5/02/2012
TUMBUHKAN CINTAKU YA ALLAH
Oleh:
firdaus bin musa
Wahai ayah
dan ibu ku…
Sungguh
cinta hatiku
Aentah yang
dapat lakukan
Untuk
menjadikan sebagai idolaku
Sungguh air
matamu
Bagaikan
telaga
Telaga
syurga…
Yang tak
bias balasssss
Apalah
artinya hartaku
Jika diriku
tersakiti olehku
Apalah
artinya.. kejayaanku
Jika dirimu
tak bahagia karenaku
Oh ayah…
Walau hari
ini kau tiada…
Tetapi…
Rinduku tak
pernah sirna…
Aku berharap
ayah…
Agar cintaku tumbuh…
Dengan mendoakanmu….
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
19.47
0
komentar
MERAMU KERANGKA BERFIKIR JUMUD PENONTON BOLA
Oleh : Firdaus Bin Musa
Sudah lumrah terjadi dan sulit di atasi, bahwa banyak saat ini
seorang muslim begitu mudah menganggap bahwa apa yang banyak ia lihat itulah
kebenaran, apa yang banyak dilakukan orang itu adalah perbuatan baik, apa yang
banyak ia lihat itu adalah sebuah yang dibolehkan, padahal seorang muslim hendaknya senantiasa melihat
lingkungan dengan islam, sehingga ia akan berfikir, bahwa sesuatu yang
saya lihat dan banyak dilakukan orang belum tentu boleh dan baik menurut Islam.
Ya itulah sebuah problema kehidupan yang hari terjadi ditengah
kehidupan muslim yang tidak diatur dengan syari’ah islam, kebenaran berbalut
dengan kedustaan, kedustaan sesuatu yang diyakini kebenaran, yang anehnya lagi
kebenaran ayat-ayat tuhan diragukan, seolah mereka lebih hebat dari sang
pencipta-Nya.
Terus terang
walau catatan dosaku bertumpuk dalam diary malaikat, namun masih tersisa benih ilmu yang aku peroleh
saat diskusi dimeja kuliah dan siraman rohani ustadzku.
Miris memang hati ini, saat pemuda gagah perkasa siang malam ia
habiskan harinya untuk menyaksikan yang namanya pertandingan bola, bahkan ia
abai terhadap tanggung jawabnya yang lebih besar yakni mengetahui islam yang
agung kemudian mendakwahkannya.
Paling tidak ada beberapa yang memotivasinya ia melakukan hal
demikian
Pertama,ia telah terpedaya dengan sajian berita pemain bola, yang
mendapat gaji milyaran rupiah sekali bertanding maupun sekali kontrak.
Orang
seperti ini adalah korban dari material, ia menganggap bahwa orang yang hebat
menjadi pemain bola, akan cepat kaya raya, banyak orang yang ngefens, banyak
orang yang akan memuji, banyak wanita cantik yang akan mengantri dan lain-lain.
Padahal dibalik itu sebagai muslim ia musti meyakini bahwa apa
yang ia lakukan tidak akan mengantarkan pada kebaikan akhirat, ini tidaklain
hanyalah akan menjatuhkan ia kelembah kebinasaan dan penyesalan yang mendalam.
Kedua, karena pengaruh dalam sebuah pergaulan, saat bertemu dengan
teman2, ia merasa bangga jika mengetahui siapa yang buat gol, berapa yang ia
cetak, tiap kali pertandingan, inilah kenapa penonton bola merasa kurang jika
tidak menonton bola tiap hari, malam dan waktu, padahal ini merupakan sebuah
permainan shetan durjana.
Ketiga, bagi para penjudi, apapun bisa jadi bahan taruhan termasuk
permainan bola, merekamenonton bola, untuk bertaruh siapa yang akan mencetak
pertama, siapa yang akan menang, jika terterka oleh salah satu dari mereka
siapa yang menang sesuai dengan apa yang ia sepakati,maka yang kalah musti
membayar, ini lagi2 merupakan jebakan shetan terlaknat, serta sejalan dengan
visi dan misi yahudi yakni tidak mengeluarkan umat islam dari islamnya, tapi
bagaimana umat islam abai terhadap agamanya,kalau sudah demikian, maka tidak
perlu repot lagi mereka untuk merusak islam, karena dengan sendirinya islam
akan terlupakan dari pemeluknya, hingga pemeluknya benci dengan agama mereka
sendiri karena terlalu mencegal kebebasannya.
