8/30/2016
Islam adalah Sumber Aturan Terbaik
Oleh : Firdaus Bin Musa
Yg mengidolakan orang yang tidak mengikuti jalan nabi muhammad SAW siap2
kecewa. Misal memilih / bangga Pemimpin muslim tapi tidak jalankan syari'aah, pemimpin yg
dipilih wanita, apalagi pemimpin kafir yg udah pasti menolak syariah
Apakah megawati mengikuti ayahnya yang pro sosialisme sehingga ia
meninggal dalam pengkhianatan terhadap umat islam / ulama, bergabungnya
jarot menjadi wakilnya ahok, menunjukkan betapa kuat tekanan pengusaha
terhadap megawati
Kita tentu sepakat bahwa kita ada yg menciptakan dan usai diciptakan
sekaligus juga dituntun dengan Al-Qur'an, tapi kenapa meragukannua,
tidak memakainya, walaupun memeakai tapi cuma setenga2 saja. Anda muslim
atau tidak sih
Macam2 muslim, kok berani ngelompok2kan muslim,
begitulah tanggapan sementara, klo sebatas ke ilmuan boleh2 saja, tapi
tidak dalam ketaatan kepada khalifah, uh! Apa hubungannya dg khalifah,
untuk sementara nggak ada, tpi kalau sudah muncul dan ngaji baru ngerti.
Oke langsung saja, ada disekitar kita muslim yang mengaku agama islam
tapi sengaja mengingkari ajaran islam, mereka layak dicat kaum munafik,
ada yg mengetahui kebenaran ajaran islam, ia sengaja menyembunyikan
identitas muslimnya sembari bermaksiat, ada muslim yg dicat radikal atau
keras, bahkan ada yg mengatakan ia terkontaminasi ide teroris, namun ia
tetap berjalan di area yg ia yakini kebenarannya, 2 golongan sebelumnya
ancamannya neraka, sdg yg terakhir kita doakan smg syurga menjadi
jaminan akhir hayatnya, lalu dimana posisi kita?
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
23.11
0
komentar
Sholat dan khilafah
Oleh : Firdaus Bin Musa
Klo lah boleh sya
mengibaratkan dakwah menuju tegaknya khilafah, ibarat orang yang belajar
sholat paling sempurna di sisi Allah, tadinya sholat udah sesuai bacaan
dan gerakan yg diajarkan guru suraunya eh tahu2 ada pemahaman bahwa
cara sholatnya ada yg tidak sesuai nabi, lalu cek lagi sumber aslinya,
ternyata memang ada yg musti diperbaiki dan tetap ada yg masih sesuai,
tiba2 klo udah diperbaiki, apakah sudah selesai, ternyata pakaian
kita saat sholat belum terjaga dari najis, masih kurang, besoknya hati2
memakai pakaian agar sholatnya lebih baik lagi, ternyata ada lagi
masalahnya belum khusu' namun ia teruskan laksanakan, ternyata kurang
khusu'nya karena sholat nggak tahu makna yg dibaca, belajar lagi,
ternyata stelah belajar terjemahan sholat, ternyata khusu' belum juga di
dapat, dicari lagi masalahnya, ternyata kita masih membarengi maksiat
dengan sholat, setelah dikaji lagi, ternyata ada maksiat yg itu, tidak
bisa tidak musti ada peran negara, pertanyaannya apa saja maksiat itu?
Dan negara seperti apa yg bisa menghilangkannya. Itulah negara daulah
khilafah, jika sholat saja merasa belum sempurna karena maksiat yg
besar, lantas atas dasar apa, kita mengkotak2 kewajiban mendirikan
negara dengan mendirikan kewajiban sholat, yg Allah nilai proses bukan
hasil terakhir dari usaha kita
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
21.46
0
komentar
PENTINYA LAGI...!!!
Oleh : Firdaus Bin Musa
Info penting!
