5/02/2012

TUMBUHKAN CINTAKU YA ALLAH



Oleh: firdaus bin musa

Wahai ayah dan ibu ku…
Sungguh cinta hatiku
Aentah yang dapat lakukan
Untuk menjadikan sebagai idolaku
Sungguh air matamu
Bagaikan telaga
Telaga syurga…
Yang tak bias balasssss
Apalah artinya hartaku
Jika diriku tersakiti olehku
Apalah artinya.. kejayaanku
Jika dirimu tak bahagia karenaku
Oh ayah…
Walau hari ini kau tiada…
Tetapi…
Rinduku tak pernah sirna…
Aku berharap ayah…
 Agar cintaku tumbuh…
 Dengan mendoakanmu….

MERAMU KERANGKA BERFIKIR JUMUD PENONTON BOLA


                                        Oleh : Firdaus Bin Musa

Sudah lumrah terjadi dan sulit di atasi, bahwa banyak saat ini seorang muslim begitu mudah menganggap bahwa apa yang banyak ia lihat itulah kebenaran, apa yang banyak dilakukan orang itu adalah perbuatan baik, apa yang banyak ia lihat itu adalah sebuah yang dibolehkan, padahal  seorang muslim hendaknya senantiasa  melihat  lingkungan dengan islam, sehingga ia akan berfikir, bahwa sesuatu yang saya lihat dan banyak dilakukan orang belum tentu boleh dan baik menurut Islam.
Ya itulah sebuah problema kehidupan yang hari terjadi ditengah kehidupan muslim yang tidak diatur dengan syari’ah islam, kebenaran berbalut dengan kedustaan, kedustaan sesuatu yang diyakini kebenaran, yang anehnya lagi kebenaran ayat-ayat tuhan diragukan, seolah mereka lebih hebat dari sang pencipta-Nya.
Terus terang walau catatan dosaku bertumpuk dalam diary malaikat, namun  masih tersisa benih ilmu yang aku peroleh saat diskusi dimeja kuliah dan siraman rohani ustadzku.
Miris memang hati ini, saat pemuda gagah perkasa siang malam ia habiskan harinya untuk menyaksikan yang namanya pertandingan bola, bahkan ia abai terhadap tanggung jawabnya yang lebih besar yakni mengetahui islam yang agung kemudian mendakwahkannya.
Paling tidak ada beberapa yang memotivasinya ia melakukan hal demikian
Pertama,ia telah terpedaya dengan sajian berita pemain bola, yang mendapat gaji milyaran rupiah sekali bertanding maupun sekali kontrak.
Orang seperti ini adalah korban dari material, ia menganggap bahwa orang yang hebat menjadi pemain bola, akan cepat kaya raya, banyak orang yang ngefens, banyak orang yang akan memuji, banyak wanita cantik yang akan mengantri dan lain-lain.
Padahal dibalik itu sebagai muslim ia musti meyakini bahwa apa yang ia lakukan tidak akan mengantarkan pada kebaikan akhirat, ini tidaklain hanyalah akan menjatuhkan ia kelembah kebinasaan dan penyesalan yang mendalam.
Kedua, karena pengaruh dalam sebuah pergaulan, saat bertemu dengan teman2, ia merasa bangga jika mengetahui siapa yang buat gol, berapa yang ia cetak, tiap kali pertandingan, inilah kenapa penonton bola merasa kurang jika tidak menonton bola tiap hari, malam dan waktu, padahal ini merupakan sebuah permainan shetan durjana.
Ketiga, bagi para penjudi, apapun bisa jadi bahan taruhan termasuk permainan bola, merekamenonton bola, untuk bertaruh siapa yang akan mencetak pertama, siapa yang akan menang, jika terterka oleh salah satu dari mereka siapa yang menang sesuai dengan apa yang ia sepakati,maka yang kalah musti membayar, ini lagi2 merupakan jebakan shetan terlaknat, serta sejalan dengan visi dan misi yahudi yakni tidak mengeluarkan umat islam dari islamnya, tapi bagaimana umat islam abai terhadap agamanya,kalau sudah demikian, maka tidak perlu repot lagi mereka untuk merusak islam, karena dengan sendirinya islam akan terlupakan dari pemeluknya, hingga pemeluknya benci dengan agama mereka sendiri karena terlalu mencegal kebebasannya.
Sungguh apa yang dipaparkan diatas sebuah jalan hidup yang rusak dan akan merusak dengan jangka waktu yang panjang, dan ini berimbas terhadap tidak harmonisnya rumah tangga, bagaimana tidak? sebab suami telah abai terhadap nafkah lahir maupun bathin, anak2pun terancam berhenti sekolah, sebab tidak ada yang akan mencari nafkah.
Sebelum jauh melangkah mari kita renungkan setiap waktu yang kita pakai, Apakah sudah baik dan sejalan dengan perintah Allah SWT?
Islamtidak melarang melakukan dan menonton bola, tapi jangan sampai banyak kewajiban dan hak terhadapallah dan orang lain yang dilanggar atau ditinggalkan, maka perlu atur waktu dan