Sungguh apa yang dipaparkan diatas sebuah jalan hidup yang rusak
dan akan merusak dengan jangka waktu yang panjang, dan ini berimbas terhadap
tidak harmonisnya rumah tangga, bagaimana tidak? sebab suami telah abai
terhadap nafkah lahir maupun bathin, anak2pun terancam berhenti sekolah, sebab
tidak ada yang akan mencari nafkah.
Sebelum jauh melangkah mari kita renungkan setiap waktu yang kita
pakai, Apakah sudah baik dan sejalan dengan perintah Allah SWT?
Islamtidak
melarang melakukan dan menonton bola, tapi jangan sampai banyak kewajiban dan
hak terhadapallah dan orang lain yang dilanggar atau ditinggalkan, maka perlu
atur waktu dan
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
19.40
0
komentar
DIBALIK TARIK ULUR PEMBATASAN BBM
Oleh : Firdaus Bin Musa
Lagi-lagi orang suruhan presiden SBY antek pemilik modal amerika
jadi pembicara dalam dialog pagi di metro TV (selasa 24/04/2012), membahas
tentang tarik ulur pembatasan BBM, terus terang kesal bercampur kutukan
menjelma dihati, karena mereka yang katanya ahli perminyakan (qurthubi) dan (rudi
rubiandini) staf ahli mentri ESDM, telah ikut mengkampanyekan bahwa menaikkan BBM
lebih baik ketimbang pembatasan BBM, lagi-lagi ini sesuatu pembodohan diatas
pembodohan, karena kenaikan migas ini yang di untungkan adalah asing yang telah
menguasai lebih dari 84% sumber perminyakan yang ada di Indonesia, sungguh
mereka pengkhianat rakyat atau memang mereka karena tidak mengerti dengan
hukuman allah, atau malah pura2 tidak mengerti, ya allah berikanlah petunjuk
mereka, sungguh engkau maha pemberi petunjuk.
Mereka beralasan bahwa kenaikan BBM dalam rangka menghidupkan enegy
alternative lain (gas), ini alasan yang dibuat-buat untuk membodohi rakyat
Indonesia, bagi yang punya kesadaran politik tinggi (politik ‘ala islam) ia
akan menilai bahwa sesungguhnya kenaikan BBM yang di untungkan adalah asing,
sebab pemilik terbesar dari minyak dan gas adalah asing, chevron 44 %, shell % sedang pertamina yang akan menjadi perseroan
terbataspun hanya 16%, tahukah anda apa yang dimaksud perseroan terbatas,
swastapun boleh memasukkan sahamnya dalam pertamina, yang notabennya milik
Negara,lagi2 ini dalam rangka membuat Negara makin terkoyak.
Ketahuilah wahai pemilik mobil diatas 1500 cc, dalam pandangan Islam
minyak bumi dan gas adalah milik ummat, kaya miskin boleh menikmati
serendah-rendahnya biaya beli bahan bakar minyak, tidak ada istilahnya subsidi
hanya untuk rakyat miskin, sebab minyak dan gas milik umum, jadi jika ingin
milik umum tetap dirasakan oleh semua kalangan, maka ikutilah syari’ah allah,
jangan yang lain (kapitalisme dengan anaknya demokrasi sekulerisme), sebab ini
azas yang tidak masuk akal,
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
19.37
0
komentar
BBM NAIK RAKYAT DI KIBULI
Oleh : firdaus bin Musa
BBM naik, keberpihakan pemerintah terhadap rakyat
tidak ada, mereka berupaya membodohi
rakyat dengan BLT (bantuan langsung tunduk), bukankah naiknya minyak
berimbas pada kebutuhan lainnya, siapapun akan bertanya-bertanya saat ini,
kenapa bisa Indonesia yang kaya sumber daya alam (minyak bumi) mendapat imbas
krisis minyak, apa yang terjadi dinegeri ini, pertanyaan ini yang pantas
menjawabnya adalah DPR yang dianggap mewakili rakyat , jawabannya cukup mudah
kok karena minyak boleh di ekploitasi oleh pihak swasta dan warga Negara asing
dengan sebebas-bebasnya, yang didapat hanyalah hasil pajak yang itupun hanyalah
hasil kotor.
