11/19/2010

bahan teks nyanyi qasidah firdaus bin musa

Orang tua asuh


Dengan hartamu kau santuni aku
Dengan hartamu kau didik diriku
Budi dan jasamu, sungguh mulia
Walau kau bukan ayah ibu kandungku

Dengan apa aku harus membalasmu
Kau sayangi aku
Bagai anak kandungmu
Aku bersyukur kepada allah
Dan aku berdo’a untukmu ayah bunda…
Karena budimu aku hidup bahagia
karena jasamu aku dapat menuntut ilmu




Pintu Syurga



siapa ingin kesyurga
pintu selalu terbuka
tak mudah dimiliki
carilah pintu syurga
dengan amal sendiri

hindarkanlah semua perbuatan yang keji
hindarkanlah semua perbuatan yang mungkar
amalkanlah al-qur’an
jadikanlah pedoman
biarlah orang benci
asalkan tuhan sayang
buanglah rasa dendam
timbulkan kasih sayang


Muhammad al-amien


ketika Muhammad lahir kedunia
dia seorang yatim keadaannya

meskipun begitu
budi pekerti mulia
lurus dan jujur
dan berakhlak tinggi
sehingga dipanggil Muhammad al-amien

dia tak mau turut menyembah berhala
bersama pemuda, pemuda disana
karena dia takut pada allah
tiada tuhan hanya selain allah
yang wajib disembah hanyalah allah 2 x
yang menciptakan seluruh alam dan seisinya



titian hidup


sadarkah nada inikan kemana
dilahirkan kedunia untuk apa
untuk syurga atau untuk nerka
silahkan pilih mana anda suka

sadarkah dirimu wahai insan
hidup ini hanya bagai titian
antara hidup yang kita jalani
dengan alam yang sedang kita nanti

dari dahulu hingga sekarang
kaum wanita senang berdandan
berhias diri berbusana rapi
berseriseri sepanajang hari
berhias tak dilarang
itupun kebutuhan
asal jangan berlomba mencari perhatian

bermacam-macam alat kecantikan
model busanapun ikut berperan
seiring dengan langkah kemajuan
asalkan jangan merangsang dan jangan belebihan
karena itu dilarang itu yang diharamkan


bismillah


bismillah tawakallana bilna
bismillah takhassalna
bismillah waajna ilallah
bismillah, bismila, bismillah

bismilla ya rahman ya rahim
bismillah ya zaljala liwal ikram
bismillah tawasuri idralallah
bismilah, bismillah

bismillah ya tawab ‘alaina
bismillah ya rahim ya irhamna
bismillah fawatna ilallah
bismillah, bismillah, bismillah


nabi muhammad mataharinya dunia


dilangit ada matahari bersinar menerangi bumi
cahayanya yang tajam, menembus kegelapan
dibumi ada para nabi utusan rabbul izzti memmabwa kebenaran
mencegah kezhaliman petunujk jalan keselamatan

nabi Muhammad
nabinya akhiru zaman
rahmat bagi umat di seluruh alam
nabi mataharininya dunia
yanga bersinarabadi sepanjang
nabi Muhammad bagaii purnama
ditengah malam gelap gulita
nabi Muhammad bagai pelita cahayanya diatas cahaya
wahai kaum muslimin muslimat sampaikan selawat salam



usaha dan doa


dari langit hujan kebumi tuhan telah bagikan rezki
manusia harus berusahan untuk bekal hidupnya
berimanlah dan bertakwalah kehadirat allah yang esa

bekerjalah untuk duniamu
seakan engkau hidup selamamnya
beramallah untuk akhiratmu
seakan esok hari kau tlah tiada
berusaha sambil berdo’a itu yang harus kau lakukan
jangan berdiam diri mengharap rezki datang sendiri

baca (wa’mallidunnyaka, ta’isul ghada, )

bekerjalah untuk duniamu
seakan engkau hidup selamamnya
beramallah untuk akhiratmu
seakan esok hari kau tlah tiada
berusaha sambil berdo’a itu yang harus kau lakukan
jangan berdiam diri mengharap rezki datang sendiri