DIBALIK TARIK ULUR PEMBATASAN BBM

                                                          Oleh : Firdaus Bin Musa

Lagi-lagi orang suruhan presiden SBY antek pemilik modal amerika jadi pembicara dalam dialog pagi di metro TV (selasa 24/04/2012), membahas tentang tarik ulur pembatasan BBM, terus terang kesal bercampur kutukan menjelma dihati, karena mereka yang katanya ahli perminyakan (qurthubi) dan (rudi rubiandini) staf ahli mentri ESDM, telah ikut mengkampanyekan bahwa menaikkan BBM lebih baik ketimbang pembatasan BBM, lagi-lagi ini sesuatu pembodohan diatas pembodohan, karena kenaikan migas ini yang di untungkan adalah asing yang telah menguasai lebih dari 84% sumber perminyakan yang ada di Indonesia, sungguh mereka pengkhianat rakyat atau memang mereka karena tidak mengerti dengan hukuman allah, atau malah pura2 tidak mengerti, ya allah berikanlah petunjuk mereka, sungguh engkau maha pemberi petunjuk.
Mereka beralasan bahwa kenaikan BBM dalam rangka menghidupkan enegy alternative lain (gas), ini alasan yang dibuat-buat untuk membodohi rakyat Indonesia, bagi yang punya kesadaran politik tinggi (politik ‘ala islam) ia akan menilai bahwa sesungguhnya kenaikan BBM yang di untungkan adalah asing, sebab pemilik terbesar dari minyak dan gas adalah asing, chevron 44 %, shell  % sedang pertamina yang akan menjadi perseroan terbataspun hanya 16%, tahukah anda apa yang dimaksud perseroan terbatas, swastapun boleh memasukkan sahamnya dalam pertamina, yang notabennya milik Negara,lagi2 ini dalam rangka membuat Negara makin terkoyak.
Ketahuilah wahai pemilik mobil diatas 1500 cc, dalam pandangan Islam minyak bumi dan gas adalah milik ummat, kaya miskin boleh menikmati serendah-rendahnya biaya beli bahan bakar minyak, tidak ada istilahnya subsidi hanya untuk rakyat miskin, sebab minyak dan gas milik umum, jadi jika ingin milik umum tetap dirasakan oleh semua kalangan, maka ikutilah syari’ah allah, jangan yang lain (kapitalisme dengan anaknya demokrasi sekulerisme), sebab ini azas yang tidak masuk akal,

BBM NAIK RAKYAT DI KIBULI


                                                              Oleh : firdaus bin Musa
 
BBM naik, keberpihakan pemerintah terhadap rakyat tidak ada, mereka berupaya membodohi  rakyat dengan BLT (bantuan langsung tunduk), bukankah naiknya minyak berimbas pada kebutuhan lainnya, siapapun akan bertanya-bertanya saat ini, kenapa bisa Indonesia yang kaya sumber daya alam (minyak bumi) mendapat imbas krisis minyak, apa yang terjadi dinegeri ini, pertanyaan ini yang pantas menjawabnya adalah DPR yang dianggap mewakili rakyat , jawabannya cukup mudah kok karena minyak boleh di ekploitasi oleh pihak swasta dan warga Negara asing dengan sebebas-bebasnya, yang didapat hanyalah hasil pajak yang itupun hanyalah hasil kotor.
Pemerintah Indonesia sangat baik hati, ia rela sekelompok orang menguasai minyak bumi, sedang rakyat sendiri dipersusah , menyesatkan rakyatpun dilakukan dengan BLT alias di kibuli, solusinya Cuma satu kepemilikan umum tidak boleh dikelola oleh sekelompok orang, mereka hanya boleh mengambil sebagai upah, bukan mengeruk dan menjadikan rakyat Indonesia sebagai buruhnya, sedang mereka menikmati untung besar