Kita tentu akan marah dan mengutuk siapa saja yg
melecehkan Al-Qur'an, tapi bagaimana jadinya kalau ada al-qur'an dengan jumlah yg banyak (1Lemari) tidak
terpakai lagi, lantaran sbg lembaran suratnya hilang, ada tidak semacam
lembaga yg bisa menjadi pengumpul al qur'an yg tidak lagi terpakai? Klo
ada hubungi sya
Permainan, pemain, dan dipermainkan. 3 kata yg berasal suku kata yg
sama, namun sebagai mukmin tentu kita lebih memilih menjadi pemain bukan
malah dipermainkan, apalagi menjadi permainan, namun jangan sekedar
pemain biasa, pemain yg kita pilih adalah pemain yg membawa perubahan
untuk duniawi lebih2 akhirat kita, itulah pengemban dakwah islam, sebab
hal yg sama dilakukan oleh orang telah dijamin masuk syurga
Siapa saja yang mencoba mengambil hak Allah, sungguh ia telah
mensekutukan (menandingi) Allah, salah satunya meragukan Allah sebagai
penentu masa depan, lalu kita sudah terlebih dahulu menggambarkan yg
akan terjadi dg yakin tanpa memakai dalil Al-Qur'an dan Hadist, contoh
lain, mengucapkan akan terjadi ini dan itu walaupun sudah begini dan
begitu, semua itu kalimat syirik
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
21.45
0
komentar
Mahasiswa: jangan diam diarea nyaman.
Oleh firdaus bin musa
Wahai mahasiswa, anda diam akan ketimpangan dinegeri ini? Wajar karena
anda berada di area nyaman, sebab uang msih menampung dari orang tua,
anda bisanya memakai dan menggunakan, sehingga tidak merasakan sulitnya
mendapatkannya, sya kasihan bukan hanya kepada anda, tapi lebih kasihan
kepada ortu anda, sebab memiliki anak yg tidak menggunakan jerih
payahnya sebaik2 mungkin, lebih dari itu tidak aktivitas yg bermanfaat
demi dan untuk islam, apakah anda mau jadi budak2 kapitalis? Yang hanya
dijadikan pekerja dinegeri ini, dari itu mulailah masuk sebuah
pergerakan " Gema Pembebasan" barisan mahasiswa yg akan membuka
cakrawala anda atas diam anda selama ini, kami hanya mengingatkan, jg
sampai anda masuk pada gerakan yg hanya bersifat prakmatis lagi mudah
dimanfaatkan Untuk kepentingan partai sekuler. Pilihan ditangan anda,
jadi pejuang atau pecuundang, jadi pemain atau yang permainkan
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
21.41
0
komentar
7/03/2016
Jangan-Jangan Saya Termasuk pernah Melakukan
Oleh : Firdaus Bin Musa
Punya Rasa Malu dalam kacamata islam, menandakan ia masih layak dikatakan orang beriman, karena malu bagian dari bukti keimanan, malu dalam hal bermaksiat kepada Allah tentunya, kalaupun malu dihadapan manusia semata-mata karena ada kaitannya malu kepada Allah Swt, Tapi malu juga bisa hilang dari diri kita, jika sudah terbiasa / sering memperlihatkan perbuatan tercela dihadapan orang banyak, Korupsi danSuap / sogok, marah sembari melontarkan kata2 kotor dihadapan orang lain, memperlihatkan aurat, tidak puasa disaat ramadhan, Menonton Film porno bersama, memperlihatkan prilaku tamak dihadapan orang lain, dan tidak kalah pentingnya berdiri saat buang kecil dihadapan murid dan mahasiswa, maka ketahuilah efek dari semua itu tidak langsung kita rasakan, tapi kemudian hari. saat itulah barulah kita menyadari, betapa hal2 kecilpun yang kita lakukan termasuk prilaku memalukan membawa petaka kepada kita, Lalu pertanyaannya kita harus bagaimana? apakah harus sembunyi2, iya kalau itu berhubungan dengan manusia (malu dalam bahasan ini terkait yang bermaksiat kepada Allah), tapi jauh lebih penting malu kepada sang pencipta kita, bukan dengan sembunyi jawabannya, Jawabannya ialah dengan upaya menjalankan sesuai syariat-Nya, Jika standarnya sudah Syariat-Nya, maka apapun kata manusia tidak usah malu, karena ada kalanya menurut manusia, apa yang kita lakukan jika sudah sesuai ajaran islam, bisa2 membuat kita malu dihadapan manusia, silahkan pilih mau dihadapan Allah atau Manusia?