kembali kesurau


kembali kesurau, kembalilah kesurau
belajar al-qur’an, adat istiadat, qasidah rabbana
kembalilah, kembalilah, kembalilah…
kalau anda ingin tahu cerita dulu
diminang kabau, berawal cerita itu
disuraulah kita bersatu
belajar mengaji dibawah bimbingan guru
ciptakanlah generasi al-qur’an, ciptakanlah insane beriman
dari itu ingatlah, ingatlah pesan nabi

ya lii utlubul ilma minalmahdi
ilallahdi
tuntutlah ilmu dari buayan
hingga ahir nanti

kemblai kesurau, kembalilah kesurau
belajar al-qur’an, adat istiadat, qasidah rabbana
kembalilah, kembalilah, kembalilah…
belajar bersama, makanpun bersama
mengaji bersama
belajar bersama, makanpun bersama
sholatpun bersama


madah terakhir


jika terdengar suara azan
bergema sayup menjelang
dalam irama ku kirim pesan
sebagai tanda aku dah pergi

jangan ditanya sebab karena
mengapa aku pergi menghinadar
dari kan dekat tapi merana
elokku jauh tinggal mendengar
biarlah daku pergi dahulu
tidak tertahan lagi derita
semoga yang tinggal senyum selalu
yang pergi hilang lenyap derita

bila kelak daku terkenang
kutatap bintang dimalam kenang
bila tak sanggup daku berenangkan
kurelakan diri hanyut tenggelam


pilihan terkhir


walau diri resah gelisah
dan air mata titik berdiri
tibalah kini, masa berpisah disimpang jalan kita bercerai

tinggalah kuntum
ditengah laman
tinggallah padi sedang berbuah
hantarkan daku dengan senyuman
membawa hati tumpuan tuan

andaikan hujan menyentuh hari
namun daku tetap melangkah
karena bisikan suara, sukarlah ia dapat dibantah

jangan sesali langkah kakiku
usah ditanya sebab karena
apalah arti bahagia bagiku
bila hatiku tetap merana

andai kilat sabung menyabung
badai bertiup menghempas buas
kurela diri hanyut terapung
namun hatiku terasa puas



tanda kiamat

dunia semakin tua, semakin dekat hari yang dijanjikan allah ta’ala
itulah hari kiamat, hari pembalasan semua
amal manusia didunia, tanda-tanda makin nampak
makin hari makin jelas, yang salah menjadi benar
salah katanya biasanya

budi pekerti yang luhur, tidak lagi dianggap mulia
pendidikan agamapun banyak yang tidak suka
laki-laki dan wanita, sukar untuk dibedakan
laki-laki dan wanita bergaul semakin bebas 2x

batas-batas susila sudah dilupakannya
asal suka sama suka, asal senang sama senang
begitulah kiranya, dunia akhir zaman
budi pekerti yang luhur, tidak lagi dianggap mulia
pendidikan agamapun banyak yang tidak suka

contoh surat Undangan untuk Peserta Lomba MTQ

PANITIA PELAKSANA
LOMBA MTQ MUSHALLA MARDHATILLAH
JORONG SUNGAI ARO NAGARI LUBUK GADANG TIMUR
_________________________________________________________________
Nomor : 01 /A/P_MTQ/MNI/SA/VIII/201O Sungai Aro 25-08-2010
Perihal : Undangan Peserta Lomba MTQ
Kepada Yth,
Bapak ketua Masjid/Mushalla……………………
Di
Tempat
Assalamu’alaikum Wr.Wb,
Semoga Rahmat, Nikmat dan Karunia Allah senantiasa tercurahkan kepada kita semua, amin ya robbal ‘alamin.
Sehubungan akan diadakannya lomba MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) yang insyaallah akan dilaksanakan pada:
Hari/ Tanggal : Senin/30 Agustus 2010
Pukul : 20.30 WIB s/d Selesai (Ba’da Terawih)
Acara : Lomba MTQ tingkat Nagari
Tempat : Mushalla Mardhatillah, Jorong Sungai Aro
Maka dari itu, kami selaku Panitia Pelaksana lomba MTQ Mushalla Mardhatillah mengundang Bapak/Ibu serta membawa utusan peserta lomba MTQ. Dengan ketentuan peserta sebagai berikut:
• Satu PA dan PI ( 2 Orang )
• Umur dibawah 15 tahun
Demikianlah Surat undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Wassalam
Panitia Pelaksana

