Anak susah memahami?
8/27/2017
Iklan Rumah Belajar Mumtaz
Ingin yang terbaik untuk putra putri anda???????
Anak susah belajar?
Anak susah memahami?
Anak susah memahami?
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
07.08
0
komentar
8/22/2017
JADI MUSLIM ITU YANG PENTING BERGERAK
Oleh : Firdaus Bin Musa
Kita tentu pernah mendengar kisah maryam dalam al-qur'an, saat ia terusir karna difitnah hamil tanpa suami, akhirnya ia pergi kesuatu daerah yg jauh dari penduduk, kelaparan dan kehausanpun menimpa dia, datanglah perintah dri Allah agar ia menggoyangkan batang korma yg kekar, bagaimana mungkin mampu, wanita hamil, lelah, lapar dan batang korma yg besar bisa terguncang, disini ada pesan Allah bahwa Allah menghendaki agar seorang hamba yg penting bergerak, untuk hasil Allah yg mendatangkan, begitu juga kisah siti hajar bundanya nabi ismail, saat ia diasingkan dikota mekkah yg gersang, tapi karena keyakinannya atas perintah Allah, iapun tetap bolak balik kepayahan antara bukit syafa dan marwa, namun dimanakah air itu memancar? Di dekat kaki ismail yg mungil, disana juga ada pesan Allah agar kita berusaha hingga nampak disisi Allah lelah dan letih (diakhir kemampuan maksimal), disinilah kita memahami, kita tidaklah mampu mendatangkan keajaiban, namun Allah bisa mewujudkan keajaiban itu asal kita benar2 melangkah dijalan-Nya dan istiqamah.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
07.40
0
komentar
Hutang Negara : Hubungan dengan kita.
Oleh : Firdaus Bin Musa
Banyak
diantara kita yg tidak memahami, jika negara berhutang tidak berakibat pada
kita (mulai rakyat kecil - mahasiswa), jika berhutang tentu harus bayar,
bayarnya bisa langsung bisa juga tidak langsung, dengan langsung bayarnya pakai
uang, uangnya dari pajak yg dipungut, jika kurang maka dinaikkan pajak kalau
tidak ditambah wilayah yg kena pajak, misalnya sekarang menjual nasi goreng dan
lontong belum ada pajaknya, besok agar hutang bisa
diangsur, yaa diperluas wilayah pendapatan pajak(rencana ini sudah dimulai
dengan pembacaan program jokowi beberapa hari yang lalu), pembayaran yg secara
tidak langsung, dengan dibolehkan investor yg dipakai uangnya untuk dihutang
dibiarkan leluasa menguasai apa saja yg bisa dijadikan ladang uang, sekalipun
itu kepemilikan umum yg harusnya dikelola negara dan diserahkan kepada rakyat,
tapi musti dikuasai oleh investor dan dimasukkan kekantong pribadi pengusaha,
maka wajar negara kerepotan (mengandalkan pajak) untuk anggaran pendapatan
belanja negara (APBN), sebab sumber pendapatan selain pajak dikuasai oleh
swasta, lebih parah lagi subsidi dicabut sehingga masyarakat makin hidup dalam
penderitaan, penderitaan akan terus berlanjut dengan dihadirkannya program yg
menguntungkan pihak swasta semacam BPJS, dll. Program ini sebenarnya, program
swasta yg dipaksakan untuk mencekik rakyat melalui dilegalkannya oleh penguasa
(penguasa menjual tanggung jawabnya), kini fakta2 menyesakkan dada terus saja
menimpa kita, bagaimana laut kita yg sudah pada dijadikan daratan (direklamasi)
kemudian dijual kepihak yg berkeinginan indonesia siap diserang dari berbagai
sisi, kita tentu patut waspada jika pantai yg direklamasi akan dijadikan tempat
basis penyerangan (membiarkan narkoba lalu lalang dijual dalam skala jumlah
besar), kehadiran investor dalam tatanan undang2 yg carut marut lebih baik
dihentikan segera, agar penderitaan tidak makin bertambah.
Diposting oleh
FIRDAUS BIN MUSA
di
07.36
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)