1/02/2012
TEKS PIDATOP RESIDEN.....
PANTAI
PADANG, di padang terdapat daerah pantai, dan dianatara objek wisata yang ada
di pantai padang adalah pantai air manis, taman nirwana, dan pantai carolin,
dan tidak jauh dari pasar raya ada pantai yang selalu dijadikan tempat melihat
matahari terbenam oleh masyarakat kota padang, kesempatan itu dgunakan oleh
masyarakat yang ada ditepi pantaipun dengan membuat bangku ditepi pantai
terkadang orang keliru memahami bahwa kita
musti seimbangkan antara dunia dan akhirat, seolah untuk akhirat itu bagiannya
sama dengan dunia, kebaikan yang kita kumpulkan untuk akhirat sama banyak
dengan , padahal kebahagian di akhirat tidak cukup dengan kebaikan kita yang
kita lakukan seumur hidup jika allah menjual kebahagian yang kita inginkan
nanti
lubuak sampia, nagari yang ada menjelang
batuang bajawek, kalau di urutkan nama daerahnya ialah lubuak sampia, pasa
sungai kalu, simpang koto baru, simpang pinti kayu gadang, pulau bungkuak,
pinang balirik baru batuang bajawek
Namun bagi
siapa yang ada niat untuk menginfakkan hartanya dalam rangka memperoleh hidangan
dakwah dalam bentuk video audio, karmeda dengan senang hati membuka rekening
dengan catatan tidak ada unsur lain dibalik permintaan dakwah, misal merusak
citra individu atau kelompok lain, silahkan hubungi email:
firdausbinmusa@gmail.com atau firdaus_327951@yahoo.co.id dan facebook firdaus
bin musa
Generasi hari ini, adalah pemimpin hari esok,
hanya saja bukan berarti kita harus memaksakan anak hari mempelajari tugasnya,
sebagai calon pemimpin esok, yang namanya anak-anak tentu ia akan berbuat
sebagai mana layaknya anak-anak, jadi berikan juga peluang buat mereka bermain
dengan teman seusia mereka, dan berikan diwaktu yang tepat, kapan saatnya ia
musti belajar
disela-sela waktu istirahat, kami mahasiswa Komunikasi Penyiaran
Islam fakultas DAKWAH di IAIN IMAM BONJOL PADANG mengadakan syuting dengan
kamera digital dengan peran dan skenario yang tidak tertata apik, namun
diharapkan mampu menghibur dan memberi pesan dakwah bagi yang menonton
hendaknya Jorong batuang bajawek yang ada dikabupaten
solok selatan, kecamatan koto parik gadang diateh, kenagarian pakan rabaa
utara, ada kebiasaan ibu rumah tangga menjelang menanak nasi, yakni membuat
bareh pacik, caranya cukup dengan mengambil tiga genggam beras yang sudah
ditampi, lalu dimasukkan kedalam tabung yang terbuat dari bambu, hal itu
dilakukan setiap kali akan menanak nasi, kegunaan bareh pacik tersebut, sebagai
persediaan saat datang pemuda yang akan mengadakan acara tertentu, lalu dari
sana diambilkan, bahkan tidak hanya itu pengemis dan anak yatimpun dari sana
diambilkan sumbangan buat mereka, jadi tidak heran masyarakat disana selalu
siap memberikan sumbangan buat kemaslahatan social.