EDI GUSTI FAROZA
Ketua Panitia Sekretaris

Turut Mengundang;

Pengurus Mushalla Mardhatillah Kepala Jorong Sungai Aro



SUPRATMAN YULISMAN

ASMAUL HUSNA

الله ُ
الرَّحْمنُ 
الرَّحِيْمُ
المَلِكُ 
القُدُّوْسُ
السَّلامُ
المُؤْمِنُ 
المُهَيْمِنُ 
العَزِيْزُ 
الجَبَّارُ
المُتَكَبِّرُ
الخَالِقُ
البَارِئُ 
المُصَوِّرُ 
الغَفَّارُ
القَهَّارُ 
الوَهَّابُ الرَّزَاقُ الفَتَّاحُ العَلِيْمُ القَابِضُ البَاسِطُ الخَافِضُ الرَّافِعُ المُعِزُّ المُذِلُّ السَّمِيْعُ البَصِيْرُ الحَكَمُ العَدْلُ اللَّطِيْفُ الخَبِيْرُ الحَلِيْمُ العَظِيْمُ الغَفُوْرُ الشَّكُوْرُ العَلِيُّ الكَبِيْرُ الحَفِيْظُ المُقِيْتُ الحَسِيْبُ الجَلِِيْلُ الكََرِيْمُ الرَّقِيْبُ المُجِيْبُ الوَاسِعُ الحَكِيْمُ الوَدُوْدُ المَجِيْدُ البَاعِثُ الشَّهِيْدُ الحَقُّ الوَكِيْلُ القَوِّيُّ المَتِيْنُ الوَلِيُّ الحَمِيْدُ المُحْصِى المُبْدِئُ المُعِيْدُ المُحْيِ ِ المُمِِيْتُ الحَيُّ القَيُّوْمُ الوَاجِدُ المَاجِدُ الوَاحِدُ الاَحَدُ الصَّمَدُ القَادِرُ المُقْتَدِرُ المُقَدِّمُ االمُؤَخِّرُ الاَوَّلُ الاَخِرُ الظَّاهِرُ البَاطِنُ الوَالِى المُتَعَالِى البَرُّ التَوَّابُ المُنْتَقِمُ العَفْوُ الرَّءُوْفُ مَالِكُ المُلْكِ ذُوْالجَلالِ وَالإِكْرَامِ المُقْسِطُ الجَامِعُ الغَنِيُّ المُغْنِى المَانِعُ الضَّارُّ النَّافِعُ النُّوْرُ الهَادِى البَادِيْعُ البَاقِى الوَارِثُ الرَّشِيْدُ الصَّبُوْرُ

SUSUNAN ACARA DIDIKANA SHUBUH MESJID AL-JADID PADANG AREA

SUSUNAN ACARA DIDIKANA SHUBUH
MESJID AL-JADID PADANG AREA

MINGGU TANGGAL / / 2010 M

1. Protokol : Muhammad Ridwan
2. Sari Tilawah : Abel Ratino
3. Ikrar janji Didikan Shubuh : Dilla Febrianti
4. Azan : Rahmat Aditia
5. Bacaan Sholat Fardhu : Ririn Devita Sari
6. Adab Sebelum dan Sedang Makan : Muhammad Irfan
7. Sifat-Sifat terpuji : Moniq Grasella
8. Hafalan Qs. Al-Ahzab ayat 21 dan Artinya : Fikri Hermansyah
9. Niat Sholat Fardhu : Viki Vilber
10. Do’a Akan dan Bangun Tidur : Meme Vania Valmei
11. Rukun Iman : Zacki Vahendra
12. Hafalan Surat An-Nas dan Artinya : Budi Utomo
13. Ceramah Agama : Dian Eka Putri
14. Doa ketika Bersin dan melihat orang Bersin : Salsabilla
15. Larangan bagi Wanita menurut Hadits Nabi : Maya Amanda
16. Nama-Nama Tokoh Muslim : Nikita Dwi Anggraini
17. Pidato Minang : Maiza Mahendra
18. Do’a akhir Majelis : Raihan
19. Asmaul Husna :

20. Tambahan pelajaran oleh : Firdaus bin Musa

DAFTAR KULIAH MAHASISWA PKL IAIN IMAM BONJOL PADANG KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM (KPI)