Saya Ingat Kata2 tidak sopan, tapi menarik untuk di pikir. (Mohon Maaf jika tidak pantas saya sebut)
" Jika anda tidak punya malu, Apa bedanya dengan memperlihatkan kemaluan"
yg saya tangkap dari kata2 diatas ialah : kemaluan saja disembunyikan dg berlapiskan kain, apalagi kalau ada cacat di dalamnya, misalnya berpenyakit dan bau tentu lapisannya dan penutupnya bukan sekedar kain kalau perlu dikasih zat pengalabuhan dengan diberi farfum, lalu bagaimana dengan hal2 yang jelas haram dalam pandangan Allah, semoga saya dan kita semua dijaga dari hal2 yang memperlakukan kita dan Allah ampuni dosa kita atas kesadaran / ketidak sadaran kita melakukan perbuatan yang memalukan pada masa sebelumnya. Tim Karmeda Televisi
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
18.31
0
komentar
" Mencari mati Husnul Khatimah "
Oleh : Firdaus Bin Musa
Malam tadi saya sempat dengar ceramah dimesjid M-Nur Andaleh ( 29 juli 2016), membahas satu hadits tentang Mati husnul khatimah " setelah saya usahakan mencari2 hadisnya di google nggak ketemu, yang saya tangkap dari penjelasan hadist tersebut adalah seseorang mati tergantung dari kebiasaan selama hidupnya.
Pertama2 dilontarkan pertanyaan, ah saya kurang ngerti juga, apa ini pertanyaan atau sebuah pernyataan, lebih kurang ucapan ustadz tersebut bunyi begini?
Husnul khatimah itu apa sih? apa mati saat sedang sholat, saat zikir, saat perang, dll. itulah kenapa saya bingung, ini pertanyaan atau pernyataan, pertanyaan knpa langsung jawab, kalau pernyataan kenapa musti bertanya? nggak usah bingung, sekedar nambah durasi tulisan ini saja, lalu beliau menjelaskan, kenapa mencari mati yang baik, karena itu adalah keinginan semua orang mukmin, saat berdo'apun kita minta mati yang husnul khatimah.
Lai pernah ibu baca do'anyo, apo kok iyo? (berulang2 dengan nada akrab), Apo do'anya buk?, Lalu dibacakan arti do'a tersebut, ustadz juga lupa kali " sebab tidak membacakan arabnya "
barulah dibacakan hadis tentang defenisi mati husnul khatimah, saya ingatkan saja intinya " sesungguhnya matinya seseorang berdasarkan kebiasaan hidupnya ", lalu dikaitkan dengan fakta yang ia jumpai, ada katanya saat ia PL dirumah sakit, bertemu dengan orang yang menjelang meninggalnya selalu seperti orang memanggil burung ", setelah ditanya kekeluarganya, ternyata, saat azan magrib datang burung yang di awainyo (dibelai2), lebih penting burung dari istrinya, anaknya dan lain2, ada lagi yang ia temukan sebelum orang yang ia ajarkan talkin mati, selalu bacaruik , itulah ustadz kata keluarganya, memang kebiasaannya sudah seperti itu, diperkuat dengan fakta pembalap tidak jarang mati tempat balapnya, pemakai narkoba mati saat memakai narkoba, pelacur mati saat sedang melacur, walau ia mengatakan ada juga yang tidak, tapi jarang.