Angin yang disertai hujan kencang melanda
kota padang padang tanggal 19 november 2011, akibatnya salah satu pohon yang
ada di dekat kantor lurah simpang haru kecamatan padang timur roboh, kebetulan
mobil ada diparkir disana, akhirnya mobilpun terhimpit dibuatnya, peristiwa
yang terjadi jam 02 malam tersebut, segera di evakuasi oleh dinas penanggulangan
bencan
Salah satu cara agar anak kita menjadiorang tekun dan gigih, dari
sekrang diajak bekerja, tapi jangan dipaksa, namun pakai metode motivasi, ini
adalah bagian dari perjalanan hidup kru karmeda, dalam rangka mencari bahan
video editing, dan hasilnya seperti yang anda saksikan saat ini, jika dilihat
memang agak sederhana, wajar sebab ini ada hasil karya kelima semanjak
mencoba-coba mempraktekkan ilmu kamera dan editing yang diperoleh selama kuliah
di IAIN IMAM BONJOL PADANG, di fakultas dakwah jurusan komunikasi penyiaran
islam, bagi siapa yang ada niat masuk kejurusan tersebut, maka jangan lupa
hasil karyanya mengandung pesan2 dakwah, entah dari mana sejarahnya sehingga
pulau bungkuak disebut namanya pulau bungkuak, diatas adalah lokasi jl tersebut,
yang ada di kabupaten solok selatan, kecamatan koto parik gadang diateh,
kenagarian pakan rabaa utara, video tersebut diambil mulai daerah pulau
bungkuak kemudia pinang balirik terakhir nanti korong batuang bajawek
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
02.11
0
komentar
QURBAN NAN SATANGAH-SATANGAH
Oleh : firdaus bin musa
Hari raya idul adha tidak akan terasa
lebih meriah jika tidak di ikuti penyemblihan hewan qur’ban, begitulah komentar
beberapa masyarakat, terkait perintah berqurban dapat kita temui dalam qur’an
surat Al-Kautsar yang berbunyi “sungguh, kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang
banyak, maka laksanakanlah sholat karena tuhan mu dan berkurbanlah (sebagai
ibadah dan mendekatkan diri kepada allah), sungguh orang yang membencimu Dialah
yang terputus (dari rahmat allah)” jika seorang muslim memang berangkat
dari firman Allah ikut sebagai peserta qurban dari tahun ketahun, berarti
muslim tersebut telah memenuhi perintah Allah, ini membuktikan bahwa muslim
tersebut telah bersyukur pada sang penciptanya, dan allahpun menjanjikan akan
menambah nikmat terhadap hambanya yang bersykur, pertanyaan lain muncul,
bagaimana proses dilapangan sudah benarkah?
Dalam realitanya peserta qur’ban hanya
menyerahkan uang pada panitia qurban atau lembaga untuk menyalurkan hewan
qurban, setelah itu peserta tidak tahu menahu lagi, akhirnya peserta tidak banyak
mengetahui secara detail bagaimana proses sehingga daging qurban benar-benar
sampai pada masyarakat yang berhak menerima, sebab jika ini tidak diketahui
oleh peserta qurban sebelum menyerahkan uang kepanitia, masalah baru muncul saat
proses dan setelah pembagian daging qurban, diantara masalah itu ialah kenapa
tidak rata masyarakat mendapatkan, misal ada diantara masyarakat yang telah
mendapatkan kupon, namun dagingnya habis, ini memicu konflik diantara
masyarakat, lalu bagaimana cara mengatasi persoalan ini.
Islam
mengajarkan, hendaklah dalam proses qurban tersebut peserta yang ikut ambil
bagian dalam pengerjaan, agar saat lebih bernilai ibadah qurbannya.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
02.05
0
komentar
BERGURU PADA KERBAU
OLEH : Firdaus Bin Musa
Cerita ini diangkat dalam rangka
mengingatkan kita sebagai muslim, bahwa hidup akan mati dan setelah itu aka
nada haru pertanggung jawabannya, dari itu setiap makhluk bias jadi ikhtibar
bagi kita agar bisa menyadari akan kematian itu, dalam kisah ini akan
dikenalkan betap selama ini kita tidak menjadikan kematian seseorang sebagai
media untuk kembali pada pertaubatan
Pada suatu hari umat islam sedang
mengadakan penyemblihan hewan kurban, ternyata menjelang acara itu di mulai,
kurban2 yang sedang berbaris itu berdialog satu sama lain, untuk lebih jelasnya
marilah kita saksikan film berikut ini.
Sapi 1 : ondeh banyak kawan den
kini mah
Sapi 2 : jan sanang lho hati ang
lai coy, sabanta lai awak ka di dabiah ciek-ciek lai jaleh dek ang
Sapi 3 : manga paja tu bisiak2
lai ndak pagunjiangan deyen go….
Sapi 1 : yo bana…?
Sapi 2 : kok ndak picayo caliak dek ang, nan lah di
palituak an dek urang tu ha.
Sapi 1: ma pulo, itu cuci darahse
nyo tu, dek mada tu iyo dibaitu an dek urang.