DAFTAR KULIAH MAHASISWA PKL IAIN IMAM BONJOL PADANG
KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM (KPI)



NO

NAMA
NIM
HARI KULIAH
JAM
NO HP

17 ODI YUPENDRI





RIKI CHANDRA





M. PAHAM RAMBE
GISKA RAISYA NINSI
MARLIZA
RAHMA SUWITA SYAF
ROBI PURNAMA
PUTRA SUSANTO
JEFRIZEN AZIZI
RAHMAT HIDAYAT
JIMMY NURMANSYAH
FIRDAUS BIN MUSA
ICOL DIANTO
SYAHIDIN
AAN FIRTANOSA
ANDRI
MIRWAN AKBAR
207.037
207.061
207.101
207.140
207.089
207.104
207.003
207. 141
207.139
207.068
207. 017
207.079
207.065
207.100
207.
207.152
207.
SENIN
SELASA
RABU
KAMIS
JUM'AT

082170062215081947664049 atau
08527444724
085263404525
085278664962
081374971228
081267601137
081374312376
081374384439
081266871145
081363963397
082170062657
085263327951
083181473449
081374747371
081274552001
081266610658
081267029987



SEKRETARIS K.A KOORDINATOR



ICOL DIANTO FIRDAUS BIN MUSA
207.065 207. 079





NO
AKTIVITAS
HARI/TANGGAL
PUKUL
PEMATERI
TARGET
1 Penerimaan Mahasiswa KPI, oleh TVRI Senin 11.00-12.45 Alri Pamunjcak, Herry Budisantosa, Al-Mustaqim
Tanggal 08/11/10

CATATAN AKTIVITAS PRAKTEK LAPANGAN DI TVRI SUMBAR

TARGET DARI PRAKTEK LAPANGAN DI TVRI SUMBAR SELAMA MAGANG

1. Pengarah Siaran
1) Apa saja yang akan di arahkan?
2) Apa saja tugasnya?
3) Berapa orang yang bertugas?
4) Apa sebabnya kalau tidak ada?
5) Dengan siapa saja ia terkait?
6) Siapa yang menujuknya jadi pengarah acara?
2. Produser dendang 15 dan carito lapau
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
3. Pengarah Acara, Dendang 15, Berita Ranah Minang, Carito Lapau, Pengarah Teknik.
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
4. Manager Unit
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
5. Continuity Announcer
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
6. Penyiar Sekilas Sumbar, Penyiar Ranah Minang
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
7. Pemandu Gambar ( Continuity announcer)
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
8. Pemandu Gambar (produksi)
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
9. Kamerawan
1) Dimana letak pasang audionya kemudian dimana disambung?
2) Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum kamera dipakai?
3) Apa saja yang musti dijauhkan selama penyutingan
4) Apa yang menyebabkan kamera cepat rusak?
5) Posisi gambar yang bagaimana yang diambil saat, menyajikan berita, Talkshow, Dialog, Penyutingan Dendang 15, Syuting Narasumber dilapangan terbuka (Luar Studio)
6) Apa kendala yang dirasakan sebagai Kamerawan?
7) Apa nilai lebih sebagai Kameraman?

10. Penata Suara (Continuity announcer)
1) Kalau ada suara seperti desis ular, atau berdengung dimana kesalahannya?
2) Biasanya dimana dan apa saja yang perlu diperhatikan bagi seorang piñata suara?
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
9) …………………………………………………………………….
10) …………………………………………………………………….
11. Penata Cahaya
1) Bagaimana cara meletakkan cahaya supaya tidak ada bayangan dibelakang?
2) Untuk menghindari gelap pada sebagian2 apa yang perlu diperhatikan?
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
9) …………………………………………………………………….
10) …………………………………………………………………….


12. Pemelihara Alat
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
13. Master Control
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
14. Operator VTR
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
15. Desainer Grafis
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
16. Penerimaan Telpon Interaktif
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
17. Peñata Rias
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
18. Petugas Kepustakaaan
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
19. Piñata Artistic
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
20. Penata Set
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
21. Piñata Property
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
22. Editor berita (Playback)
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….
23. Operator Pemancar (Microwave)
1) …………………………………………………………………….
2) …………………………………………………………………….
3) …………………………………………………………………….
4) …………………………………………………………………….
5) …………………………………………………………………….
6) …………………………………………………………………….
7) …………………………………………………………………….
8) …………………………………………………………………….

