7/20/2011

“KEMBALILAH KEPADA FUNGISIMU WAHAI ULAMA”

 

Oleh : Firdaus bin Musa

Nahdatul Ulama yang berarti kebangkitan ulama, tidak lagi sesuai dengan visi dan  misi ulama seperti yang diharapkan, adanya konfrensi yang dilakukan  lapangan gelora bung karno Jakarta, tidak lain menyaingi konfrensi yang diadakan oleh ormas islam yang senantiasa menyuarakan syari’at islam secara global, keyakinan ini timbul dengan adanya sikap simpatisan Nahdatul Ulama yang merobek beberapa famplet di dikampus-kampus yang ada dipulau jawa, hal ini didasarkan tidak lain karena sudah terkontaminasi oleh pemikiran nasionalisme yang telah menjerat  beberapa simpatisan ormas Nahdatul ulama.
Amat disayangkan, jika yang saya dapatkan info ini benar adanya, padahal ulama yang benar-benar paham dengan islam ia akan meletakkan ilmunya sebagai hakim, bukan pembela kepentingan kaum kuffar.
Sebelumnya sudah banyak anggota Nahdatul ulama yang telah terasuki Virus Liberal yang disusupkan oleh pengusung HAM, Pluralism Agama, dan bolehnya Nikah Sejenis. Fakta juga menjelaskan bahwa adanya anggota Nahdatul Ulama yang gencarnya ia merasuki anggota lain untuk mengikuti pendapatnya (Abdurrahman wahid dan ulil absar abdalla), seandainya ulil dan konco-konconya telah menguasai tubuh organisasi NU tentu dapat dipastikan , perjuangan ulama tidak lagi murni dalam pembelaan terhadap islam.
Dengan adanya peringatan ulang tahun ormas NU ke-85 ketua Panitia yang mengadakan acara peringatan ormas  NU tersebut begitu semangat memberi statmen saat di liput tv one, bahwa Indonesia bukan Negara agama, bukan Negara islam, bukan Negara Kristen, dan bukan pula Negara hindu, Indonesia adalah Negara rakyat Indonesia.
Dengan ilmunya yang dangkal (sama dengan penulis) terhadap islam dan sejarah islam, begitu lantang dan beraninya ia membawa-bawa pendiri Nahdatul Ulama sebagai ikon yang telah merestui bahwa Indonesia adalah Negara Nasionalisme.
Kejumudan dalam berfikir segelintir umat islam, tidak lah begitu berarti dengan keistiqamahan ormas pejuang Syari’ah islam secara kaffah, pada umat yang masih bisa melihat islam secara jernih dan kaffah marilah kita jeli dan hati-hati menyerap informasi.

7/18/2011

“Virus Pink Menjegal Aktivis Dakwah”


Oleh : Firdaus bin Musa

Menulis bagiku semacam  anak kecil yang malaz sekolah karena ia menganggap mendingan lebih asyik bermain, akan tetapi terkadang aku begitu berhasrat untuk menulis, jika ada ide yang aku anggap menantang idealismeku, diantara yang menantang itu adalah “Virus Pink Menjegal Aktivis Dakwah” aku akan mencoba merangkai kata menjadi susunan kalimat yang berkenaan dengan virus pink dengan harapan membawa manfaat buat saya dan yang akan membaca.

