan berbagai cara untuk memerangi dan mendistorsi ide Khilafah, agar umat tidak lagi menginginkan tegaknya kembali, dengan mengeksploitasi berita palsu tentang Khilafah yang ditegakkan melalui pembantaian dan intimidasi. Namun umat Islam sudah terlanjur cerdas, sehingga berbagai konspirasi itu tidak mampu lagi untuk menipu umat.

Kedelapan, Hizbut Tahrir mampu membuat kaum kafir dan para anteknya di dunia marah, sehingga mendorong mereka untuk menangkap para syabāb (aktivis)-nya, dan menyiksannya dengan kejam. Seperti yang terjadi di Uzbekistan, di mana kaum Muslim mendapatkan berbagai jenis penyiksaan paling keji dari rezim Karimov, musuh umat dan musuh kemanusiaan.
Juga di Pakistan, di mana pihak berwenang menangkap juru bicara resmi Hizbut Tahrir Wilayah Pakistan, Naveed Butt selama lebih dari tiga tahun, dan tidak diketahui bahkan oleh keluarganya, apakah beliau masih hidup atau sudah bertemu dengan Rasulullah Muhammad saw dan para sahabatnya. 

Kekejaman dan kekejian juga terjadi di Rusia, Bangladesh dan lainnya, namun hal itu justru semakin meneguhkan dan meyakinkan para syabāb (aktivis) Hizbut Tahrir akan pertolongan Allah SWT dan kebenaran janji-Nya: “(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan:
“Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (TQS. Ali Imran [3] : 173).
Kesembilan, abainya sejumlah media dari memberitakan kegiatan Hizbut Tahrir di penjuru dunia, adalah lagu lama yang dikemas baru, yang telah digunakan di masa lalu terhadap para nabi dan rasul. Namun alhamdulillāh, Hizbut Tahrir telah membuktikan bahwa dirinya memiliki kemampuan media yang luar biasa, yang dapat menembus dinding blokade dan pembungkaman untuk menyampaikan beritanya kepada semua orang. Sehingga apresiasi setinggi-tingginya pantas diberikan kepada tim media yang bekerja di belakang dan di depan semua kegiatan Hizbut Tahrir.

Kesepuluh, masalah tegaknya Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah telah menjadi sebuah keniscayaan. Seorang analisis (Glenn Beck) ketika menyoroti para pejuang revolusi Arab Spring mengatakan: “Mereka para pengusung revolusi sedang bekerja untuk mendirikan Khilafah Islam yang akan menyatukan kaum Muslim, dan mengusir Barat dari Timur Tengah.” Dalam hal ini, ia benar meski sering berdusta. Dan kami yakin bahwa itu akan terwujudkan dalam waktu dekat.
Sejarah hari ini tengah bergerak menuju ke arah Khilafah Rasyidah ‘ala minhājin nubuwah, yang segera tegak kembali, insya Allah.
Itulah sepuluh hal yang kami soroti terkait kegiatan Hizbut Tahrir yang begitu besar dan luar biasa, ide-idenya yang jernih dan langkah-langkahnya yang tepat. Untuk itu, wahai kaum Muslim, bangkitlah dan berjuanglah bersama Hizbut Tahrir, semga Allah SWT merahmati kalian. -------- ALLAHU AKBAR !!! ---------

KURANG BANYAKKAH LARANGAN ALLAH DALAM AYAT BERIKUT ?


1. "Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai pemimpin, melainkan orang-orang beriman. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apapun dari Allah, kecuali karena (siasat) menjaga diri dari sesuatu yang kamu takuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya Allah tempat kembali." (TQS 'Ali Imran : 28)
2. "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang diluar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharap kehancuranmu. Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami) jika kamu mengerti." (TQS Ali Imran : 118)
3. "Wahai orang-orang yang beriman. Jika kamu menaati orang-orang kafir, niscaya mereka akan mengembalikan kamu ke belakang (murtad), maka kamu akan kembali menjadi orang yang rugi. Tetapi hanya Allah-lah pelindungmu, dan Dia-lah penolong yang terbaik." (TQS Ali Imran : 149 - 150)
4. "Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang pedih. (Yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan disisi orang kafir itu ? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah." (TQS An-Nisaa' : 138-139)
5. "..... Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk menguasai orang-orang beriman." (TQS An-Nisaa : 141)
6. "Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin selain dari orang-orang mukmin. Apakah kamu ingin memberi alasan yang jelas bagi Allah (untuk menyiksamu) ?" (TQS An-Nisaa : 144)
7. "Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu. Mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (TQS Al Maidah : 51)
8. "Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) diantara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman." (TQS Al Maidah : 57)
9. "Dan sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya, niscaya mereka tidak akan menjadikan orang musyrik itu sebagai teman setia. Tetapi banyak diantara mereka, orang-orang fasik." (TQS Al Maidah : 81)
10. "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), padahal Allah belum mengetahui orang-orang yang berjihad diantara kamu dan tidak mengambil teman setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (TQS At-Taubah : 16)
11. "Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapakmu dan saudara-saudaramu sebagai pelindung jika mereka lebih menyukai kekafiran daripada keimanan. Barangsiapa yang menjadikan mereka pelindung, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (TQS At-Taubah : 23)
12. "..... sebab itu, janganlah sekali-kali engkau menjadi penolong bagi orang-orang kafir." (TQS Al Qasas : 86)
13. "Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai oleh Allah sebagai sahabat ? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka.." (TQS Al Mujadalah : 14)
14. "Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman-teman setia..." (TQS Al Mumtahanah : 1)
15. "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan orang-orang yang dimurkai Allah sebagai penolongmu. Sungguh, mereka telah putus asa terhadap akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur juga berputus asa." (TQS Al Mumtahanah : 13)
dibagikan Fb Islam Rahmatan Lil 'Alamin.