8/07/2010

Guru Edan

 oleh firdaus bin musa



Siswa-siswa SLTPN 03 Harapan Banjir kelurahan Kampung Karam tampaknya berhati gembira. Salah satu guru yang kebanyakan mereka benci, Pak Kusam, telah pindah dari sekolah mereka. Kepergian Pak Kusam yang pemarah dan peradang dirayakan secara khusus oleh anak-anak kelas dua dan tiga dengan mengadakan acara pertandingan sepakbola. Dalam pertandingan ini, ketua OSIS sebelumnya berkata,” Teman-teman, ini bukan pertandingan sepakbola biasa. Yang penting bukan kalah atau menang, tapi bagaimana merasakan nikmat bersama menendang kepala Pak Kusam yang kita misalkan sebagai bola-nya.” Bola itu mereka sepak dan mainkan dengan suka ria sampai hancur tanpa bentuk di akhir pertandingan.
Sebagai guru matematika, Pak Kusam digantikan satu minggu kemudian oleh guru baru. Dia adalah seorang pemuda yang pada hari itu berusia tiga puluh satu tahun, dua bulan lewat tujuh hari, dan dari segi penampilan seperti orang biasa saja.
“ Adik-adik, hari ini kita langsung saja belajar,” kata guru baru itu di hari pertamanya mengajar di kelas 2 A.
“ Siapa namanya Paak ?” Tanya para siswa kepadanya.
Lelaki itu lalu menuliskan namanya di papan tulis: Samir.
Siswa-siswa lalu tertawa, dan salah satu yang terusil berkomentar.
“Namanya Samir kok sepatunya tidak disemir Pak,” diimbuhi tawa sejumlah siswa.
Guru baru itu diam saja dan tanpa ambil pusing langsung mengembangkan pelajaran tentang trigonometri.
Hari itu tak terlalu berkesan.