Pemerintah Indonesia sangat baik hati, ia
rela sekelompok orang menguasai minyak bumi, sedang rakyat sendiri dipersusah ,
menyesatkan rakyatpun dilakukan dengan BLT alias di kibuli, solusinya Cuma satu
kepemilikan umum tidak boleh dikelola oleh sekelompok orang, mereka hanya boleh
mengambil sebagai upah, bukan mengeruk dan menjadikan rakyat Indonesia sebagai
buruhnya, sedang mereka menikmati untung besar
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
19.36
0
komentar
4/17/2012
KASUS GENG MOTOR ANTARA POLISI DAN T.N.I
Oleh
: Firdaus bin Musa
Timbulnya masalah geng motor ini karena ada pembiaran yang tidak
pernah tuntas diselesaikan, kalaupun dirazia setelah ditangkap, dibina lalu
dilepaskan kembali tidak pernah ditahan.
Sebagai orang yang menginginkan rasa aman dan nyaman, harapan kita
tentu tertumpu pada pihak kepolisian dan tentara, tetapi jika mereka sudah
bersiteru sesama pihak pengaman kepada siapa akan berharap untuk mendapat keamanan, semua orang pasti
menginginkan kedamaian dan keharmonisan, jika anak pejabat, anggota tentara dan
polisi dibiarkan berbuat semaunya, mau diapakan negeri ini, semua yang aku
tulis diatas, hanyalah pengantar agar siapapun berbenah diri untuk saling
menjaga keamanan, jangan biarkan lagi semua masalah criminal ditutup-tutupi,
sebab ia bangkai busuk yang akan terbau juga oleh orang, jangan lagi
mementingkan imej masing2 kelompok dan masing2 pribadi individu agar baik
dimata orang lain.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
20.36
0
komentar
BERWACANA TAK KARUAN CIEK LU…!!!
Oleh:Firdaus Bin Musa
Seorang
kepala sekolah bilang sama guru-guru pengawas menjelang ujian pertama berlangsung” bapak-bapak, ibu-ibu pengawas, bapak
ibuk musti berpandai-pandai dalam mengawas ujian, ini menyangkut nama baik
sekolah kami, kabupaten/kota kita,propivinsi kita, Jika membanggakan prestasi
sekolah dan provinsi kita, maka yang baik kita bersama juga kok”, dan
gurupun menterjemahkan ungkapan ditas dengan membiarkan
anak-anak aksi contekan, bahkan memberikan jawaban, setelah murud keluar dari
ujian pertama, iapun berfikir, besok aku tidak perlu lagi mengulang pelajaran
dan belajar repot-repot, karena saat
ujian kita ditunjukkan oleh pengawas ujian, pemikiran itupun ia tularkan
kegenerasi berikutnya, ketika ia duduk dilapau sambil minum air kopi dan makan goreng
pisang satu piring, yang pada saat itu ada anak sekolahan lagi nongkrong, , kira2
begitulah ilustrasi yang terjadi dilapangan, jujur atau tidak hal ini hampir bisa
dikatakan terjadi pada tiap-tiap kota diprovinsi, berpacu dalam prestasi untuk
memperoleh lulus 100%, bayangkan lulus 100% lho…!!!
Sungguh amat
sulit hari ini meyakinkan, bahwa ujian U.N murni atas
prestasi belajar dan kemampuan siswa semata, kalaupun ada kira2 10% dari 100%,
bahkan kurang, lalu pertanyaannya, kenapa ini bisa terjadi, apa sih solusinya?
Hal ini
terjadi berawal dari kebijakan yang ditetapkan dalam undang-undang, bahwa untuk
standarisasi dari sebuah bermutu atau tidaknya sekolah, di uji dari ujian
akhir. Padahal harusnya, kalau bisa
berwacana, mustilah saat ini kita punya target menguasai satu bidang tertentu
dari jurusan yang dianggap menjadi cita-cita, sebelum ia menguasai bidang tertentu,
maka jangan diberikan sertifikat, namun hari ini segala bidang mata pelajaran
seolah menjadi wajib dikuasai, tapi tidak satupun yang benar-benar matang, baik
itu keterampilannya, maupun ke ilmuannya, hal inilah yang musti dikaji ulang
lagi, buat apa banyak mengetahui sesuatu tapi tidak satupun yang benar
terkuasai.
Kan sudah
ada jurusan tertentu pada S.M.K dan perguruan tinggi? disinilah kritikan itu
bermula, ilmu itu tidak bisa dikuasai semenjak dewasa saja, tapi musti dari
dini dikenalkan apa yang musti di kuasai hingga ia dewasa.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
20.33
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)