 Pacaran, aku tak tahu siapa yang memulai membuat sebuah istilah pacaran ini, namun yang jelas kata2 ini begitu akrab ditelinga remaja islam sekarang, bahkan anak-anak kecilpun sudah pandai melafazkannya, hal ini tak terlepas dari tontonan yang memberikan tuntunan tak terkecuali pengemban dakwah juga telah terjerat dengan istilah dan praktek ini. Jika didengar  dari cerita-cerita yang menjalani  aktivitas pacaran ini, maka pacaran tak terlepas dari kata2 gombal (kalaupun tak boleh disebut kata2 dusta), sentuhan fisik  (pegang-pegangan, ciuman, sampai pada free sex) Ditambah lagi kaum kapitalisme begitu gencar menyuarakan bahwa kondom mampu mencegah virus HIV dan AIDS, para artispun tidak kalah ketinggalan dalam mensosialisasikan program ini dengan cara membagi-bagikan secara gratis pada sopir truk, dan ada juga dengan menyelipkannya pada kaset lagunya, yang menurut katanya dalam rangka pencegahan virus aids dan hiv, jika dibiarkan jalan menuju free sex ini  tentu akan menambah data dari kerusakan moral yang dibuat remaja zaman sekarang, hal ini berawal dari yang namanya pacaran.
Pacaran bagi aktivis dakwah sudah berganti nama dengan sebutan virus pink, memakai kata-kata virus berarti masih ada kesan tidak suka pada yang namanya pacaran, tapi anehnya kata-kata ini dibenci, namun prakteknya kadang-kadang  jalan juga,  kita khawatir esok nantinya akan berlanjut pada yang lebih parahnya bagaikan sebuah judul buku “zina dicaci tapi dicari” ya judul buku yang menggelitik, disaat orasi dan diskusi porno dan grafi begitu kita caci, namun dibelakang itu wallau ‘alam.
Terkadang kita tertipu dengan menyamakan istilah pacaran dengan ta ‘aruf, padahal ta ‘aruf adalah perkenalan dalam rangka membuktikan keseriusan untuk mekhitbah (melamar), berbeda dengan pacaran hanya untuk melampiaskan hawa nafsy syahwat  atau memperturutkan pubertas yang sebenarnya bisa dikendalikan. Padahal sudah jelas, bahwa rasa cinta, suka pada lawan jenis adalah gharizatul baqa’  hal yang sudah ada tiap manusia, sebagai muslim dalam penyalurannya musti terikat dengan aturan islam, jika dilanggar cara penyalurannya maka akibatnya kesengsaraan didunia dan siksa diakhirat, misal melakukan aktivitas zina maka didunia akan dikucilkan masyrakat,  terkena penyakit,  dan tidak jelas status anak dan masih banyak dampak lain.
Padahal islam mengatur  cara penyalurannya yakni dengan menikah, jika belum sanggup maka hendaklah perbanyak puasa sunnat, atau melakukan aktivitas bermanfaat, kesukaan pada lawan jenis tidak musti dilakukan dengan cara haram
Jika kita baca dalam al-qur’an maka akan didapati firman allah swt, bahwa pacaran bagian jalan shetan yang  mendekati  pada zina, maka itu adalah seburuk-buruk jalan yang hendaknya kita tinggalkan, jika kita masih bersikukuh untuk menjalaninya, maka tunggu saja akibat dari pembangkaan kita pada firman allah swt tersebut, diantaranya penyakit kelamin, harga diri jatuh (tak dihargai lagi), diakhirat akan mendapatkan siksa. Mari kita renungkan dalil  dan penjelsan berikut :

1. LARANGAN DUDUK DI PINGGIR JALAN

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Sesungguhnya ALLAH telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata adalah memandang, zina lisan (lidah) adalah mengucapkan, sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan, serta kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu. [Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad]

•Hadis ini menerangkan bahwa mata yg memandang kepada seseorang yg bukan muhrim dimana pandangan itu diiringi nafsu syahwat atau tidak sesuai tuntunan agama, maka pandangan itu termasuk zina
•Dari Jarir, ia berkata: Saya menanyakan tentang melihat sesuatu yang diharamkan yang datang dengan tiba-tiba kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda: “Pejamkanlah matamu”. [Muslim]
Artinya manakala kita melihat perkara yang diharamkan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala, maka hendaklah kita memejamkan mata.
• Dari Ummi Salamah, ia berkata: Ketika saya bersama Maimunah berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Ibnu Ummi Maktum masuk. Kejadian itu sesudah turunnya ayat yang memerintahkan kami untuk berhijab. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berhijablah kamu daripadanya”. Kami berkata: Wahai Rasulullah, bukankah ia seorang yang buta tidak melihat dan tidak mengetahui kami? Nabi SAW bersabda: “Apakah kamu juga buta? Tidak kah kamu melihat orang itu?” [Abu Dawud dan Tirmizi, hadis dengan isnad hasan shahih]