saat penjelasan itulah ia memberikan arti husnul khatimah, husnul khatimah adalah mati dalam keadaan ridho dan di ridhoi Allah, dikuatkan dengan ayat qs-al-fajr-89-27-30 yang berkaitan " Yâ ayyatuhâ an-nafsu al-muthmainnah (Hai jiwa yang tenang), apo ibu kinilah tenang? kalau alum, berarti awak alum masuk kategori, karena itu perlu dan penting sebuah ketenangan itu Bapak ibuk, agar awak tenang ada 2 hal yang musti kita lakukan
Pertama kita musti cepat memberi maaf, jangan sampai nanti hampir satu langkah menjelang masuk syurga, malaikat men stop kita, agar menunggu orang yang kata kita semasa di dunia " sampai ke akhiraik ndak ka den maafkan doh " tu kan rugi awak dek inyo, harusnya akan masuk syurga menunggu pula dahulu, okelah kalau ia cepat dapat nomor antrian, karena masuk syurga itu perlu antrian bapak2 ibu2, bagaimana kalau lama nomor antriannya, ya lama pula kita menunggu, apa kita mau menunggu kayak itu bapak2 ibu2?
Kedua, Maksimalkan Pengasuhan kita
Ko ado anak awak, Urang azan, nyo takalok ndak amuah (mau) bapak ibunya membangunkannya, dengan alasan. nyo litak, capek dll. atau bahkan ada alasan Atas HAM takut menegur anak-anak, besok diakhirat yang berlaku " Hak Azazi Malaikat " Ndak berlaku HAM dunia ko doh" demi akhirat kita ndak ibo dek anak, tapi demi dunia awak mati2an memberlakukan permintaan anak2, begitupun terhadap keluarga kita yang lain, kalau boleh saya menambahkan sedikit (penulis) bukankah dalam qs. At-tahrim : 6, perintah Allah untuk memelihara diri kita dan keluarga kita"
Kenapa penting, Pengasuhan anak ini dibahas, satu langkah jelang masuk syurga, datang anak meminta keadilan atas pembiaran kita selama di dunia, yang pada akhirnya kita tidak jadi masuk syurga, itu nan ingek nyoh, Wassalam
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
18.30
0
komentar
Bersiap Malu dan dipermalukan
Oleh : Firdaus Bin Musa
Betapa malunya saya, Jika Seandainya? Di dunia nyata melakukan perbuatan menyimpang dan masuk dalam pemberitaan dengan ditampilkan nama Asli serta saat menjabat sebagai A, lalu ada yang penasaran, diketiklah digoogle nama tersebut, eh tahu-tahu muncul fhoto2 saya yang bejibun, saya ini siapa? lagi menjabat apa? keluarga dari mana? dan sebagai apa? itu jugalah saat ini yang tengah terjadi dipejabat pemerintah Sumbar, yang tertangkap tangan ambil bagian dari jamaah Korupsi, itu sih berita yang saya dapat, Hikmahnya Bagi kita, Persiapkan Kampanye terbaik kita dihadapan Allah saja dan Semata, dengan perbuatan yang mulia, jika kita telah meyakini bahwa yang berhak memberi pahala hanya Allah, maka cukuplah Allah saja standar pengawasan kita, bukan manusia, dan semoga kita mati dalam keadaan husnul khatimah saat detik2 nyawa direnggut paksa. wassalam
Derita Muslim Rohingya Tanpa KHILAFAH, Siapa yang mengirim pasukan jihad? dan mau berjihad
Pengemban dakwah berusaha aktivitasnya tidak dipamerkan, karena bahaya akan mengintainya setelah itu, minimal ada fitnah kedua pahala yang telah ada akan terkuras, jadilah kita orang yg bangrut, tentu tidak kita inginkan
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
18.29
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)