Sapi 3: ah apolah kecek paja tuh,
nan jaleh paruik den kanyang, nyam…nyam…nyam
Sapi 2: kok ndak picayo, rasai lah golok nan
gadang tuh beko, bia mampuih ang.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
01.59
0
komentar
SINOPSIS DAN SKENARIO PALICAK KOPI
OLEH : FIRDAUS BIN MUSA
Film
ini memberikan wacana agar alat palicak kopi tetap dipertahankan dengan cara
memodifikasi nya, tayangannya berupa gambaran umum alat tradisional palicak
kopi terdahulu, kemudian menyebutkan komponen-komponen sehingga bisa di contoh
dan dibuat sebagai alat palicak (penggiling kopi) oleh penonton , Setelah
menyebutkan komponen-komponen yang ada pada palicak kopi, lalu diperlihatkan
proses pemakaian dari alat palicak kopi. Warning
…!!! Membaca scenario hendaknya di
iringi dengan melihat tayangan langsung.
“Kata-kata
narator”
Modernisasi telah mengubah
berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk menggunakan peralatan alat
tradisional menjadi alat modern. barangkali diantara alat tradisional tersebut
ialah Palicak kopi, begitulah masyarakat batuang bajawek kanagarian pakan rabaa
utara yang ada dikabupaten solok selatan menyebut alat tradisional ini, alat
ini bermodalkan beberapa bahan saja yang terdiri dari satu potongan pohon kayu
yang bulat, dua klahar kecil, enam kawat, dua puluh delapan paku, beberapa
helai papan, dan empat potongan kayu sepanjang lebih kurang satu meter sebagai
tonggak.
Bagi siapa saja yang melihat alat tradisional ini walaupun hanya sekali, dapat
dipastikan akan berucap begitu mudahnya
pembuatannya, tapi amat disayangkan masyarakat lebih memilih yang ala modern
selain tidak membutuhkan banyak tenaga, kerjanyapun praktis, padahal di sisi kekurangan alat tradisonal ini, sisi
kelbeihannya juga ada, seperti kopi yang di giling dengan alat ini tidak
berkeping-keping, dan tidak menggunakan bahan bakar minyak yang dapat menyedot
dana setiap kali digunakan.
Kalaupun ingin diganti dengan
mesin cara pemutaran sebenarnya juga bisa, kalau ada inisiatif dari masyarakat,
cukup membeli mesin putar penarik roda tersebut.
Sekarang Keberadaan alat
tradisional ini sudah tersingkirkan dengan adanya penggilingan kopi menggunakan
bahan bakar, jadi tidak heran jika jarang alat tradisional ini kita jumpai pada
era modern ini. kalaupun ada sekarang ini bisa dalam hitungan jari saja dapat
kita jumpai ditengah-tengah masyarakat.
Berikut kita saksikan
komponen-komponen dan proses pemakain alat tradisional palicak kopi
Dengan suara narasi, narrator
menyebutkan unsur-unsur yang terdapat pada palicak kopi, menyebutkan kekurangan
alat tradisional ini, serta bagaimana caranya agar ia tetap bersaing dengan
penggiling kopi ala modern
Ini adalah gambaran cara pemutaran,
pemakaian dari alat tradisional yang
diputar oleh anak-anak
(Alex), yang terdiri dari besi.
yang
berputar diantara kayu itu adalah kawat yang sengaja di lilitkan.
Sementara
itu anak-anak memasukkan kopi
(Edil) dan kemudian nanti setelah
dimasukkan akan kita dapatkan hasil kopi bahwa kopi yang tadi dimasukkan bulat
akan terbelah menjadi dua, sekali lagi kita ulangi , bagaimana proses
penggilingannya, ini kita lihat anak-anak menampung biji kopi yang terbelah.
Beginilah
proses penggilingan kopi setelah diambil dari batang.
Agar tidak repot biasanya kopi
ini dimasukkan pakai bak (diangkat edil
dan ifan), pakai bak agar bisa menampung kopi lebih banyak, nanti tidak perlu
lagi tangan satu-satu mengangkut (memasukkan dalam penggilingan), tapi cukup
sekali saja masukkan dalam bak langsung diputar terus menerus, akhirnya kita
akan mendapatkan kopi menjadi terbela, tangan tidak perlu repot lagi kerja bawah
atas, ini hasilnya kopi yang terbelah, setelah digiling.