2. LARANGAN BERSALAMAN , BERSENTUHAN BUKAN MUHRIM

• Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda: “Sesungguhnya ALLAH telah menentukan kadar nasib setiap manusia untuk berzina yang pasti akan dikerjakan olehnya dan tidak dapat dihindari. Zina kedua mata adalah memandang, zina lisan (lidah) adalah mengucapkan, sedangkan jiwa berharap dan berkeinginan, serta kemaluanlah (alat kelamin) yang akan membenarkan atau mendustakan hal itu. [Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan Ahmad]
• Hadis ini menerangkan bahwa mata yg memandang kepada seseorang yg bukan muhrim dimana pandangan itu diiringi nafsu syahwat atau tidak sesuai tuntunan agama, maka pandangan itu termasuk zina
 • Dari Jarir, ia berkata: Saya menanyakan tentang melihat sesuatu yang diharamkan yang datang dengan tiba-tiba kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda: “Pejamkanlah matamu”. [Muslim] Artinya manakala kita melihat perkara yang diharamkan oleh ALLAH subhanahu wa ta’ala, maka hendaklah kita memejamkan mata.
• Dari Ummi Salamah, ia berkata: Ketika saya bersama Maimunah berada di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Ibnu Ummi Maktum masuk. Kejadian itu sesudah turunnya ayat yang memerintahkan kami untuk berhijab. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Berhijablah kamu daripadanya”. Kami berkata: Wahai Rasulullah, bukankah ia seorang yang buta tidak melihat dan tidak mengetahui kami? Nabi SAW bersabda: “Apakah kamu juga buta? Tidak kah kamu melihat orang itu?” [Abu Dawud dan Tirmizi, hadis dengan isnad hasan shahih]


7/14/2011

ANDAI PENUMPANGKU GADIS PENGGENGSI TENTU AKU KAN CEPAT KAYA


 oleh : Firdaus bin Musa

Seorang sopir angkot berkomentar saat ia mendengar celoteh penumpang ibu-ibu yang berada dibangku belakang, awalnya ada dua orang anak gadis yang sedang menunggu mobil angkot, dari wajahnya ia tidaklah kelihatan terburu-buru, nilai wajahnya diatas delapan, lebih kurang tiga menit ada terdengar dari bangku belakang orang yang menghentikan mobil “kiri ciek da…” sopir angkotpun menghentikan mobilnya, tidak disangka yang turun adalah dua gadis yang baru saja menstop mobil tadi, setelah angkot jalan, ada si ibu-ibu berceloteh, dasar anak gadih kini, dakek itu jo angkot lo…, tiba-tiba sopir angkot menyela, kalau bagi kami buk ancak mah bia capek kayo, bayangkan kalau ado penumpang yang taka itu agak duo puluah urang, lah dapek setoran mah buk, penumpang lainpun tersenyum-senyum mendengar penuturan sopir angkot tersebut, dihari lain ada penumpang gemuk yang men stop mobil, jarak yang akan ia tempuh diujung pemberhentian mobil, namun bangku panjang yang seharusnya bisa teruntuk buat lima orang dengan naiknya dia hanya bisa diisi empat orang, maka sopir angkotpun berkomentar, wah susah kalau dapek penumpang gadang kompor (gendut), bangku yang harus untuk duo urang di pakai untuak inyo surang, ongkosnyo samose untuak surang urang, kalau banyak nan taka iko bisa tekor awak dek nyo mah”
Menarik memang dari dua hal permasalahan yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya, dengan adanya kenyataan yang terjadi dilapangan ini, tentu ada pelajaran yang bisa kita petik sebagai muslim, dalam hal ini saya serahkan saja pada pembaca untuk mengambil kesimpulan masing-masing, dan saya menyajikan ini tidak ada maksud menghinakan ciptaan allah swt, wassalam  

7/13/2011

ANAK HARAM

 

Wajah tak berdosa begitu berseri, saat ia meluncur dari pertapaan Sembilan bulan dari dalam goa belaian, kehadiran yang seharusnya didambakan dan diimpikan malah disambut dengan rasa kesal oleh keluarga ibunya yang hadir pada saat peluncuran itu.
Meskipun kehadirannya tidak diharapkan, sebagai bayi yang normal tangispun masih keluar dari mulutnya, tak tahu tangis kesedihankah, atau tangis syukur, karena allah masih memberikan pembelajaran calon-calon ibu lain agar tidak membuat kesalahan seperti ibunya.
Aku tak mengerti dengan sikap kakek dan neneknya yang pada saat itu juga menyaksikan kelahiran cucunya yang tidak diharapkan, kekesalan ditimpakan pada cucunya padahal yang berbuat dosa adalah ayah ibunya yang belum terikat tali pernikahan.
Ketika ia masih belum mengenal dunia luar lingkungannya, caci cerca belum ia dapati seperti kakek dan neneknya, namun kini ia telah berusia empat tahun, rasa ingin tahu dunia luarpun muncul, diantaranya mengenal teman pergaulan, baru saja ia mengenal dunia luar orang sudah pada mengenal dia, namun anehnya yang ia dengar kalimat hinaan, yakni “anak haram”.
Sambutan kalimat anak haram menyeruak dari anak telinganya, karena ia baru mengenal kalimat tersebut, iapun menganggap kalimat tersebut hanya sebuah istilah yang tak bermakna apa-apa, maka gelar itupun ia biarkan tetap melekat padanya.
Dihari lain, tanpa sengaja teman sepergaulannyapun melontarkan kalimat anak haram, yang kebetulan ibunya saat itu mendengar, sambil sembunyi dari balik tirai jendela iapun meneteskan air mata penyesalan, sebab karena perbuatannya anaknyapun dapat gelar yang menyakitkan.
Si ibupun tak banyak berbicara, saat ditanya anaknya kenapa ia dipanggil anak haram,