4/17/2012

KASUS GENG MOTOR ANTARA POLISI DAN T.N.I


Oleh : Firdaus bin Musa

Sudah lama tak terdengar bertikaian antara polisi dan tentara, dengan adanya kasus geng motor yang membunuh Polisi, sebagaimana salah satu televisi swasta menginformasikan (20.00-22.00 / 17 April 2012) dalam acara dialog, hal tersebut membuat saya secara pribadi was-was, karena pihak yang seharusnya memberikan keamanan tidak lagi aman, harapan saya sih ini Cuma was-was dari shetan yang terkutuk saja, polisi sebenarnya telah banyak mengetahui titik lokasi yang menjadi tempat mereka beraksi, hanya saja polisi masih kikuk untuk melakukan penghentian, lantaran dalam geng motor tersebut juga terdapat anak-anak pejabat tinggi dan tentara bahkan ada anggota kepolisian itu sendiri, meskipun bahasa halusnya oknum,  jika ditangkap sebentar juga lepas.
Timbulnya masalah geng motor ini karena ada pembiaran yang tidak pernah tuntas diselesaikan, kalaupun dirazia setelah ditangkap, dibina lalu dilepaskan kembali tidak pernah ditahan.
Sebagai orang yang menginginkan rasa aman dan nyaman, harapan kita tentu tertumpu pada pihak kepolisian dan tentara, tetapi jika mereka sudah bersiteru sesama pihak pengaman kepada siapa akan berharap  untuk mendapat keamanan, semua orang pasti menginginkan kedamaian dan keharmonisan, jika anak pejabat, anggota tentara dan polisi dibiarkan berbuat semaunya, mau diapakan negeri ini, semua yang aku tulis diatas, hanyalah pengantar agar siapapun berbenah diri untuk saling menjaga keamanan, jangan biarkan lagi semua masalah criminal ditutup-tutupi, sebab ia bangkai busuk yang akan terbau juga oleh orang, jangan lagi mementingkan imej masing2 kelompok dan masing2 pribadi individu agar baik dimata orang lain.


BERWACANA TAK KARUAN CIEK LU…!!!


Oleh:Firdaus Bin Musa

Seorang kepala sekolah bilang sama guru-guru pengawas menjelang ujian pertama berlangsungbapak-bapak, ibu-ibu pengawas, bapak ibuk musti berpandai-pandai dalam mengawas ujian, ini menyangkut nama baik sekolah kami, kabupaten/kota kita,propivinsi kita, Jika membanggakan prestasi sekolah dan provinsi kita, maka yang baik kita bersama juga kok”, dan gurupun menterjemahkan ungkapan ditas dengan membiarkan anak-anak aksi contekan, bahkan memberikan jawaban, setelah murud keluar dari ujian pertama, iapun berfikir, besok aku tidak perlu lagi mengulang pelajaran dan belajar  repot-repot, karena saat ujian kita ditunjukkan oleh pengawas ujian, pemikiran itupun ia tularkan kegenerasi berikutnya, ketika ia duduk dilapau sambil minum air kopi dan makan goreng pisang satu piring, yang pada saat itu ada anak sekolahan lagi nongkrong, , kira2 begitulah ilustrasi yang terjadi dilapangan, jujur atau tidak hal ini hampir bisa dikatakan terjadi pada tiap-tiap kota diprovinsi, berpacu dalam prestasi untuk memperoleh lulus 100%, bayangkan lulus 100% lho…!!!
Sungguh amat sulit hari ini meyakinkan, bahwa ujian U.N murni atas prestasi belajar dan kemampuan siswa semata, kalaupun ada kira2 10% dari 100%, bahkan kurang, lalu pertanyaannya, kenapa ini bisa terjadi, apa sih solusinya?
Hal ini terjadi berawal dari kebijakan yang ditetapkan dalam undang-undang, bahwa untuk standarisasi dari sebuah bermutu atau tidaknya sekolah, di uji dari ujian akhir.  Padahal harusnya, kalau bisa berwacana, mustilah saat ini kita punya target menguasai satu bidang tertentu dari jurusan yang dianggap menjadi cita-cita, sebelum ia menguasai bidang tertentu, maka jangan diberikan sertifikat, namun hari ini segala bidang mata pelajaran seolah menjadi wajib dikuasai, tapi tidak satupun yang benar-benar matang, baik itu keterampilannya, maupun ke ilmuannya, hal inilah yang musti dikaji ulang lagi, buat apa banyak mengetahui sesuatu tapi tidak satupun yang benar terkuasai.
Kan sudah ada jurusan tertentu pada S.M.K dan perguruan tinggi? disinilah kritikan itu bermula, ilmu itu tidak bisa dikuasai semenjak dewasa saja, tapi musti dari dini dikenalkan apa yang musti di kuasai hingga ia dewasa.