Alat tradisional palicak kopi
atau penggiling kopi ini, hanya terdiri dari beberapa unsur saja, diantaranya
kayu, besi, kemudian paku, besi dan gulungan besi, dan kayu bulat seperti pohon
yang tebang utuh, kemudian dibuat seperti lingkaran.
Kita saksikan kembali bagaimana
proses penggilingan
// alatnya sederhana sekali, mungkin
barang kali semua orang jika memiliki kopi, dan tidak memiliki mesin bisa
membuat sendiri, alatnya hanya memakai klahar, kawat, kemudian kayu, papan/
Ini bak tadi / kita bongkar kembali,kita lihat satu-satu (komponen alat palicak kopi),
pertama yang terlihat adalah adalah kawat, yang melingkar itu, antara kayu
bulat itu yang sengaja diukir adalah kawat, dan yang saya tunjuk itu adalah
besi, sepertinya besi mobil, lantai bus, kemudian ini adalah kawat, yang
sengaja dililitkan tidak boleh membujur saja, tapi membengkok, cara
pemakaiannya dengan menggunakan paku, sedangkan sandal itu adalah penopang agar
kopi tidak berserakan
Ini
adalah gomok olesan pada klahar agar tidak macet, gomok atau oli bisa juga
dipakai.
Sekarang
kita lihat dari bawahnya, ini adalah tonggak dari alat tradisional yang agak
tinggi, sebab kalau rendah sulit melakukan perputaran.
Ini adalah gulungan besi yang
bisa diputar, agar tangan tidak sakit yang dipasang sekaligus itu kayu bulat
utuh yang berguna agar tidak terlalu memakan kekuatan atau tenaga, sebab
dibantu alat berat
(kayu bulat seperti lingkaran)
Sekarang kita lihat dan saksikan
kembali, ini adalah klahar juga, kini kita lihat dari sisi lain.
ini
besi lantai mobil biasanya. Itu tangan
anak-anak yang memasukkan kopi yang akan digiling, setelah itu anak-anak yang
yang lain memutar terus diputar,
sedangkan tonggak itu hanya dibutuhkan empat buah saja, namun kalau ingin lebih
kuat pakai delapan, anak-anak memasukkan kopi lagi, itulah prsoses penggilingan
kopi yang terdapat disolok selatan batuang bajawek pakan rabaa utara, yang saat
ini sudah mulai hilang, dan berganti memakai mesin, disamping kekurangannya ada
kelebihan palicak ini, seperti kopi saat dilicak / giling dia akan belah dua tidak pecah
seperti menggunakan alat mesin lain, biasanya memakai mesin yang berbahan solar
banyak kopi yang pecah, kemudian ia hitamsetelah dijemur
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
01.56
0
komentar
BEGINIKAH KAPITALISME MENGURASKU
oleh Firdaus bin Musa
Apakah saya ini telah menajdi korban para
kapitalisme, pertama-tama hp saya yang rusak, saat saya minta tolong perbaiki
pada sang ahlinya ia bilang, oh hp anda rusak alat didalamnya satu, biaya beli
alatnya 96 ribu rupiah, padahal beli hp 200.000 rupiahan, lalu computer saya
yang rusak ternyata tukang perbaiki juga bilang, kalau ini tidak cukup program
saja di install ulang tapi musti diganti beberapa alat didalamnya harganya 300
ribu, upah install 50.000, pokoknya dalam memperbaiki habis uang saya
550.000rupiah, lalu handycam saya yang rusak, dimana layar untuk melihat hasil
rekaman gelap saja, katanya LCD nya rusak, biayanya 800.000, padahal saya beli
baru 1.500.000, padahal masih banyak aat yan ada dihandycam, kenapa sampai
separoh beli baru, biaya beli alatnya yang rusak satu buah, hari ini (2 januari
2012) mesin printer saya yang rusak,
katanya catricnya rusak keduanya, biayanya 300.000, padahal saya beli baru,
400.000, kok bisa ya, alat yang kecil terdapat di satu benda raksasa, bisa
tersaingi harga alat kecil tersebut, apa ini strategi kaum kapitalisme dalam
mencari keuntungan?
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
01.49
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)