KALAU TAHU BEGINI… AKU BANGGA JADI MUSLIM RADIKAL


            Radikal berasal dari bahasa latin "Radix" yang artinya akar (pohon). kata radikal diartikan sebagai Pemahaman yang mengakar. Orang yang Radikal (Radical, adjektif) sebenarnya adalah orang yang memahami sampai keakar-akarnya.dan karena itu mereka memegang teguh sebuah prinsip dibandingkan orang yang tidak mengerti sampai keakarnya.
            Setiap orang haruslah dihimbau untuk menjadi orang yang radikal. untuk memahami suatu permasalahan sampai keakarnya atau tahu ilmunya sampai keakar-akarnya. orang yang diradikal (Tidak tahu sampai keakar-akarnya) acenderung sebagi orang yang Asal bunyi.
            Pemahaman politik yang salahlah yang menjadikan kata radikal mengandung makna negatif seperti sekarang.makna radikal di masyarakat lebih identik dengan kekerasan, orang yang selalu menentang pemerintah atau golongan garis keras.
Diradikalisasi pada Umat Islam
            suatu bentuk diradikalisasi yang dilakukan oleh zionis yaitu menghilangkan pemahaman-pemahaman atas agamanya samapi keakar-akarnya. bukti nyata diradikal yang di alami oleh umat muslim yaitu hilangnya keyakinan ketuhanan dan masyarakat muslim beranggapan agama hanyalah urusan ibadah salain itu agama tidak mengajarkan. dengan sedikitnya pemahaman tentang agama mereka (zionis) dengan mudah mempengaruhinya untuk membenci agamanya atau ajaran-ajaran tertentu yang tidak ia ketahui.

Radikalisme.

            Secara bahasa pengertian radikalisme, adalah satu paham aliran yang menghendaki perubahan secara drastis (Kamus Besar Bahasa Indonesia Ikhtiar Baru :l995) dalam penjelasan lebih lanjut, aliran paham politik dimaksud menghendaki pengikutnya perubahan yang ekstrem sesuai dengan pengejawantahan paham mereka anut
Bagaimana sie kesan or citra yang ditangkap orang pada umumnya saat denger kata muslim radikal or fundamentalis?? . Banyak orang memiliki kesan umum, bahwa Muslim fundamentalis atau Muslim radikal atau Muslim garis keras (hard-liner)-begitu biasa mereka menyebut kelompok Islam yang lantang menyerukan penerapan syariah-adalah orang yang berwajah garang, tidak argumentatif, doktriner, bodoh dan tidak bisa diajak dialog. Singkatnya, di mata mereka, wajah Muslim fundamentalis itu sangat buruk dan menakutkan. Karena itu, tidak semua orang memiliki kekuatan hati untuk datang bertemu dengan para “ekstremis” itu.
           
Apa sih Radikal and Fundamentalis itu ??