Dua minggu adalah empat belas hari. Itu pun berlalu.
Di lokal 3 C.
Guru baru itu mengajar pakai sandal jepit. Satu kuning dan satunya merah. Dan dia pun berkata, “ Adik-adik, sebenarnya Bapak mau menyampaikan sebuah rahasia.”
Para siswa menanggapi serius raut mukanya yang serius. Tapi tak menjawab.
“ Langsung saja ya. Selama Bapak mengajar di sini tidak akan terjadi banjir.”
Para siswa tertawa, “ Kenapa Pak?”
“ Karena Bapak pakai sandal mengajar. Itu salah satunya...”
Beni, salah satu siswa 3 C dengan imajinasi terliar berpikir di hatinya,” Aku kira Bapak ini akan menyuruh kami memakai sandal ke sekolah.”
“…maka tirulah Bapak, maka banjir yang biasanya sekali dua minggu terjadi tidak akan terjadi lagi,” pesannya.
Anak-anak tertawa lagi. Tertawa dan percaya.
Tiga hari kemudian, siswa-siswa kelas 2A, 2D, 3A dan 3C pakai sandal ke sekolah, kecuali 12 orang. Guru-guru lain memarahi mereka dengan satu inti pesan: yang bersandal ke sekolah silakan pulang. Dan mereka menanya alasan mengapa para siswa seperti itu, dan salah satu dari mereka menjawab,” Pak Samir Pak, Pak Samir Buk.”
Maka ditanyalah Pak Samir.
“ Ya, sayalah yang menyuruh mereka, dan itulah yang terbaik.”
“ Sebagai guru baru, Anda tak patut seperti itu.”
Dan hari itu pidatolah salah seorang guru yang dituakan setelah mengumpulkan mereka sebelum pulang,” Besok, siapa yang pakai sandal musti gotong royong membersihkan WC dan halaman.”
Ternyata besoknya hari Minggu. Dan malam itu hujan. Seninnya, sekolah pun banjir. Para siswa tak ada yang memakai sandal, dan Samir tak ada juga jadwal mengajar.
Selasa, Samir mengajar di 3A. Dia pakai sandal belang belang dan pakai sarung serta kopiah. Siswa-siswa tertawa melihatnya. Pas masuk lokal itu, ada yang bertanya,” Pak, kemarin banjir. Bapak telah mendustai kami dengan mengatakan selama Bapak di sini banjir tiada lagi.”
Dengan santai, Pak Samir menjawab dengan kata-kata berirama,” Selama kalian patuhi kata-kataku tiada lagi banjir akan mengganggu. Karena kalian pakai sepatu di hari itu, maka banjir pun datang tepat waktu.”
Besoknya, siswa-siswa 3A pakai sandal, sarung dan kopiah. Laki-laki dan perempuan, total 26 orang. Siswa-siswa 2A, 2D dan 3C bertanya ke siswa-siswa itu. Yang ditanya menjawab,” Patuhilah kata-kata Pak Samir yang keramat maka kalian pun akan selamat!”
Besoknya lagi, hampir semua siswa di empat kelas itu pakai sandal, sarung dan kopiah sehingga penampilan sekolah menjadi kacau. Guru-guru tak habis pikir dan menyuruh pulang siswa-siswa itu dan untuk kesekian kali memanggil Pak Samir. Kebetulan hari itu kepala sekolah ada untuk menceramahinya dan intinya hanya ini: sebagai guru baru Pak Samir tak patut seperti itu.
“Bapak jangan mengatur saya. Saya mau pakai sandal atau sarung atau bawa kapak dan cilurit itu urusan saya. Urus sajalah diri Bapak sendiri. Tapi ingat, selama saya dipatuhi para siswa sekolah ini akan bahagia dan sentosa,” jawab Samir dengan wajah serius.
Hari itu juga, kepala sekolah dan beberapa guru senior rapat.
“ Ini si Samir telah menggelisahkan kita. Dalam waktu kurang dari sebulan dia telah menyesatkan para siswa. Apa tindakan kita?”
Pak Asmat sebagai yang tertua menjawab,” Siswa-siswa kita memang nakal-nakal dibanding siswa-siswa dari 136 SMP yang ada di pulau ini. Jadi menurut saya biarkan saja si Samir. Menurut saya, anjuran-anjurannya masuk akal.”
“ Pak Asmat, Bapak telah ikut tersesat ! Menurut saya, si Samir itu ditendang saja dari sekolah ini Pak Kepala Sekolah. Habis perkara,” saran Pak Amsat, yang memang punya dendam kesumat 12 generasi terhadap keluarga Pak Asmat.
Pak kepala sekolah ikuti nasehat Pak Amsat, bukannya Pak Asmat, karena Pak Amsat ini adalah suami dari anak sepupu kakek istrinya sementara Pak Asmat selain jadi guru sejarah juga kadang-kadang jadi tukang becak di pasar.
………………..

Diskusi Berpetaka



Di tengah kota, di dalam gedung yang setelah kejadian itu selalu menangis penduduk-penduduk yang melewatinya, sampai akhirnya gedung itu dinyatakan angker oleh walikota dan ketua Perkumpulan Dukun Nasional (PDN) dengan sebuah rumah sakit berlantai empat yang tidak berfungsi lagi di belakangnya.

Seorang gila yang lewat di sana bertanya pada angin yang bertiup sayu, “Apakah pula ‘kejadian itu’?

*
Dulu, dua bulan lalu, di dalam gedung itu diadakan diskusi besar yang diadakan oleh Klub Peduli Budaya Dikusi (KPBD). Dalam memulai acara moderator memberi pembukaan dengan suaranya yang merdu.

“ Saudara-Saudara, hari ini kita adakan diskusi dengan tema ‘Menciptakan Budaya Diskusi yang Sangat Tenang’. Sangat tenang saya katakan, karena sebenarnya diskusi-diskusi yang dilakukan sebenarnya sudah tenang, tapi bagaimana agar ketenangan dalam diskusi itu menjadi ketenangan abadi pada tiap acara diskusi itulah ilmu yang ingin kita dapat dari kesempatan ini. Nah, untuk itu saya perkenalkan dua pembicara dari UNLEN (Universitas Lengang Nasional), pertama Prof. Dr. Ir. Samin Hiroek , M.Sc., guru besar ilmu penenang dan Dr. Rarau Putra, spesialis tenar ilmu menenangkan tangis anak-anak dan balita. Baiklah, untuk menyunat waktu, kita persilahkan mereka untuk maju.”