            Radikal secara kebahasaan (lughawi) berarti “akar”, atau “sesuatu yang mendasar”.  Radikalisme berarti berfikir secara mendalam dalam menelusuri suatu akar masalah. So pengertian radikal sebenarnya merujuk pada sesuatu yang positif (radic = akar), yaitu sesuatu yang mendasar (dalam terminologi Islam bisa berarti tauhid = dasar Islam),  Jadi idealnya justru dalam mempelajari Islam, pemikiran radikal ini diperlukan agar kita dapat memahami hakekat dan kebenaran keIslaman kita, apakah Islam yang kita pelajari sudah sesuai atau tidak dengan tuntunan Rasulullah,
            Sedangkan fundamental secara lughawi berarti “pokok, asas”. Di dalam Ushul Fiqih, asas atau pokok agama Islam yang utama adalah Al Qur’an dan As Sunnah. Selain ditunjang oleh adanya Ijma’ dan Qiyas.
So Apa hubungan Radikal dan Fundamental?
            Suatu proses untuk memahami sebuah hakekat dan kebenaran Islam tidak lepas dari sebuah asas atau pokok (fundamental), seperti misalnya di dalam menjalankan rukun Islam yang lima, syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji, sangat diperlukan asas yang pokok dan benar agar ketika menjalankan proses rukun tersebut tidak bertentangan dengan kaidah pokok tersebut, dalam hal ini tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Di dalam mengucapkan syahadat, diperlukan dasar tentang bagaimana syahadat yang benar, atau ketika sholat, diperlukan kaidah pedoman tentang bagaimana sholat yang benar, dan lain sebagainya.
            Masalahnya sekarang penyebutan radikal ini sering dimunculkan saat terjadi risiko tindak kekerasan atas kiprah kelompok islam ini, sehingga jika terjadi berulang-ulang kemudian citra buruklah yang menempel pada kelompok tersebut dan saat kita mendengar nama islam radikal or fundamentalis, yanga ada malah rasa takut.
            Demikianlah citra yang telah terlanjur melekat pada kelompok Islam yang disebut fundamentalis. Pencitraan semacam ini tentu tidak lahir dengan sendirinya. Ia merupakan hasil dari sebuah kerja panjang yang sistematis oleh media massa yang saat ini memang didominasi oleh media Barat. Pencitraan semacam ini jelas sangat merugikan karena orang bisa menjadi mis-leading (keliru) dalam menilai. Kalau sudah keliru, sebagus apa pun yang dibawa atau disampaikan akan tetap cenderung ditolak oleh khalayak.
            Mengapa mereka disebut radikal?  Dalam Islam Radikal, Pergulatan Ormas-ormas Islam Garis Keras di Indonesia (Teraju, Ju1i 2002), Khamami Zada-dengan memakai kerangka teori Horace M. Kallen-mencirikan Islam radikal dengan empat hal yaitu :
  •  
    • Pertama, mereka memperjuangkan Islam secara kaffah (totalitas); syariat Islam sebagai hukum negara, Islam sebagai dasar negara, sekaligus Islam sebagai sistem politik sehingga bukan demokrasi yang menjadi sistem politik nasional.
    • Kedua, mereka mendasarkan praktik keagamaannya pada orientasi masa lalu.
    • Ketiga, mereka sangat memusuhi Barat dengan segala produk peradabannya, seperti sekularisasi dan modernisasi.
    • Keempat, perlawanannya dengan gerakan liberalisme Islam yang tengah berkembang di kalangan Muslim Indonesia.
            So dengan ciri2 itu, apa yang salah dengan islam radikal or fundamentalis, Salahkah memperjuangkan totalitas Islam? Salahkah berorientasi pada ajaran masa lalu (jaman Nabi SAW’ dan khulafaurrasyidah)? Salahkah melawan pemikiran sekularisme dan liberalisme yang dikembangkan oleh dunia Barat dengan mengemukakan ajaran Islam yang orisinil?
            So sama sekali ga ada kan hubungan mesra kan antara radikalisme -fundamentalisme islam dengan anarkisme, Islam itu agama damai dan rahmat, namun jangan lupa kekerasan pun dibolehkan asal sesuai dengan tuntunan syariat. So menjadi fundamentalis dan radikalis dalam berislam harusnya menjadi kemestian kan :)
Fundamentalis and radikal, siapa takut??? 
Note: Kebenaran datangnya dari Alloh dan kekhilafan/kejahilan datang dari diri saya sendiri. wallahu alam sumber. http://nenyok.wordpress.com dan  http://id-id.facebook.com/note.php?note_id=182872611736474



7/08/2011

MENDONGKRAK POPULARITAS DENGAN MENINDAS


 Sungguh densus 88 dibawah komando amerika telah tampak dengan terang-terangan diperbudak kaum kafir amerika, sebab mereka menangkap yang statusnya masih terduka teroris bagaikan menangkap perampok atau pencuri, dan anehnya sajadahpun dijadikan barang bukti, dan berhati2lah wahai yang merasa muslim, bisa jadi jika kita punya sajadah sebagai muslim yang punya sajadah akan jadi tersangka teroris, sebelumnya teroris itu dicirikan, punya jenggot, pakai gamis, celana diatas mata kaki, dirumahnya ditemukan buku2 bacaan jihad, istrinya pakai jilbab dalam  dan baru-baru ini ditambah kategori yang dianggap teroris yakni guru ngaji, jual obat verbal (dari arab, contoh : siwak, sari kurma, dan lain-lain).
Ini semakin menguatkan keyakinan kita, perang terhadap teroris  tidak lagi perang terhadap kelompok tertentu (mujahidin) tetapi perang terhadap umat islam yang dianggap akan menghalangi perkemabngan ideology yang diemban amerika serikat dan sekutunya sekarang.
Amat disayangkan densus 88 yang notabennya juga muslim begitu mudah dihasut, menurut mereka yang disangka teroris tersebut adalah ancaman terhadap NKRI setelah diberi pengarahan oleh ..., maka hal ini akan memunculkan rasa kebencian yang sangat terhadap polisi bagi umat islam, sebab polisi dalam penangkapan maupun setelah proses penangkapan tidak memberikan keterangan dengan rinci dimana keterlibatan yang disangka teroris, bahkan pengacara muslim  tidak diberikan kesempatan untuk mewawancarai yang disangka teroris, banyak hal yang disembunyikan dalam penangkapan ini, ada juga yang sengaja digrebek lalu ditutup mukanya, lalu dibawa entah kemana? Banyak yang tersangka teroris tidak terdengar kabar beritanya, proses pemeriksaannya bagaimana? Dan dimana dipenjarakan, bahkan keluarganyapun tidak diperbolehkan bertemu, dimana keadilan hukum dinegara Indonesia ini, sungguh densus 88 telah berhasil diadu domba oleh amerika serta konco2nya yang punya kepentingan dibalik perang terhadap teroris.

7/06/2011

MENGENANG ZAINUDIN MZ


Ketika saya menonton tausyah Zainudin Mz hari minggu tanggal 03 juli 2011 di TV One, ada kata2nya yang menarik disaat ia berkelakar, dimana ia bilang, sekarang yang din…din…sedang ramai nih, nazarudin,  syarifudin, untung zainudin belum? Ini kata2 yang menarik bagi  saya pribadi tapi tidak bagi yang lain mungkin, sebab yang dua orang tersebut tersebar berita buruknya, sedang pak zainudin mz dua hari sesudahnya tersebar juga beritanya, namun beritanya tidak sedikitpun yang terdengar akan aibnya, walaupun dimasa ia hidup ada berita tentang aibnya, rupanya hanya fitnah dan alhmadulillah hilang beritanya karena beliau menyikapi dengan bijak, kalaupun benar2 ada khilafnya hal itu wajar  karena ia manusia biasa, yang patut direnungkan adalah dua orang yang memakai kata din dibelakang namanya tersebut  meski artinya indah tapi tidak jadi jaminan indah pula sikap kesehariannya contoh nyata bisa disaksikan dalam layar kaca,masyarakat pun memandang mereka….sedang  meninggalnya beliau (dua hri setelah mengatakan untung zainudin belum), masyarakat terasa sangat kehilangan, hal ini lantaran kiprah beliau semasa hidup yakni dekat dengan umat, konsekwen dengan islam, dan lain2, jadi bila mana kita ingin dikenang walaupun sudah tiada maka sama2 kita mulai berbuat yang terbaik buat agama, itu baru manusia yang memberikan penghargaan, apakah kita tidak menginginkan penghargaan dari allah swt, dan saya salut terhadap tv one yang sering menayangkan akan ceramah dan berita terkait telah wafatnya beliau, namun sering saya saksikan presenter tv one tidak menutup aurat saat yang diwawancarai adalah ustadz atau ulama, seolah-olah tidak menghormati ustadz dan ulama, dan tidak hanya itu pertanyaan yang diajukan terkadang menohok dan memojokkan para ustadz termasuk zainudin mz saat dialog tokoh, yang dalam asumsi saya menyamakan ratakan saja cara bertanya ke ustadz dengan keselebritis, dan Alhamdulillah pagi hari ustadz yusuf  Mansur tepatnya tanggal 08 juli 2011 beliau memberikan masukan dengan bijak, hanya saja kita berdo’a semoga pengambil kebijakan di tv apapun menyarankan presenternya untuk menutup aurat,Terakhir saya ungkapkan buat Almarhum Zainudin MZ
Engkau beringin yang rimbun
Hari panas menjadi terasa sejuk
Karena daun beringinnya yang rimbun
membawa teduh buat hati yang gersang dengan tawa
walaupun kini beringin itu sudah tak lagi memberi keteduhan
namun akarnya masih bisa dijadikan penyubur tanah
dan insya allah walau akar itu tidak sesegar saat ia berdiri kokoh dengan kerimbunanmu
tapi saya yakin ia  akan menjadi jembatan tuk mengenangmu