Kedua pembicara pun maju dan membaca makalahnya sepuluh menit satu-satu. Setelah selesai, moderator membuka termin untuk menyilakan para peserta diskusi untuk menyampaikan pertanyaan, saran atau tanggapan yang berbagai-bagai.

Di barisan muka, dua orang tampak berebut mendapatkan mikrofon untuk bisa memberikan tanggapan. Mereka dorong-dorongan, tampar-tamparan sampai pukul-pukulan, sehingga suasana diskusi jadi ribut. Setelah usaha keras dengan mata lebam dan bibir berdarah, seorang tinggi kurus berhasil meraih mikrofon dan berkata,” Saudara penyaji, bagaimanakah caranya agar diskusi jadi tenang jika perusak suasana dan tukang hardik hadir pula dalam diskusi ini?”

Kawannya tadi langsung bersorak dengan suara menghardik,” Hai, akukah yang kauhina, kutunggu kau nanti di Simpang Tiga. Bawalah seluruh anak dan kemenakanmu, sedikit pun aku takkan ragu!” Katanya sambil menunjuk-nunjuk dan menuju kursi kembali duduk.

Penyaji menjawab, yang pertama Prof. Hiroek, ia berkata,” Suatu diskusi takkan pernah tenang, jika seorang peribut juga turut datang, apalagi jika peributnya itu sendiri jadi penyaji, dalam diskusi di hari ini. Adalah karena ulah-ulahnya, cucu saya sendiri jadi kehilangan suara.” Entah tentang siapa dia bicara.

Doktor Rarau pun langsung memotong,” Ha! Profesor menghina saya?! Tolonglah dijaga sedikit mulutnya.”

“ Iya, tentang siapa lagi aku bicara, karena engkau lah cucu ku hilang suara.”

“ Ha-ha-ha, itulah yang cucu Profesor amat pantas dapatkan. Sebagai pakar saya lebih tahu apa yang harus dilakukan. He-he.”

“ Gelak pula kau beruk, cuih…!” Profesor pun langsung meludah ke muka Dr. Rarau. Dr. Rarau membalas ludahannya tak kalah kerasnya, sehingga terjadi perang ludah antara mereka berdua. Peserta diskusi yang menanggapi tadi meludahi pula kawannya yang menghardiknya tadi karena kebetulan berhampiran kursi di barisan muka. Lama kelamaan, kawan-kawan yang simpati dengannya meludahi lawannya pula bersama-sama. Kawan-kawan lawannya itu pun maju pula, sehingga terjadilah perang ludah besar-besaran yang melibatkan seluruh peserta dan pembicara. Adapun moderator yang tak bisa berbuat apa-apa, karena tidak punya rekan untuk diludahi pula akhirnya ikut terbawa suasana dengan melakukan senam yang sering dilakukan anak durhaka, yakni senam geleng, tiap menggeleng meludah juga. Ludah meludah, dahak mendahak, terjadi 30 menit. Lalu, mereka berhenti dan meminum air yang disediakan di tempat diskusi. Kemudian perang ludah dilanjutkan lagi, kini 25 menit saja. Di sela-selanya, 5 anak gelandangan masuk menyuruk-nyuruk untuk “mandi gratis” sambil membawa handuk.

Setelah habis ludah mereka, dilanjutkan dengan tawuran, sepak terjang, tumbuk ganyang, banting hempas selama 2 jam. Akhirnya, semua mereka terkapar, dan dibawa ke rumah sakit di belakangnya yang bernama RS Dr. Abu Bakar. Semuanya pingsan satu hari, dan setelah sadar lagi berkelahi lagi bersama-sama hingga terjadi kebakaran amat besar. Tak sempat mereka lari, semuanya terbakar, kecuali satu orang yang selamat.

Begitulah ceritanya sesuai yang didapat dari berbagai sumber terpercaya.

*
Orang gila yang bertanya tadi lalu mengangguk dan berlalu. Orang gila itu tak lain tak bukan adalah seorang yang selamat dari kebakaran tadi, sekaligus mantan moderator diskusi bertragedi, yang jadi gila karena depresi dan juga salah urat akibat berjam-jam menggeleng tanpa henti.***